31 C
Palangkaraya
Monday, November 28, 2022

Perhatikan, Ini Gejala Anak Kecanduan Gadget

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Penggunaan gadget saat ini menjadi hal yang tak terhindarkan untuk anak-anak. Namun demikian, gadget bisa memberikan dampak negatif jika anak kecanduan.

Dokter Poli Klinik Anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Palangka Raya, dr Franky Luhulima menyebutkan paparan terhadap internet dan media digital pada anak-anak  tidak dapat dihindarkan.

“Karena anak-anak saat ini termasuk golongan ‘digital native’ yaitu yaitu mereka yang sudah mengenal media elektronik dan digital sejak lahir,”ujarnya, Sabtu (5/11).

Oleh karena itu, Franky berujar dari sisi yang harus diperhatikan dan dihindari adalah ketika anak-anak sudah  memasuki tahap  dikatakan sudah kecanduan gadget.  Di mana jika sebagian besar waktunya dihabiskan untuk menggunakan gadget, seperti smartphone, tablet, laptop, atau portable gaming device. Maka anak tersebut sudah bisa disebut kecanduan gadget.

Baca Juga :  Pilih Air Minum yang Tepat

Dengan begitu, ia mengimbau kepada orang tua agar harus mengatur jam penggunaan gadget anak anaknya seperti secara ketat membatasi waktu main gadget. Dimana untuk anak usia di atas 2 tahun, sebaiknya maksimal sehari dibatasi hanya 2 jam setiap hari dengan dibagi beberapa episode.

“Untuk anak usia memasuki remaja yang perlu diawasi adalah efek negatif dari konten-konten yang ditonton karena orang tua harus secara rutin dan ketat mengawasi konten apa saja yang ditonton oleh anaknya agar jangan sampai si anak terjebak dalam pengaruh negatif konten atau web yang sering ditonton,” bebernya.

Orang tua, sambungnya juga dapat memperhatikan jika anak-anaknya mengalami gejala seperti masalah pada mata, tampak sering mengantuk, tidak enak badan. Dimana jika anak mengalami gejala tersebut kemungkinan besar anak sudah mengalami gejala kecanduan gadget.

Baca Juga :  Benarkah Toner Bisa Bantu Atasi Jerawat?

“Sebaiknya segera diatur waktu penggunaan gadget si anak, apabila gejala semakin berat tidak ada salahnya orang tua segera berkonsultasi dengan dokter,”bebernya.






Reporter: Hfz

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Penggunaan gadget saat ini menjadi hal yang tak terhindarkan untuk anak-anak. Namun demikian, gadget bisa memberikan dampak negatif jika anak kecanduan.

Dokter Poli Klinik Anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Palangka Raya, dr Franky Luhulima menyebutkan paparan terhadap internet dan media digital pada anak-anak  tidak dapat dihindarkan.

“Karena anak-anak saat ini termasuk golongan ‘digital native’ yaitu yaitu mereka yang sudah mengenal media elektronik dan digital sejak lahir,”ujarnya, Sabtu (5/11).

Oleh karena itu, Franky berujar dari sisi yang harus diperhatikan dan dihindari adalah ketika anak-anak sudah  memasuki tahap  dikatakan sudah kecanduan gadget.  Di mana jika sebagian besar waktunya dihabiskan untuk menggunakan gadget, seperti smartphone, tablet, laptop, atau portable gaming device. Maka anak tersebut sudah bisa disebut kecanduan gadget.

Baca Juga :  Bukan Susu, Kental Manis Timbulkan Misinformasi di Masyarakat

Dengan begitu, ia mengimbau kepada orang tua agar harus mengatur jam penggunaan gadget anak anaknya seperti secara ketat membatasi waktu main gadget. Dimana untuk anak usia di atas 2 tahun, sebaiknya maksimal sehari dibatasi hanya 2 jam setiap hari dengan dibagi beberapa episode.

“Untuk anak usia memasuki remaja yang perlu diawasi adalah efek negatif dari konten-konten yang ditonton karena orang tua harus secara rutin dan ketat mengawasi konten apa saja yang ditonton oleh anaknya agar jangan sampai si anak terjebak dalam pengaruh negatif konten atau web yang sering ditonton,” bebernya.

Orang tua, sambungnya juga dapat memperhatikan jika anak-anaknya mengalami gejala seperti masalah pada mata, tampak sering mengantuk, tidak enak badan. Dimana jika anak mengalami gejala tersebut kemungkinan besar anak sudah mengalami gejala kecanduan gadget.

Baca Juga :  Tidur Pakai Kipas Angin Rentan Bikin Perut Kembung?

“Sebaiknya segera diatur waktu penggunaan gadget si anak, apabila gejala semakin berat tidak ada salahnya orang tua segera berkonsultasi dengan dokter,”bebernya.






Reporter: Hfz

Most Read

Jelang Nataru, Jaga Toleransi Beragama

Rayakan Pergantian Tahun Dengan Muasabah

Bupati Kotim Berencana Membenahi PPM

Artikel Terbaru

/