PROKALTENG.CO – Kanker payudara masih menjadi salah satu penyakit mematikan yang paling ditakuti perempuan. Risiko kanker payudara bisa ditekan sejak dini lewat pola makan sehat, salah satunya dengan menerapkan diet Mediterania yang kaya bahan nabati dan lemak sehat.
Mengurangi risiko kanker payudara bukan cuma soal menghindari makanan berbahaya, tetapi juga rutin mengonsumsi makanan yang terbukti mendukung kesehatan sel tubuh. Pola makan nabati dalam diet Mediterania dikenal membantu menurunkan risiko kanker karena kaya vitamin, mineral, serat, dan senyawa alami pelindung tubuh, seperti dikutip dari News.llu.edu.
Berikut enam jenis makanan yang diyakini membantu menekan risiko kanker payudara:
1. Minyak zaitun
Minyak zaitun mengandung polifenol yang memiliki efek antikanker. Senyawa ini bekerja dengan menghancurkan atau menghambat perkembangan sel kanker melalui berbagai mekanisme, termasuk memodifikasi jalur sinyal dan menghambat siklus sel.
Selain itu, oleuropein dalam minyak zaitun bersifat antioksidan dan mampu merangsang sistem kekebalan tubuh, yang berperan penting dalam pencegahan kanker. Ada pula oleocanthal yang dikenal memiliki efek antiinflamasi.
2. Buah, sayur, dan biji-bijian utuh
Kelompok makanan ini kaya serat, yang disebut-sebut berperan sebagai pelindung terhadap kanker. Berbeda dengan makanan hewani, bahan nabati menyediakan serat yang membantu menjaga kesehatan pencernaan dan metabolisme hormon.
Buah dan sayur juga mengandung fitokimia, senyawa aktif yang membantu melawan perkembangan sel kanker. Sayuran silangan seperti brokoli, kubis brussel, kubis, kembang kol, dan kangkung mengandung glukosinolat. Setelah dikonsumsi, senyawa ini berubah menjadi sulforafan yang diketahui mampu menonaktifkan karsinogen.
3. Ikan, kacang, dan biji kaya omega-3
Asupan lemak omega-3 juga penting dalam menekan risiko kanker payudara. Ikan seperti salmon liar, tuna, makerel, sarden, dan ikan teri dikenal tinggi omega-3.
Tak hanya dari laut, sumber nabati seperti kacang kenari, chia, dan biji rami juga mengandung omega-3 yang membantu melawan peradangan, salah satu faktor yang memicu pertumbuhan kanker.
4. Rempah dan bumbu dapur
Bumbu dapur bukan sekadar penambah rasa. Bawang bombay, bawang putih, oregano, rosemary, timi, hingga kunyit memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan.
Peradangan kronis kerap dikaitkan dengan pertumbuhan sel kanker. Karena itu, penggunaan rempah secara rutin dalam masakan bisa menjadi langkah sederhana namun berdampak besar.
5. Buah-buahan berwarna cerah
Buah berwarna merah, ungu, hingga biru tua seperti anggur dan aneka beri kaya antosianin. Senyawa ini berfungsi sebagai antiinflamasi kuat dan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan.
Mengonsumsi buah utuh sebagai camilan di sela waktu makan juga memberi tambahan fitokimia yang bermanfaat bagi kesehatan jangka panjang.
6. Teh hijau
Minum dua hingga tiga cangkir teh hijau per hari disebut memberi manfaat protektif. Teh hijau mengandung epigallocatechin-3-gallate (EGCG), molekul antiangiogenesis yang mampu menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada sel kanker.
Langkah pencegahan memang tak bisa menjamin bebas sepenuhnya dari kanker payudara. Namun, menjaga pola makan sehat sejak dini menjadi salah satu cara realistis untuk menekan risiko dan menjaga kualitas hidup tetap optimal. (jpg)


