Kemarau panjang dan cuaca panas menyebabkan intensitas debu semakin meningkat. Baik di luar ruangan maupun di dalam ruangan, kondisi tanah yang kering serta udara dengan kelembaban rendah dapat membuat debu semakin menumpuk lebih banyak.
Tidak hanya membuat rumah anda menjadi kotor, partikel-partikel debu dapat membawa berbagai zat pemicu alergi yang berisiko menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang.
Akibatnya, anda bisa mengalami hidung tersumbat, bersin, batuk, sampai kesulitan untuk bernapas.
Tanpa disadari, menyalakan AC dan kipas justru dapat menyebabkan debu-debu berterbangan di dalam ruangan, akibatnya kualitas udara menjadi semakin buruk.
Oleh karena itu, berikut adalah cara yang tepat untuk mengatasi penumpukan debu di dalam ruangan selama musim kemarau ini. Berdasarkan informasi dari laman /mylovebedcove dan hellosehat yang dikutip pada (27/08) berikut cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas udara tetap bersih dan terbebas dari debu.
Bersihkan rumah secara tepat
Ruangan-ruangan didalam rumah rentan menjadi tempat menempelnya debu. Terutama kamar tidur, kamar mandi, dan teras. Selama musim kemarau, anda perlu rutin membersihkan debu dan kotoran di area-area tersebut.
Gunakan teknik yang tepat dengan membersihkan dari atas ke bawah dan mengikuti arah jarum jam. Sehingga tidak perlu menyapu area yang sama berulang kali dan debu tidak menempel kembali.
Bersihkan dengan vacuum cleaner
Bersihkan rumah anda mijnimal 3 kali seminggu dengan menggunakan peralatan seperti sapu serta vacuum cleaner untuk mengangkat debu-debu halus yang ada.
Vacuum cleaner dapat menjangkau area-area sempit di rumah, termasuk kolong, sudut ruangan, sampai debu-debu yang menempel pada dinding.
Singkirkan barang-brang yang sudah tidak terpakai
Debu sangat mudah menempel pada benda-benda yang terbengkalai dan jarang tersentuh. Singkirkan barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai seperti buku, boneka, kain bekas, karpet, televisi bekas, kipas angin rusak, dan sofa lama. Benda-benda tersebut membuat debu mengendap dan menempel semakin banyak.
Cuci sprei dan selimut
Sprei dan selimut di kamar menjadi tempat berkumpulnya debu. Cuci sprei, sarung bantal, dan selimut secara rutin supaya debu tidak menempel. biasakan pula untuk mencuci kaki dan tangan sebelum masuk ke dalam kamar,untuk menghindari penumpukan debu dari luar ruangan.
Gunakan masker
Jika anda alergi terhadap debu, gunakan masker secara rutin untuk melindungi hidung dan mulut anda dari paparan debu. Pilih masker yang efektif untuk menutupi hidung dan mulut. Anda bisa memilih jenis masker N95 ataupun KN95 yang dapat membantu melindungi dari paparan partikel debu.
Hindari tumpukan baju
Tumpukan kain dan baju yang terbengkalai juga bisa menjadi sarang debu. Bersihkan kain yang sudah tidak terpakai dengan mendaur ulang, melipat, mencuci, ataupun menggunakannya sebagai lap.
Jangan biarkan kian menumpuk di dalam rumah karena partikel debu halus sangat mudah menempel pada sela-sela kain.
Manfaatkan tanaman hias
Tanaman hias tidak hanya bermanfaat sebagai dekorasi untuk mempercantik ruangan, melainkan juga dapat digunakan sebagai filter penyaring udara.
Anda dapat memilih jenis tanaman berupa rubber plant, english ivy, dan juga dripping guanyin. Tanaman–tanaman tersebut dapat membantu menangkap partikel di udara.
Pasang alat dehumidifer
Dehumidifier ataupun air purifier dapat menjadi solusi untuk membantu mengurangi debu di dalam ruangan. Alat ini dapat menyaring udara, dan membantu mengurangi debu, polen, serta partikel-partikel penyebab alergi.
Jika ruangan anda berisiko tinggi berdebu, alat ini dapat membantu menjaga kualitas udara agar tetap bersih dan nyaman.
Bersihkan hewan peliharaan
Bulu hewan peliharaan dapat menjadi tempat menempelnya debu dan kotoran. Partikel debu yang terbawa dari luar ruangan dapat menempel pada bulu hewan.
Sehingga penting untuk merawat kebersihan hewan peliharaan secara rutin dengan memandikannya. Sehingga dapat mengurangi risiko pemicu alergi.(jpc)


