30.9 C
Jakarta
Monday, March 9, 2026

Jaga Kesehatan Ginjal saat Puasa Ramadan, Begini Langkah yang Tepat

BULAN suci Ramadan adalah waktu penuh berkah bagi umat Muslim di seluruh dunia. Namun perubahan pola makan dan minum saat puasa dapat memengaruhi kesehatan tubuh termasuk ginjal.

Ginjal memiliki peran penting dalam menyaring kotoran dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Saat puasa Ramadhan, asupan cairan yang terbatas dapat menjadi tantangan tersendiri bagi fungsi ginjal.

Menurut National Kidney Foundation, ginjal berfungsi menjaga keseimbangan cairan, elektrolit dan membuang racun dari tubuh. Oleh karena itu, menjaga kesehatan ginjal saat puasa sangat penting.

Selain itu, National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases menjelaskan bahwa dehidrasi dapat memengaruhi fungsi ginjal jika terjadi secara berulang.

Berikut beberapa cara menjaga kesehatan ginjal saat puasa Ramadhan agar tubuh tetap sehat dan ibadah berjalan lancar sebagaimana dilansir dari laman Mayo Clinic dan WHO, Minggu (8/3) :

  1. Cukupi kebutuhan cairan saat berbuka dan sahur

Langkah pertama menjaga kesehatan ginjal saat puasa adalah memastikan tubuh tetap terhidrasi. Ginjal pasalnya membutuhkan cairan yang cukup untuk menyaring kotoran dengan optimal.

Menurut Mayo Clinic, air membantu ginjal membuang racun melalui urine dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Kekurangan cairan dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Wah! Dampak Korona Lebih Fatal Bagi Pria Dibanding Perempuan

Anda bisa menerapkan pola minum 2-4-2 selama Ramadan dan hindari minuman berkafein berlebihan karena dapat meningkatkan produksi urine.

  1. Batasi konsumsi garam berlebihan

Asupan garam yang tinggi dapat membebani kerja ginjal. Terlebih saat Lebaran atau berbuka dengan makanan gurih.

WHO merekomendasikan pembatasan konsumsi garam untuk menjaga kesehatan ginjal dan tekanan darah. Konsumsi garam berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi.

Saat sahur, hindari makanan instan atau terlalu asin. Pilih menu rumahan seperti sayur bening, pepes ikan atau tumis sayuran. Dengan mengurangi garam, beban kerja ginjal menjadi lebih ringan. Sehingga risiko gangguan ginjal pun dapat ditekan.

  1. Perhatikan asupan protein

Protein penting bagi tubuh, tetapi konsumsi berlebihan dapat membebani ginjal. Keseimbangan menjadi kunci utama saat puasa Ramadan.

Menurut Harvard Medical School, konsumsi protein yang terlalu tinggi dalam jangka panjang dapat memengaruhi fungsi ginjal pada individu tertentu. Oleh karena itu, pilih sumber protein yang tepat.

  1. Hindari minuman manis berlebihan
Baca Juga :  Masih Kekurangan, Dewan Minta Honorer Kesehatan dan Guru Dipertahankan

Minuman manis sering menjadi pilihan saat berbuka. Padahal konsumsi gula berlebih dapat berdampak pada kesehatan ginjal.

Centers for Disease Control dan Prevention menyebutkan bahwa konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes yang merupakan penyebab utama penyakit ginjal.

Anda bisa membatasi sirup dan minuman kemasan saat berbuka. Anda bisa memilih air putih atau infused water dengan potongan buah segar yang jauh lebih sehat.

  1. Tetap aktif dengan olahraga ringan

Tidak bisa dipungkiri bahwa kurang bergerak dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Aktivitas fisik membantu menjaga tekanan darah dan metabolisme tubuh.

Menurut National Kidney Foundation, menjaga berat badan ideal dan rutin berolahraga membantu melindungi kesehatan ginjal. Aktivitas fisik ringan sudah cukup memberikan manfaat.

Anda bisa merutinkan jalan santai 20-30 menit menjelang berbuka. Anda juga bisa melakukan peregangan ringan setelah tarawih. Olahraga membantu sirkulasi darah tetap lancar sehingga ginjal pun dapat berfungsi lebih efisien. (jpc)

 

BULAN suci Ramadan adalah waktu penuh berkah bagi umat Muslim di seluruh dunia. Namun perubahan pola makan dan minum saat puasa dapat memengaruhi kesehatan tubuh termasuk ginjal.

Ginjal memiliki peran penting dalam menyaring kotoran dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Saat puasa Ramadhan, asupan cairan yang terbatas dapat menjadi tantangan tersendiri bagi fungsi ginjal.

Menurut National Kidney Foundation, ginjal berfungsi menjaga keseimbangan cairan, elektrolit dan membuang racun dari tubuh. Oleh karena itu, menjaga kesehatan ginjal saat puasa sangat penting.

Electronic money exchangers listing

Selain itu, National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases menjelaskan bahwa dehidrasi dapat memengaruhi fungsi ginjal jika terjadi secara berulang.

Berikut beberapa cara menjaga kesehatan ginjal saat puasa Ramadhan agar tubuh tetap sehat dan ibadah berjalan lancar sebagaimana dilansir dari laman Mayo Clinic dan WHO, Minggu (8/3) :

  1. Cukupi kebutuhan cairan saat berbuka dan sahur

Langkah pertama menjaga kesehatan ginjal saat puasa adalah memastikan tubuh tetap terhidrasi. Ginjal pasalnya membutuhkan cairan yang cukup untuk menyaring kotoran dengan optimal.

Menurut Mayo Clinic, air membantu ginjal membuang racun melalui urine dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Kekurangan cairan dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal.

Baca Juga :  Wah! Dampak Korona Lebih Fatal Bagi Pria Dibanding Perempuan

Anda bisa menerapkan pola minum 2-4-2 selama Ramadan dan hindari minuman berkafein berlebihan karena dapat meningkatkan produksi urine.

  1. Batasi konsumsi garam berlebihan

Asupan garam yang tinggi dapat membebani kerja ginjal. Terlebih saat Lebaran atau berbuka dengan makanan gurih.

WHO merekomendasikan pembatasan konsumsi garam untuk menjaga kesehatan ginjal dan tekanan darah. Konsumsi garam berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi.

Saat sahur, hindari makanan instan atau terlalu asin. Pilih menu rumahan seperti sayur bening, pepes ikan atau tumis sayuran. Dengan mengurangi garam, beban kerja ginjal menjadi lebih ringan. Sehingga risiko gangguan ginjal pun dapat ditekan.

  1. Perhatikan asupan protein

Protein penting bagi tubuh, tetapi konsumsi berlebihan dapat membebani ginjal. Keseimbangan menjadi kunci utama saat puasa Ramadan.

Menurut Harvard Medical School, konsumsi protein yang terlalu tinggi dalam jangka panjang dapat memengaruhi fungsi ginjal pada individu tertentu. Oleh karena itu, pilih sumber protein yang tepat.

  1. Hindari minuman manis berlebihan
Baca Juga :  Masih Kekurangan, Dewan Minta Honorer Kesehatan dan Guru Dipertahankan

Minuman manis sering menjadi pilihan saat berbuka. Padahal konsumsi gula berlebih dapat berdampak pada kesehatan ginjal.

Centers for Disease Control dan Prevention menyebutkan bahwa konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes yang merupakan penyebab utama penyakit ginjal.

Anda bisa membatasi sirup dan minuman kemasan saat berbuka. Anda bisa memilih air putih atau infused water dengan potongan buah segar yang jauh lebih sehat.

  1. Tetap aktif dengan olahraga ringan

Tidak bisa dipungkiri bahwa kurang bergerak dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Aktivitas fisik membantu menjaga tekanan darah dan metabolisme tubuh.

Menurut National Kidney Foundation, menjaga berat badan ideal dan rutin berolahraga membantu melindungi kesehatan ginjal. Aktivitas fisik ringan sudah cukup memberikan manfaat.

Anda bisa merutinkan jalan santai 20-30 menit menjelang berbuka. Anda juga bisa melakukan peregangan ringan setelah tarawih. Olahraga membantu sirkulasi darah tetap lancar sehingga ginjal pun dapat berfungsi lebih efisien. (jpc)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru

/