32.4 C
Jakarta
Saturday, April 5, 2025

Kopi Tanpa Ampas, Bisa Kurangi Risiko Diabetes

Kabar gembira untuk pencinta kopi. Menurut penelitian
terbaru, kopi dapat membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2. Studi yang
dipublikasikan dalam 
Journal of Internal Medicine itu
mengungkapkan manfaat tersebut tergantung dari cara Anda meracik kopi.

Ternyata kopi yang disaring atau tanpa ampas jauh
lebih bermanfaat bagi mereka yang berisiko terkena diabetes. Temuan dari Chalmers
University of Technology
 dan Umea University di
Swedia, menggunakan metode baru untuk membantu membedakan antara efek kopi yang
disaring dan kopi rebus. Kesimpulannya, kopi disaring lebih sehat bagi mereka
yang berisiko.

“Kami telah mengidentifikasi molekul spesifik
‘biomarker’ dalam darah pencinta kopi dari asupan berbagai jenis kopi.
Biomarker ini kemudian digunakan untuk analisis ketika menghitung risiko
diabetes tipe 2,” kata peneliti studi Rikard Landberg, Profesor di Universitas
Umea seperti dilansir dari NDTV, Kamis (19/12).

Baca Juga :  7 Kiat Mengatasi Biduran Tanpa Obat

Hasilnya menunjukkan bahwa kopi yang disaring memiliki
efek positif dalam hal mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2. Namun kopi
biasa tidak menunjukkan manfaat itu.

Dengan penggunaan biomarker ini, para peneliti dapat
menunjukkan bahwa orang yang minum dua hingga tiga cangkir kopi yang disaring
tanpa ampas sehari memiliki risiko 60 persen lebih rendah terkena diabetes tipe
2 daripada orang yang minum kurang dari satu cangkir kopi yang disaring. Para
peserta juga diminta untuk menjawab kuesioner diet.

Peneliti mengidentifikasi konsentrasi darah molekul
dari makanan atau minuman tertentu dan menggunakannya sebagai pengukuran asupan
yang objektif. Ketika Anda menyaring kopi, maka akan mendapatkan manfaat
kesehatan dari banyak molekul lain yang ada, seperti zat fenolik.

Baca Juga :  Benarkah Sering Memencet Jerawat Bikin Keloid?

“Dalam jumlah sedang, kafein juga memiliki positif
efek kesehatan, “kata Landber.

Beberapa jenis kopi lainnya belum diselidiki secara
khusus dalam penelitian ini. Misalnya kopi instan, espresso, cafetiere, dan
lainnya. (jpc)

 

 

Kabar gembira untuk pencinta kopi. Menurut penelitian
terbaru, kopi dapat membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2. Studi yang
dipublikasikan dalam 
Journal of Internal Medicine itu
mengungkapkan manfaat tersebut tergantung dari cara Anda meracik kopi.

Ternyata kopi yang disaring atau tanpa ampas jauh
lebih bermanfaat bagi mereka yang berisiko terkena diabetes. Temuan dari Chalmers
University of Technology
 dan Umea University di
Swedia, menggunakan metode baru untuk membantu membedakan antara efek kopi yang
disaring dan kopi rebus. Kesimpulannya, kopi disaring lebih sehat bagi mereka
yang berisiko.

“Kami telah mengidentifikasi molekul spesifik
‘biomarker’ dalam darah pencinta kopi dari asupan berbagai jenis kopi.
Biomarker ini kemudian digunakan untuk analisis ketika menghitung risiko
diabetes tipe 2,” kata peneliti studi Rikard Landberg, Profesor di Universitas
Umea seperti dilansir dari NDTV, Kamis (19/12).

Baca Juga :  7 Kiat Mengatasi Biduran Tanpa Obat

Hasilnya menunjukkan bahwa kopi yang disaring memiliki
efek positif dalam hal mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2. Namun kopi
biasa tidak menunjukkan manfaat itu.

Dengan penggunaan biomarker ini, para peneliti dapat
menunjukkan bahwa orang yang minum dua hingga tiga cangkir kopi yang disaring
tanpa ampas sehari memiliki risiko 60 persen lebih rendah terkena diabetes tipe
2 daripada orang yang minum kurang dari satu cangkir kopi yang disaring. Para
peserta juga diminta untuk menjawab kuesioner diet.

Peneliti mengidentifikasi konsentrasi darah molekul
dari makanan atau minuman tertentu dan menggunakannya sebagai pengukuran asupan
yang objektif. Ketika Anda menyaring kopi, maka akan mendapatkan manfaat
kesehatan dari banyak molekul lain yang ada, seperti zat fenolik.

Baca Juga :  Benarkah Sering Memencet Jerawat Bikin Keloid?

“Dalam jumlah sedang, kafein juga memiliki positif
efek kesehatan, “kata Landber.

Beberapa jenis kopi lainnya belum diselidiki secara
khusus dalam penelitian ini. Misalnya kopi instan, espresso, cafetiere, dan
lainnya. (jpc)

 

 

Terpopuler

Artikel Terbaru