PROKALTENG.CO – Kosmetik telah dibuat selama ribuan tahun dan menjadi bentuk ekspresi untuk meningkatkan rasa percaya diri. Meski begitu, ada beberapa aturan tegas penggunaan riasan.
Misalnya, tidak boleh berbagi riasan dengan orang lain karena dapat menyebabkan infeksi, menghindari tidur sebelum hapus makeup dan berolahraga sambil memakainya bisa menimbulkan jerawat.
Di sisi lain, penggunaan kosmetik kadaluarsa atau expired juga dinilai buruk. Tanggal kadaluarsa biasanya tidak mudah ditemukan seperti pada produk makanan dan obat-obatan yang dijual bebas.
Beberapa kosmetik mencantumkan tanggal kadaluarsa sehingga tahu kapan riasan akan rusak. Biasanya itu mencakup bulan dan tahun, tetapi tidak semua mencantumkan tanggal tertentu.
“Produk riasan memiliki gambar stoples yang menandakan berapa bulan suatu produk akan bertahan setelah dibuka,” kata dokter kulit Michele Farber, seperti dikutip JawaPos.com dari Livestrong.
Misalnya, 12M menunjukkan memiliki waktu satu tahun untuk menggunakan produk tersebut setelah membukanya. Ini dikenal sebagai simbol Periode After Opening (POA).
Jika produk tertentu tidak memiliki label ini atau jika lupa sudah berapa bulan berlalu, ada beberapa tanda lain bahwa riasan telah rusak. Manfaatkan saja indra tubuh dengan baik.
“Jika riasan berubah warna atau berbau tidak sedap, kemungkinan riasan tersebut sudah kedaluwarsa dan sebaiknya tidak digunakan,” jelas sang dokter.
Adapun masalah kulit jika masih tetap menggunakan kosmetik kadaluarsa:
Iritasi
Riasan kedaluwarsa adalah tempat berkembang biaknya bakteri dan jamur, terutama produk yang bersentuhan dengan kulit seperti alat concealer atau wadah tempat mencelupkan jari.
Pertumbuhan bakteri yang cepat serta penumpukan kelembaban mengundang jamur dapat menyebabkan kemerahan dan iritasi pada kulit, menurut Mayo Clinic.
Peradangan kulit juga bisa menyertai iritasi yang disebabkan oleh penggunaan kosmetik kadaluarsa, jelas dermatolog Marisa Garshick.
Infeksi
“Kekhawatiran terbesar saat menggunakan riasan kadaluarsa adalah menyebabkan infeksi kulit,” kata Farber. Kosmetik berbahan dasar air seperti alas bedak bisa menjadi media bagi bakteri untuk tumbuh.
Infeksi mata juga menjadi perhatian karena banyak produk riasan yang digunakan di sekitar area mata seperti maskara dan eyeliner memicu mata merah.
Bintitan
“Jika digunakan di sekitar mata, riasan kedaluwarsa juga dapat menyebabkan bintitan,” jelas Garshick. Untuk mencegah infeksi mata seperti mata merah dan bintitan, penting untuk mengganti riasan mata secara teratur.
Jerawat
Ketika bakteri tumbuh pada riasan lama, hal itu dapat menyebabkan atau memperburuk jerawat, ungkap Farber.
Setelah berhenti menggunakan riasan yang mengandung bakteri, jerawat mungkin akan hilang. Untuk membantu mempercepat prosesnya, gunakan bahan aktif seperti benzoil peroksida, asam salisilat, atau adapalene.
Reaksi Alergi
Jika rentan terhadap reaksi alergi, pantau terus masa berlaku riasan. Seiring waktu, komposisi kimia riasan dapat berubah memicu ruam atau dermatitis kontak, papar dokter kulit Brendan Camp.
“Reaksi alergi mungkin muncul dengan kemerahan, gatal, bengkak atau bercak bersisik,” tambah Camp.
Jika mengalami masalah di atas, disarankan membeli obat sesuai resep anjuran dokter atau mengunjungi ahli medis guna mendapat penanganan lebih lanjut. (pri/jawapos.com)