GORENGAN sering sekali menjadi pilihan teman berbuka puasa. Rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah membuat makanan ini menjadi favorit semua kalangan.
Padahal, satu buah gorengan setara dengan satu porsi nasi sekitar 100 gram. Artinya, tanpa disadari asupan kalori yang masuk ke tubuh bisa cukup besar meskipun hanya mengonsumsi beberapa potong.
Karena itu, konsumsi gorengan saat buka puasa sebenarnya tidak dianjurkan, bahkan dalam jumlah sedikit sekalipun, apalagi jika dikonsumsi setiap hari. Berikut sejumlah risiko kesehatan yang dapat disebabkan oleh konsumsi gorengan.
Meningkatkan Risiko Penyumbatan Pembuluh Darah
Gorengan umumnya mengandung lemak trans dan lemak jenuh akibat proses penggorengan dengan suhu tinggi, ditambah jika minyak yang digunakan adalah minyak yang dipakai berulang kali. Kandungan ini dapat memicu penumpukan plak pada pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Meningkatkan Kolesterol Jahat
Lemak trans dalam gorengan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh. Jika dikonsumsi berlebihan, lemak ini akan menumpuk dan mengganggu keseimbangan kolesterol, sehingga berdampak buruk bagi kesehatan jantung.
Meningkatkan Risiko Diabetes
Gorengan biasanya dibuat dari bahan tepung yang memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi. Konsumsi gorengan berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah dengan cepat, terutama saat perut kosong setelah seharian berpuasa. Jika kebiasaan ini berlangsung lama, risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2 pun meningkat.
Sebagai alternatif, saat berbuka puasa sebaiknya memilih makanan yang lebih sehat, seperti buah-buahan segar atau makanan yang diolah dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang. Dengan pola makan yang lebih seimbang, tubuh akan tetap sehat selama menjalani puasa di bulan Ramadan. (jpg)


