24.3 C
Jakarta
Friday, February 27, 2026

Fitness Enthusiast Wajib Tahu, Begini Cara Aman Jaga Otot saat Puasa

PROKALTENG.CO-Berpuasa kerap menjadi kekhawatiran bagi para fitness enthusiast, yakni individu yang memiliki minat mendalam di bidang olahraga. Tak sedikit yang cemas massa otot akan menyusut atau terlihat “kempes” akibat perubahan pola makan dan menurunnya intensitas latihan selama Ramadan.

Kondisi tersebut umumnya terjadi karena waktu latihan menjadi lebih terbatas, sementara energi tubuh pada siang hari tidak seoptimal biasanya. Meski demikian, kekhawatiran itu sebenarnya dapat diatasi dengan strategi yang tepat.

Dokter spesialis kedokteran olahraga, Caleb Leonardo Halim, menegaskan bahwa menjaga massa otot saat berpuasa tetap memungkinkan selama latihan dan asupan nutrisi diatur dengan baik. Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya @doc.calebspko, ia membagikan sejumlah tips sederhana yang bisa diterapkan.

Baca Juga :  Jangan Asal Manis! Agar Tubuh Tetap Sehat dan Kuat, Pilih Menu Buka Puasa yang Tepat

Menurut dr. Caleb, kunci pertama adalah tidak berhenti melakukan latihan beban. Banyak orang memilih “cuti” latihan selama Ramadan karena merasa lemas atau khawatir tidak kuat. Padahal, menghentikan latihan sepenuhnya justru dapat mempercepat penurunan massa otot.

“Yang pertama, kalian tetap latihan beban. Jadi jangan sampai cuti dari latihan. Tetap latihan walaupun intensitasnya ringan, bebannya lebih ringan. Itu tetap bisa mempertahankan massa otot,” tutur dr. Calleb dalam videonya.

Ia menjelaskan, beban angkatan dapat dikurangi, begitu pula durasi maupun jumlah set latihan. Fokus utama bukan pada peningkatan performa, melainkan mempertahankan stimulus pada otot agar tetap aktif. Waktu latihan bisa dijadwalkan mendekati berbuka atau setelah berbuka puasa, ketika tubuh sudah memperoleh asupan energi.

Baca Juga :  Agustiar Ingatkan Pendukungnya untuk Jaga Sikap Saling Menghargai dan Berbagi Kebaikan

Selain latihan, asupan nutrisi juga memegang peranan penting. dr. Caleb menekankan bahwa kebutuhan protein harian sebaiknya tidak dikurangi meski intensitas latihan menurun.

Electronic money exchangers listing

“Yang kedua yang tidak kala penting adalah pastikan konsumsi protein tetap tercukupi. Jadi walaupun latihannya berkurang, konsumsi proteinnya tetap harus sama,” imbuhnya.

Ia menyarankan konsumsi protein dipertahankan seperti hari biasa atau disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.

Dengan tetap berlatih secara terukur serta menjaga kecukupan protein, massa otot dapat dipertahankan selama bulan puasa. Kuncinya adalah konsistensi, penyesuaian intensitas, dan pemenuhan nutrisi yang tepat agar kebugaran tetap terjaga sepanjang Ramadan. (shf/fir/jpg)

 

PROKALTENG.CO-Berpuasa kerap menjadi kekhawatiran bagi para fitness enthusiast, yakni individu yang memiliki minat mendalam di bidang olahraga. Tak sedikit yang cemas massa otot akan menyusut atau terlihat “kempes” akibat perubahan pola makan dan menurunnya intensitas latihan selama Ramadan.

Kondisi tersebut umumnya terjadi karena waktu latihan menjadi lebih terbatas, sementara energi tubuh pada siang hari tidak seoptimal biasanya. Meski demikian, kekhawatiran itu sebenarnya dapat diatasi dengan strategi yang tepat.

Dokter spesialis kedokteran olahraga, Caleb Leonardo Halim, menegaskan bahwa menjaga massa otot saat berpuasa tetap memungkinkan selama latihan dan asupan nutrisi diatur dengan baik. Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya @doc.calebspko, ia membagikan sejumlah tips sederhana yang bisa diterapkan.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Jangan Asal Manis! Agar Tubuh Tetap Sehat dan Kuat, Pilih Menu Buka Puasa yang Tepat

Menurut dr. Caleb, kunci pertama adalah tidak berhenti melakukan latihan beban. Banyak orang memilih “cuti” latihan selama Ramadan karena merasa lemas atau khawatir tidak kuat. Padahal, menghentikan latihan sepenuhnya justru dapat mempercepat penurunan massa otot.

“Yang pertama, kalian tetap latihan beban. Jadi jangan sampai cuti dari latihan. Tetap latihan walaupun intensitasnya ringan, bebannya lebih ringan. Itu tetap bisa mempertahankan massa otot,” tutur dr. Calleb dalam videonya.

Ia menjelaskan, beban angkatan dapat dikurangi, begitu pula durasi maupun jumlah set latihan. Fokus utama bukan pada peningkatan performa, melainkan mempertahankan stimulus pada otot agar tetap aktif. Waktu latihan bisa dijadwalkan mendekati berbuka atau setelah berbuka puasa, ketika tubuh sudah memperoleh asupan energi.

Baca Juga :  Agustiar Ingatkan Pendukungnya untuk Jaga Sikap Saling Menghargai dan Berbagi Kebaikan

Selain latihan, asupan nutrisi juga memegang peranan penting. dr. Caleb menekankan bahwa kebutuhan protein harian sebaiknya tidak dikurangi meski intensitas latihan menurun.

“Yang kedua yang tidak kala penting adalah pastikan konsumsi protein tetap tercukupi. Jadi walaupun latihannya berkurang, konsumsi proteinnya tetap harus sama,” imbuhnya.

Ia menyarankan konsumsi protein dipertahankan seperti hari biasa atau disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.

Dengan tetap berlatih secara terukur serta menjaga kecukupan protein, massa otot dapat dipertahankan selama bulan puasa. Kuncinya adalah konsistensi, penyesuaian intensitas, dan pemenuhan nutrisi yang tepat agar kebugaran tetap terjaga sepanjang Ramadan. (shf/fir/jpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru

/