PROKALTENG.CO – Jahe tak cuma dikenal sebagai herbal penghangat tubuh. Belakangan, manfaat jahe untuk kesehatan seksual pria ikut jadi sorotan, terutama terkait peningkatan gairah, disfungsi ereksi (DE), hingga kesuburan.
Selama ini jahe kerap dipakai dalam pengobatan tradisional sebagai stimulan alami. Pertanyaannya, benarkah tanaman herbal ini bisa membantu fungsi seksual dan mengurangi risiko ejakulasi dini atau disfungsi ereksi?
Jahe mengandung senyawa aktif seperti gingerol yang dikenal membantu pencernaan dan meredakan mual, gas, serta kembung. Namun, manfaatnya ternyata tak berhenti di situ. Sejumlah penelitian juga menyoroti dampaknya terhadap aliran darah dan hormon.
Berikut penjelasannya, seperti dikutip dari Hims.com:
1. Meningkatkan Aliran Darah
Penelitian tentang pengaruh langsung jahe terhadap gairah memang masih terbatas. Namun, tanaman ini terbukti membantu menurunkan tekanan darah, termasuk pada penderita hipertensi.
Jahe juga diketahui dapat membantu meningkatkan aliran darah. Dalam studi in vitro (tidak dilakukan pada manusia atau hewan), jahe disebut mampu mencegah pembekuan darah dan membantu melebarkan pembuluh darah.
Tekanan darah tinggi sendiri berkaitan dengan risiko disfungsi seksual yang lebih tinggi pada pria. Jika jahe membantu menurunkan tekanan darah dan memperbaiki sirkulasi, maka dampaknya bisa berpengaruh pada performa seksual.
2. Meningkatkan Kesuburan Pria
Manfaat jahe juga dikaitkan dengan peningkatan kesuburan. Tinjauan studi pada hewan menunjukkan jahe berpotensi meningkatkan aliran darah ke testis, mendorong produksi testosteron, serta mengurangi stres oksidatif.
Secara khusus, jahe dilaporkan meningkatkan kadar testosteron melalui peningkatan hormon luteinisasi, yaitu hormon yang memberi sinyal pada testis untuk memproduksi testosteron.
3. Mengurangi Stres Oksidatif
Stres oksidatif terjadi ketika jumlah radikal bebas dalam tubuh tidak seimbang dengan antioksidan. Kondisi ini bisa merusak sel dan memicu peradangan.
Salah satu penelitian menunjukkan stres oksidatif berhubungan dengan gangguan fungsi seksual. Jahe diketahui memiliki sifat antioksidan yang membantu menekan stres oksidatif dan peradangan dalam tubuh.
Meski berbagai temuan tersebut cukup menjanjikan, sebagian penelitian masih dilakukan pada hewan atau di laboratorium. Karena itu, diperlukan riset lebih lanjut pada manusia untuk memastikan manfaat jahe terhadap fungsi seksual secara klinis. (jpg)


