Dehidrasi terjadi ketika jumlah cairan yang keluar dari tubuh lebih banyak dibandingkan dengan yang masuk. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti berkeringat secara berlebihan, diare, muntah, atau kurangnya konsumsi air putih.
Apabila tidak segera diatasi, dehidrasi berisiko memicu gangguan kesehatan yang serius, termasuk kerusakan ginjal hingga kegagalan fungsi organ.
Karena itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi sangat penting untuk mendukung berbagai fungsi tubuh, membantu mengatur suhu, serta memastikan nutrisi dapat didistribusikan dengan baik.
Mengutip English Jagran, berikut lima tanda utama dehidrasi yang perlu dikenali sejak dini.
- Kulit kering
Bila kulit kehilangan kelembapannya, kulit akan menjadi kencang, bersisik, dan mudah teriritasi.
Dehidrasi mengganggu fungsi pelindung alami kulit sehingga memperburuk kondisi seperti eksim dan psoriasis.
Minum air putih yang cukup dan menjaga rutinitas hidrasi bantu mengembalikan cahaya kulit yang berseri.
- Air kencing berwarna gelap atau jarang buang air kecil
Tanda-tanda dehidrasi yang mengkhawatirkan meliputi urine berwarna gelap dan berkurangnya buang air kecil.
Ketika cairan berkurang dari tubuh, ginjal memproduksi lebih sedikit urine dan konsentrasi limbah meningkat sementara warna urine menjadi gelap.
Kurangnya buang air kecil menandakan dehidrasi parah. Memantau produksi dan warna urine bantu mengidentifikasi dehidrasi.
- Kelelahan dan pusing
Bila jumlah air atau cairan yang tersisa di dalam tubuh berkurang, tekanan darah dan pengiriman oksigen ke sel menurun, yang menyebabkan kelelahan, kelesuan, dan disorientasi.
Bahkan dehidrasi ringan dapat mengganggu fokus, ingatan, dan kinerja fisik, sementara kondisi ekstremnya dapat menyebabkan pusing.
- Sakit kepala
Sakit kepala merupakan gejala umum dehidrasi yang disebabkan oleh kontraksi sementara otak akibat kekurangan cairan.
Dehidrasi memicu jalur nyeri, yang menyebabkan sakit kepala, berdenyut, atau menusuk. Selain itu, dehidrasi ringan dapat memicu migrain.
- Kram otot
Kram otot adalah tanda lain yang terjadi ketika ketidakseimbangan elektrolit mengganggu fungsi saraf dan otot.
Kram yang disebabkan oleh dehidrasi biasanya memengaruhi otot kaki, lengan, dan perut sambil menyebabkan nyeri tajam dan menusuk. Kadar natrium, kalium, dan magnesium yang rendah memperburuk kram.(jpc)


