33.3 C
Jakarta
Thursday, March 12, 2026

Jadi Menu Favorit Ketika Berbuka Puasa, Gorengan Miliki Risiko Kesehatan Loh!

GORENGAN sering sekali menjadi pilihan teman berbuka puasa. Rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah membuat makanan ini menjadi favorit semua kalangan.

Padahal, satu buah gorengan setara dengan satu porsi nasi sekitar 100 gram. Artinya, tanpa disadari asupan kalori yang masuk ke tubuh bisa cukup besar meskipun hanya mengonsumsi beberapa potong.

Karena itu, konsumsi gorengan saat buka puasa sebenarnya tidak dianjurkan, bahkan dalam jumlah sedikit sekalipun, apalagi jika dikonsumsi setiap hari. Berikut sejumlah risiko kesehatan yang dapat disebabkan oleh konsumsi gorengan.

Meningkatkan Risiko Penyumbatan Pembuluh Darah

Gorengan umumnya mengandung lemak trans dan lemak jenuh akibat proses penggorengan dengan suhu tinggi, ditambah jika minyak yang digunakan adalah minyak yang dipakai berulang kali. Kandungan ini dapat memicu penumpukan plak pada pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Baca Juga :  Semua Anggota DPRD Kapuas Periksa Kesehatan, Ini Tujuannya

Meningkatkan Kolesterol Jahat

Lemak trans dalam gorengan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh. Jika dikonsumsi berlebihan, lemak ini akan menumpuk dan mengganggu keseimbangan kolesterol, sehingga berdampak buruk bagi kesehatan jantung.

Electronic money exchangers listing

Meningkatkan Risiko Diabetes

Gorengan biasanya dibuat dari bahan tepung yang memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi. Konsumsi gorengan berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah dengan cepat, terutama saat perut kosong setelah seharian berpuasa. Jika kebiasaan ini berlangsung lama, risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2 pun meningkat.

Sebagai alternatif, saat berbuka puasa sebaiknya memilih makanan yang lebih sehat, seperti buah-buahan segar atau makanan yang diolah dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang. Dengan pola makan yang lebih seimbang, tubuh akan tetap sehat selama menjalani puasa di bulan Ramadan. (jpg)

Baca Juga :  Obat Herbal Sarang Semut Putih Dipercaya dapat Mengobati Kanker Payudara dan Kelenjar Getah Bening

 

 

GORENGAN sering sekali menjadi pilihan teman berbuka puasa. Rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah membuat makanan ini menjadi favorit semua kalangan.

Padahal, satu buah gorengan setara dengan satu porsi nasi sekitar 100 gram. Artinya, tanpa disadari asupan kalori yang masuk ke tubuh bisa cukup besar meskipun hanya mengonsumsi beberapa potong.

Karena itu, konsumsi gorengan saat buka puasa sebenarnya tidak dianjurkan, bahkan dalam jumlah sedikit sekalipun, apalagi jika dikonsumsi setiap hari. Berikut sejumlah risiko kesehatan yang dapat disebabkan oleh konsumsi gorengan.

Electronic money exchangers listing

Meningkatkan Risiko Penyumbatan Pembuluh Darah

Gorengan umumnya mengandung lemak trans dan lemak jenuh akibat proses penggorengan dengan suhu tinggi, ditambah jika minyak yang digunakan adalah minyak yang dipakai berulang kali. Kandungan ini dapat memicu penumpukan plak pada pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Baca Juga :  Semua Anggota DPRD Kapuas Periksa Kesehatan, Ini Tujuannya

Meningkatkan Kolesterol Jahat

Lemak trans dalam gorengan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh. Jika dikonsumsi berlebihan, lemak ini akan menumpuk dan mengganggu keseimbangan kolesterol, sehingga berdampak buruk bagi kesehatan jantung.

Meningkatkan Risiko Diabetes

Gorengan biasanya dibuat dari bahan tepung yang memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi. Konsumsi gorengan berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah dengan cepat, terutama saat perut kosong setelah seharian berpuasa. Jika kebiasaan ini berlangsung lama, risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2 pun meningkat.

Sebagai alternatif, saat berbuka puasa sebaiknya memilih makanan yang lebih sehat, seperti buah-buahan segar atau makanan yang diolah dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang. Dengan pola makan yang lebih seimbang, tubuh akan tetap sehat selama menjalani puasa di bulan Ramadan. (jpg)

Baca Juga :  Obat Herbal Sarang Semut Putih Dipercaya dapat Mengobati Kanker Payudara dan Kelenjar Getah Bening

 

 

Terpopuler

Artikel Terbaru