PROKALTENG.CO – Kurma merupakan salah satu buah kecintaan Nabi Muhammad. Buah ini biasa dikonsumsi ketika bulan puasa. Rasanya manis dan punya banyak manfaat.
Buah kurma memiliki bentuk yang kecil dengan warna kecokelatan yang biasanya mudah ditemui di swalayan dan akan banyak dicari ketika hari puasa, sebagai makanan pembuka. Selain itu, kurma juga memiliki beberapa jenis yang juga rasanya manis.
Selain memiliki rasa manis, buah kurma juga kaya manfaat baik bagi kesehatan tubuh. Kandungan vitamin serta beberapa nutrisi sehat dalam kurma juga banyak, salah satunya kandungan vitamin B6, Zat besi, dan masih banyak lagi.
Definisi Pohon Kurma
Kurma, (Arab: تمر‎, Tamr; nama latin Phoenix dactylifera) adalah tanaman palma (Arecaceae) dalam genus Phoenix, buahnya dapat dimakan. Walaupun tempat asalnya tidak diketahui karena telah sejak lama dibudidayakan, kemungkinan tanaman ini berasal dari tanah sekitar Teluk Persia. Buahnya dijadikan makanan pokok di daerah Timur Tengah dan Afrika Utara.
Pohonnya berukuran sedang dengan tinggi sekitar 15-25 m, tumbuh secara tunggal atau membentuk rumpun pada sejumlah batang dari sebuah sistem akar tunggal. Daunnya memiliki panjang 3-5 m, dengan duri pada tangkai daun, menyirip dan mempunyai sekitar 150 pucuk daun muda; daun mudanya berukuran dengan panjang 30 cm dan lebar 2 cm. Rentangan penuh mahkotanya berkisar dari 6-10 m.
Sejarah Buah Kurma
Kurma telah menjadi makanan pokok di Timur Tengah selama ribuan tahun lamanya. Pohon Kurma diyakini berasal dari sekitar Teluk Persia dan telah dibudidayakan sejak zaman kuno dari Mesopotamia ke prasejarah Mesir, kemungkinan pada awal 4000 SM. Bangsa Mesir Kuno menggunakan buahnya untuk dibuat menjadi anggur kurma dan memakannya pada saat panen. Ada bukti arkeologi budidaya kurma di bagian Arab timur pada tahun 6000 SM. (Alvarez-Mon 2006).
Pada zaman selanjutnya, orang Arab menyebarkan luaskan kurma di sekitar Selatan dan Barat Daya Asia, bagian utara Afrika, Spanyol dan Italia. Kurma diperkenalkan di Mexico dan California, di sekitar Mission San Ignacio, oleh bangsa Spanyol pada tahun 1765.