Kebiasaan yang Menjadi Kunci Kebahagiaan Sejati

Banyak orang menganggap bahwa kebahagiaan itu perasaan, yaitu sesuatu yang datang ketika kondisi tepat dan memudar ketika tidak. Tapi, ilmu psikologi berkata lain, kebahagiaan bukan suasana hati, melainkan hasil dari cara hidup yang terstruktur, pilihan yang dibuat secara konsisten, dan lingkungan tempat tinggal seseorang.

Untuk mendapatkan kebahagiaan sejati, ada lima kebiasaan yang menurut penelitian perlu Anda terapkan, seperti dilansir JawaPos.com (grup prokalteng.co) dari psychologytoday pada Selasa (28/7).

  1. Menginvestasikan Hubungan Anda Seolah Hidup Bergantung Padanya

Studi Harvard tentang Perkembangan Dewasa menyimpulkan bahwa kualitas hubungan memprediksi kebahagiaan, kesehatan fisik, ketahanan kognitif, dan lamanya usia seseorang yang mengungguli kekayaan, kesuksesan karier, bahkan IQ sebagai prediktor kehidupan yang baik.

Para peneliti pun menyebut kebugaran sosial sebagai perilaku kesehatan inti yang setara dengan olahraga atau tidur, karena membutuhkan konsistensi.

Kemudian, sebuah meta-analisis tahun 2015 menemukan bahwa isolasi sosial berdampak pada kesehatan yang setara dengan merokok 15 batang tiap hari.

Penelitian biologi yang terbaru juga menghubungkan kesepian dengan peradangan sistemik dan jalur penyakit.

Dengan kata lain, manusia tidak hanya bergantung secara emosional pada koneksi, namun secara fisiologis dirancang untuk itu.

Electronic money exchangers listing
  1. Lindungi Waktu Lebih Tegas daripada Uang

Dalam beberapa tahun terakhir, ilmu perilaku mengungkapkan bahwa perasaan ‘kemiskinan waktu’ menjadi perusak kesejahteraan.

Peneliti dari Harvard Business School, Ashley Whillans mendokumentasikan fenomena ini secara ekstensif dan menemukan bahwa individu yang melaporkan dirinya merasa kekurangan waktu secara kronis, seperti kewalahan, terburu-buru, atau tanpa kendali atas jam-jam harian secara konsisten mendapat skor lebih rendah untuk ukuran kepuasan hidup, pengaruh positif, dan kesehatan mental.

Baca Juga :  Jika Seseorang Diam-diam Tidak Menyukai Anda, Mereka Biasanya Akan Menunjukkan 5 Perilaku Halus Ini

Sementara itu, studi tahun 2017 yang diterbitkan di PNAS mengungkapkan bahwa menggunakan uang untuk membeli kembali waktu selaras dengan meningkatkan kesejahteraan daripada menghabiskan uang dalam jumlah yang sama untuk barang-barang material.

Jadi, kelimpahan waktu atau perasaan memiliki cukup waktu dan dapat mengarahkan bagaimana menghabiskannya adalah sumber daya kesejahteraan yang tidak dapat dibeli langsung dengan uang, tapi kadang kala dapat dibeli kembali.

  1. Cari Pengalaman yang Menantang, Bukan Hanya yang Memberikan Kenyamanan

Mungkin selama ini standar kehidupan yang baik itu menekankan kebahagiaan dan makna.

Namun, penelitian inovatif tahun 2022 yang diterbitkan dalam Psychological Review memperkenalkan wawasan lain, yakni kekayaan psikologis.

Kehidupan yang kaya secara psikologis ditandai dengan hal-hal baru, kompleksitas, pertumbuhan, dan pengalaman yang mengubah perspektif.

Ini tidak selalu mudah dan menyenangkan, tapi menghasilkan kehidupan yang mendalam, beragam, dan layak untuk dijalani.

Bahkan dalam penelitian lintas budaya, para peneliti menemukan bahwa sebagian besar orang memilih kehidupan yang kaya secara psikologis daripada kehidupan yang bahagia atau bermakna.

Orang-orang yang selalu mengedepankan kenyamanan akan menemukan ingatan yang dangkal dan mudah diganti beberapa tahun kemudian.

Sementara itu, orang yang menerima tantangan, kesulitan, dan hal-hal baru akan memiliki batin yang lebih kaya.

Jadi, sisipkan satu saja pengalaman yang menantang tiap bulan, bisa berupa sesuatu yang tidak familiar, menuntut, atau mengubah perspektif Anda.

Ketidaknyamanan jangka pendek yang Anda rasakan sering kali merupakan harga dari kehidupan yang dijalani dengan kaya.

  1. Berbelanja untuk Orang Lain, Bukan Hanya untuk Diri Sendiri

Dalam tinjauan sistematis tahun 2023, para peneliti menyimpulkan bahwa pengeluaran untuk orang lain secara konsisten menghasilkan efek positif pada kesejahteraan subjektif.

Baca Juga :  Jadikan Masa Tua Lebih Bahagia dan Bermakna, Ini Dia Mengurangi Rasa Kesepian Bagi Lansia

Berkontribusi pada orang lain akan mengaktifkan sistem penghargaan, memperkuat ikatan sosial, dan menghasilkan rasa kemandirian serta signifikansi yang tidak dapat diberikan oleh konsumsi pasif yang berpusat hanya pada diri sendiri.

Pemberian untuk orang lain dalam hal ini tidak selalu uang, tapi juga waktu, bahkan, tindakan sosial kecil yang dipraktikkan secara konsisten akan terakumulasi menjadi peningkat kesejahteraan yang bermakna.

  1. Habiskan 120 Menit Seminggu di Alam, Tanpa Terkecuali

Dari studi tahun 2019 yang diterbitkan dalam Scientific Reports menemukan bahwa mereka yang menghabiskan setidaknya 120 menit tiap minggu di alam memiliki kesehatan dan kesejahteraan psikologis yang jauh lebih baik daripada mereka yang tidak.

Waktu 120 menit dinilai sebagai ambang batas, karena waktu yang lebih singkat menunjukkan hasil yang lebih lemah.

Para peneliti juga memandang bahwa paparan terhadap alam sebagai masukan dasar untuk fungsi manusia, mekanisme pengurangan stres fisiologis hingga perhatian yang terkuras oleh tuntutan kognitif harian.

Dengan kata lain, paparan dari alam adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh sistem saraf manusia dengan cara yang tidak disediakan oleh lingkungan perkotaan.

Waktu 120 menit dinilai sebagai ambang batas, karena waktu yang lebih singkat menunjukkan hasil yang lebih lemah.

Para peneliti juga memandang bahwa paparan terhadap alam sebagai masukan dasar untuk fungsi manusia, mekanisme pengurangan stres fisiologis hingga perhatian yang terkuras oleh tuntutan kognitif harian.

Dengan kata lain, paparan dari alam adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh sistem saraf manusia dengan cara yang tidak disediakan oleh lingkungan perkotaan.(jpc)

Banyak orang menganggap bahwa kebahagiaan itu perasaan, yaitu sesuatu yang datang ketika kondisi tepat dan memudar ketika tidak. Tapi, ilmu psikologi berkata lain, kebahagiaan bukan suasana hati, melainkan hasil dari cara hidup yang terstruktur, pilihan yang dibuat secara konsisten, dan lingkungan tempat tinggal seseorang.

Untuk mendapatkan kebahagiaan sejati, ada lima kebiasaan yang menurut penelitian perlu Anda terapkan, seperti dilansir JawaPos.com (grup prokalteng.co) dari psychologytoday pada Selasa (28/7).

  1. Menginvestasikan Hubungan Anda Seolah Hidup Bergantung Padanya

Studi Harvard tentang Perkembangan Dewasa menyimpulkan bahwa kualitas hubungan memprediksi kebahagiaan, kesehatan fisik, ketahanan kognitif, dan lamanya usia seseorang yang mengungguli kekayaan, kesuksesan karier, bahkan IQ sebagai prediktor kehidupan yang baik.

Electronic money exchangers listing

Para peneliti pun menyebut kebugaran sosial sebagai perilaku kesehatan inti yang setara dengan olahraga atau tidur, karena membutuhkan konsistensi.

Kemudian, sebuah meta-analisis tahun 2015 menemukan bahwa isolasi sosial berdampak pada kesehatan yang setara dengan merokok 15 batang tiap hari.

Penelitian biologi yang terbaru juga menghubungkan kesepian dengan peradangan sistemik dan jalur penyakit.

Dengan kata lain, manusia tidak hanya bergantung secara emosional pada koneksi, namun secara fisiologis dirancang untuk itu.

  1. Lindungi Waktu Lebih Tegas daripada Uang

Dalam beberapa tahun terakhir, ilmu perilaku mengungkapkan bahwa perasaan ‘kemiskinan waktu’ menjadi perusak kesejahteraan.

Peneliti dari Harvard Business School, Ashley Whillans mendokumentasikan fenomena ini secara ekstensif dan menemukan bahwa individu yang melaporkan dirinya merasa kekurangan waktu secara kronis, seperti kewalahan, terburu-buru, atau tanpa kendali atas jam-jam harian secara konsisten mendapat skor lebih rendah untuk ukuran kepuasan hidup, pengaruh positif, dan kesehatan mental.

Baca Juga :  Jika Seseorang Diam-diam Tidak Menyukai Anda, Mereka Biasanya Akan Menunjukkan 5 Perilaku Halus Ini

Sementara itu, studi tahun 2017 yang diterbitkan di PNAS mengungkapkan bahwa menggunakan uang untuk membeli kembali waktu selaras dengan meningkatkan kesejahteraan daripada menghabiskan uang dalam jumlah yang sama untuk barang-barang material.

Jadi, kelimpahan waktu atau perasaan memiliki cukup waktu dan dapat mengarahkan bagaimana menghabiskannya adalah sumber daya kesejahteraan yang tidak dapat dibeli langsung dengan uang, tapi kadang kala dapat dibeli kembali.

  1. Cari Pengalaman yang Menantang, Bukan Hanya yang Memberikan Kenyamanan

Mungkin selama ini standar kehidupan yang baik itu menekankan kebahagiaan dan makna.

Namun, penelitian inovatif tahun 2022 yang diterbitkan dalam Psychological Review memperkenalkan wawasan lain, yakni kekayaan psikologis.

Kehidupan yang kaya secara psikologis ditandai dengan hal-hal baru, kompleksitas, pertumbuhan, dan pengalaman yang mengubah perspektif.

Ini tidak selalu mudah dan menyenangkan, tapi menghasilkan kehidupan yang mendalam, beragam, dan layak untuk dijalani.

Bahkan dalam penelitian lintas budaya, para peneliti menemukan bahwa sebagian besar orang memilih kehidupan yang kaya secara psikologis daripada kehidupan yang bahagia atau bermakna.

Orang-orang yang selalu mengedepankan kenyamanan akan menemukan ingatan yang dangkal dan mudah diganti beberapa tahun kemudian.

Sementara itu, orang yang menerima tantangan, kesulitan, dan hal-hal baru akan memiliki batin yang lebih kaya.

Jadi, sisipkan satu saja pengalaman yang menantang tiap bulan, bisa berupa sesuatu yang tidak familiar, menuntut, atau mengubah perspektif Anda.

Ketidaknyamanan jangka pendek yang Anda rasakan sering kali merupakan harga dari kehidupan yang dijalani dengan kaya.

  1. Berbelanja untuk Orang Lain, Bukan Hanya untuk Diri Sendiri

Dalam tinjauan sistematis tahun 2023, para peneliti menyimpulkan bahwa pengeluaran untuk orang lain secara konsisten menghasilkan efek positif pada kesejahteraan subjektif.

Baca Juga :  Jadikan Masa Tua Lebih Bahagia dan Bermakna, Ini Dia Mengurangi Rasa Kesepian Bagi Lansia

Berkontribusi pada orang lain akan mengaktifkan sistem penghargaan, memperkuat ikatan sosial, dan menghasilkan rasa kemandirian serta signifikansi yang tidak dapat diberikan oleh konsumsi pasif yang berpusat hanya pada diri sendiri.

Pemberian untuk orang lain dalam hal ini tidak selalu uang, tapi juga waktu, bahkan, tindakan sosial kecil yang dipraktikkan secara konsisten akan terakumulasi menjadi peningkat kesejahteraan yang bermakna.

  1. Habiskan 120 Menit Seminggu di Alam, Tanpa Terkecuali

Dari studi tahun 2019 yang diterbitkan dalam Scientific Reports menemukan bahwa mereka yang menghabiskan setidaknya 120 menit tiap minggu di alam memiliki kesehatan dan kesejahteraan psikologis yang jauh lebih baik daripada mereka yang tidak.

Waktu 120 menit dinilai sebagai ambang batas, karena waktu yang lebih singkat menunjukkan hasil yang lebih lemah.

Para peneliti juga memandang bahwa paparan terhadap alam sebagai masukan dasar untuk fungsi manusia, mekanisme pengurangan stres fisiologis hingga perhatian yang terkuras oleh tuntutan kognitif harian.

Dengan kata lain, paparan dari alam adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh sistem saraf manusia dengan cara yang tidak disediakan oleh lingkungan perkotaan.

Waktu 120 menit dinilai sebagai ambang batas, karena waktu yang lebih singkat menunjukkan hasil yang lebih lemah.

Para peneliti juga memandang bahwa paparan terhadap alam sebagai masukan dasar untuk fungsi manusia, mekanisme pengurangan stres fisiologis hingga perhatian yang terkuras oleh tuntutan kognitif harian.

Dengan kata lain, paparan dari alam adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh sistem saraf manusia dengan cara yang tidak disediakan oleh lingkungan perkotaan.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru