alexametrics
24.8 C
Palangkaraya
Thursday, August 18, 2022

5 Cara Alami Hilangkan Efek Antibiotik dalam Tubuh

Sebagian dari Anda mungkin sudah tidak terlalu asing dengan istilah resistensi antibiotik. Namun, bagaimana dengan istilah infeksi MRSA? Sebenarnya infeksi MRSA merupakan bagian dari resistensi antibiotik antara antibiotik Methicillin dengan bakteri Staphylococcus aureus, penyebab berbagai penyakit kulit.

Umumnya hal itu terjadi pada orang yang terlalu lama dirawat di rumah sakit sehingga menyebabkan kemerahan dan bengkak pada kulit.

Jika dibiarkan, efek dari antibiotik itu akan semakin parah. Misalnya, demam, menggigil, nyeri dada, sesak napas, dan sakit kepala. Bahkan, hal ini bisa berujung pada kegagalan fungsi organ hingga kematian.

Nah, apabila Anda mengalami resistensi antibiotik seperti itu dan masih berada di gejala awal (kulit kemerahan dan bengkak), ada lima langkah mudah yang bisa membantu Anda untuk menghilangkan efek dari antibiotik tersebut.

1.Konsumsi kefir

Dikutip dari Reader’s Digest, sebaiknya Anda mengonsumsi kefir jika sedang mengalami hal ini. Pasalnya, kefir mengandung probiotik (bakteri baik) yang lebih “menjajah” dan bertahan lama di dalam usus ketimbang yoghurt.

Bakteri baik tersebut bisa membantu tubuh dalam meningkatkan sistem kekebalan dengan cara memproduksi sel darah putih lebih banyak. Hasil fermentasi dari susu itu pun lebih banyak mengandung protein dan lemak daripada yoghurt.

Baca Juga :  Ini 5 Penyebab Jerawat Terasa Gatal

2.Tambahkan kunyit pada makanan Anda

Kunyit mengandung curcumin yang merupakan antiinflamasi dengan sifat antiseptik yang kerap dimanfaatkan untuk mengatasi infeksi MRSA. Jadi, tambahkan bubuk kunyit di makanan Anda supaya bisa membantu tubuh dalam memerangi infeksi bakteri tersebut.

3.Konsumsi bawang putih

Pamor bawang putih untuk menjadi antibiotik alami sepertinya belum turun. Sebab, bawang putih mengandung allicin yang merupakan antioksidan kuat untuk membantu proses detoksifikasi tubuh. Bawang putih juga meningkatkan produksi antibodi dan merangsang produksi sel darah putih untuk melawan infeksi.

4.Penuhi nutrisi dengan diet seimbang

Terapkan diet seimbang dengan mengonsumsi berbagai buah, sayur, kacang, dan biji-bijian. Buah yang kaya akan vitamin C, seperti jeruk, stroberi, kiwi, dan paprika merah bisa meningkatkan jumlah interferon. Interferon adalah antibodi yang melapisi permukaan sel untuk mencegah masuknya bakteri berbahaya. Selain itu, konsumsi juga vitamin A dan E dari makanan alami seperti wortel dan ubi jalar bisa merangsang produksi sel-T. Sistem kekebalan tubuh Anda pun akan segera membaik.

Baca Juga :  Khasiat Luar Biasa Biji Alpukat, Ternyata Bisa Bikin Hidup Makin Sempu

5.Hindari alkohol dan gula halus

Mengonsumsi 8 sdm gula (terwakilkan dalam 2 kaleng soda), akan mengurangi kemampuan sel darah putih untuk membunuh kuman sebanyak 40 persen. Sementara minum tiga gelas alkohol akan menurunkan fungsi sel darah putih, yang justru membuatnya menyerang balik atau merusak sistem kekebalan tubuh. Jadi, jangan coba-coba minum alkohol dan mengonsumsi banyak gula saat mengalami infeksi MRSA.

Untuk tips tambahan, sebaiknya Anda berhenti saling meminjamkan barang pribadi, seperti pisau cukur atau handuk. Hindari pula stres serta atur pola istirahat lebih baik agar imunitas tubuh Anda tetap terjaga.

Resistensi obat begitu berbahaya. Itu karena jika tidak ada lagi antibiotik yang bisa membunuh bakteri, menurut dr. Atika dari KlikDokter, manusia akan kembali lagi ke zaman praantibiotik. Dampaknya, angka kematian akibat wabah bakteri tak bisa dielakkan lagi.

Cara menghindari resistensi antibiotik atau infeksi MRSA ini adalah dengan tidak terkena penyakit. Jagalah kesehatan dan kebersihan diri agar Anda tidak perlu minum antibiotik, dengan begitu risiko terkena resisten pun semakin kecil.(HNS/ RVS/klikdokter)

Sebagian dari Anda mungkin sudah tidak terlalu asing dengan istilah resistensi antibiotik. Namun, bagaimana dengan istilah infeksi MRSA? Sebenarnya infeksi MRSA merupakan bagian dari resistensi antibiotik antara antibiotik Methicillin dengan bakteri Staphylococcus aureus, penyebab berbagai penyakit kulit.

Umumnya hal itu terjadi pada orang yang terlalu lama dirawat di rumah sakit sehingga menyebabkan kemerahan dan bengkak pada kulit.

Jika dibiarkan, efek dari antibiotik itu akan semakin parah. Misalnya, demam, menggigil, nyeri dada, sesak napas, dan sakit kepala. Bahkan, hal ini bisa berujung pada kegagalan fungsi organ hingga kematian.

Nah, apabila Anda mengalami resistensi antibiotik seperti itu dan masih berada di gejala awal (kulit kemerahan dan bengkak), ada lima langkah mudah yang bisa membantu Anda untuk menghilangkan efek dari antibiotik tersebut.

1.Konsumsi kefir

Dikutip dari Reader’s Digest, sebaiknya Anda mengonsumsi kefir jika sedang mengalami hal ini. Pasalnya, kefir mengandung probiotik (bakteri baik) yang lebih “menjajah” dan bertahan lama di dalam usus ketimbang yoghurt.

Bakteri baik tersebut bisa membantu tubuh dalam meningkatkan sistem kekebalan dengan cara memproduksi sel darah putih lebih banyak. Hasil fermentasi dari susu itu pun lebih banyak mengandung protein dan lemak daripada yoghurt.

Baca Juga :  Ketahui 5 Mitos Tentang Berobat ke Luar Negeri

2.Tambahkan kunyit pada makanan Anda

Kunyit mengandung curcumin yang merupakan antiinflamasi dengan sifat antiseptik yang kerap dimanfaatkan untuk mengatasi infeksi MRSA. Jadi, tambahkan bubuk kunyit di makanan Anda supaya bisa membantu tubuh dalam memerangi infeksi bakteri tersebut.

3.Konsumsi bawang putih

Pamor bawang putih untuk menjadi antibiotik alami sepertinya belum turun. Sebab, bawang putih mengandung allicin yang merupakan antioksidan kuat untuk membantu proses detoksifikasi tubuh. Bawang putih juga meningkatkan produksi antibodi dan merangsang produksi sel darah putih untuk melawan infeksi.

4.Penuhi nutrisi dengan diet seimbang

Terapkan diet seimbang dengan mengonsumsi berbagai buah, sayur, kacang, dan biji-bijian. Buah yang kaya akan vitamin C, seperti jeruk, stroberi, kiwi, dan paprika merah bisa meningkatkan jumlah interferon. Interferon adalah antibodi yang melapisi permukaan sel untuk mencegah masuknya bakteri berbahaya. Selain itu, konsumsi juga vitamin A dan E dari makanan alami seperti wortel dan ubi jalar bisa merangsang produksi sel-T. Sistem kekebalan tubuh Anda pun akan segera membaik.

Baca Juga :  Bisa Hambat Pertumbuhan Anak, Waspadai Galon Plastik dengan BPA

5.Hindari alkohol dan gula halus

Mengonsumsi 8 sdm gula (terwakilkan dalam 2 kaleng soda), akan mengurangi kemampuan sel darah putih untuk membunuh kuman sebanyak 40 persen. Sementara minum tiga gelas alkohol akan menurunkan fungsi sel darah putih, yang justru membuatnya menyerang balik atau merusak sistem kekebalan tubuh. Jadi, jangan coba-coba minum alkohol dan mengonsumsi banyak gula saat mengalami infeksi MRSA.

Untuk tips tambahan, sebaiknya Anda berhenti saling meminjamkan barang pribadi, seperti pisau cukur atau handuk. Hindari pula stres serta atur pola istirahat lebih baik agar imunitas tubuh Anda tetap terjaga.

Resistensi obat begitu berbahaya. Itu karena jika tidak ada lagi antibiotik yang bisa membunuh bakteri, menurut dr. Atika dari KlikDokter, manusia akan kembali lagi ke zaman praantibiotik. Dampaknya, angka kematian akibat wabah bakteri tak bisa dielakkan lagi.

Cara menghindari resistensi antibiotik atau infeksi MRSA ini adalah dengan tidak terkena penyakit. Jagalah kesehatan dan kebersihan diri agar Anda tidak perlu minum antibiotik, dengan begitu risiko terkena resisten pun semakin kecil.(HNS/ RVS/klikdokter)

Most Read

Artikel Terbaru

Merdeka Kepundungan

Momen HUT RI, Bangkit dari Keterpurukan

Gangguan Kesenangan

/