Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Debora Holdae Veronika Lesa mendorong pemerintah kota untuk lebih aktif memberikan edukasi mengenai bahaya HIV/AIDS kepada masyarakat. Khususnya diberikan kepada anak-anak dan remaja, sejak usia dini. Langkah ini dianggap penting guna mencegah pergaulan bebas yang dapat berdampak buruk, salah satunya risiko penularan HIV/AIDS.
Sepanjang Januari hingga Oktober 2024, di Kalsel tercatat ada 904 kasus HIV/AIDS. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni 705 kasus di 2023, dan 605 kasus di 2022.
Angka HIV/Aids di Kota Banjarmasin sejak Januari hingga November 2024, sebanyak 167 kasus yang tersebar di seluruh kecamatan. Mayoritas kasus HIV/Aids di Banjarmasin menyerang laki-laki.
Jumlah kasus HIV (Human Immunodeficiency Virus) di Banjarbaru terus meningkat. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Banjarbaru mencatat, pada tahun ini, sejak Januari hingga Oktober ditemukan 64 pasien baru yang mengidap HIV.Â
Dua waria di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) terverifikasi mengidap AIDS. Kasus tersebut diketahui saat pembahasan rutin bulanan DWP Kesbangpol Barsel bersama unsur tokoh lainya dalam gerakan pencegahan dan penolakan gerakan LGBT di kabupaten tersebut.