Bagi banyak orang, handphone telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari menjelajahi media sosial, membalas pekerjaan, bermain gim, hingga menikmati berbagai hiburan, ponsel kerap digunakan hampir sepanjang hari, termasuk menjelang waktu tidur.
Berbagai penelitian mengungkap bahwa penggunaan layar pada malam hari memiliki kaitan erat dengan kualitas tidur serta kondisi kesehatan fisik dan mental. Dampaknya tidak hanya dipengaruhi oleh lamanya penggunaan, tetapi juga waktu mengakses layar, paparan cahaya biru, hingga jenis konten yang dikonsumsi yang dapat memengaruhi kerja otak.
Mengutip NDTV, berikut tujuh bahaya menggunakan handphone sebelum tidur yang perlu diwaspadai karena dapat berdampak pada kesehatan tubuh.
- Gangguan tidur
Ponsel memancarkan cahaya biru, yang meniru cahaya siang hari dan menekan produksi melatonin, hormon yang memberi tahu otak Anda bahwa sudah waktunya untuk tidur.
Beberapa studi telah menunjukkan bahwa paparan cahaya layar sesaat sebelum tidur menunda timbulnya rasa kantuk dan mengurangi kualitas istirahat, membuat orang gelisah dan sulit tidur lebih lama.
- Anda kehilangan waktu tidur
Mereka yang menggunakan layar rata-rata tidur kurang dari delapan menit per malam dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakannya sekaligus tidur dengan gelisah.
Bahkan kehilangan waktu tidur yang tampaknya kecil pun dapat menumpuk dan menyebabkan kekurangan tidur kronis selama berminggu-minggu.
- Meningkatnya kemungkinan insomnia
Sebuah studi menemukan bahwa setiap jam menatap layar saat berada di tempat tidur meningkatkan kemungkinan gejala insomnia hampir 60 persen dan mengurangi sekitar 24 menit waktu tidur.
Itu bukan hanya kesulitan tertidur, tetapi juga perubahan kemampuan tubuh Anda untuk mengatur tidur secara andal.
- Kurang tidur memengaruhi kesehatan mental
Beberapa studi mengaitkan penggunaan ponsel di malam hari dengan peningkatan stres, kecemasan, dan gejala depresi, terutama jika kualitas tidur buruk.
Ini seperti lingkaran setan, main handphone mengganggu tidur, kurang tidur meningkatkan stres dan kecemasan, pada gilirannya dapat menyebabkan lebih banyak aktivitas berselancar di media sosial hingga larut malam.
- Kecemasan dan gangguan emosional
Studi menemukan bahwa penggunaan ponsel sebelum tidur berkorelasi positif dengan gejala kecemasan seperti gelisah, khawatir, mudah tersinggung, dan kesulitan rileks.
Konten larut malam, baik berupa unggahan media sosial maupun notifikasi dapat memicu stimulasi berlebihan tepat sebelum pikiran seharusnya mulai rileks.
- Potensi dampak terhadap berat badan
Studi menunjukkan bahwa gangguan tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur nafsu makan, metabolisme glukosa, dan penggunaan energi.
Kurang tidur dikaitkan dengan indeks massa tubuh yang lebih tinggi dan ketidaknormalan metabolisme, sebagian karena ketidakseimbangan hormon seperti penurunan melatonin.
Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan penambahan berat badan dan risiko penyakit metabolik yang lebih tinggi.
- Efek kognitif
Kurang tidur yang terus-menerus mengganggu fokus, konsolidasi memori, dan pemrosesan kognitif, yaitu pembersihan mental yang dilakukan otak Anda di malam hari.
Kurang tidur juga meningkatkan rasa kantuk di siang hari, mudah marah, dan mengurangi produktivitas.(jpc)


