Penelitian psikologi warna menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk memetakan apa yang terjadi di dalam otak ketika warna-warna tertentu memasuki bidang visual dan warna yang paling sering muncul adalah warna-warna yang dipilih oleh orang-orang kreatif.
Dilansir JawaPos.com (grup prokalteng.co) dari collectiveworld pada Senin (22/6), inilah lima warna yang paling disukai orang kreatif. Cek apakah warna favorit Anda termasuk salah satunya?
- Hijau
Warna hijau berada di tengah spektrum tampak yang diproses oleh mata dengan upaya yang lebih sedikit daripada warna lain.
Penelitian dalam psikologi lingkungan menyebutkan bahwa warna hijau secara konsisten memulihkan.
Warna hijau adalah warna untuk proses yang panjang di tengah-tengah.
Maksudnya, mampu membangun kembali kualitas perhatian spesifik yang terkuras oleh pekerjaan kreatif yang panjang.
Misalnya para ilustrator yang mengisi buku sketsa selama berbulan-bulan, penulis yang tidak menunjukkan halaman kepada siapa pun sampai semuanya siap, atau komposer yang membutuhkan sesuatu yang hidup di ruangan sebelum dapat mendengar musik dengan jelas.
Ibarat orang lelah yang langsung duduk di sofa.
- Kuning
Warna kuning mampu mengaktifkan mental dengan cara berbeda dari warna lainnya.
Penelitian mengaitkannya dengan rasa ingin tahu yang tinggi dan asosiasi spontan, yakni kondisi kognitif yang terbuka dan mudah terbakar yang menghasilkan ide-ide baru lebih cepat dari yang dapat ditindaklanjuti oleh orang rasional.
Energi yang dihasilkan warna kuning lebih pada penyalaan daripada pembakaran yang lama.
Jadi, Anda cenderung menemukannya di ruang kerja mereka dengan tujuh belas proyek setengah jadi dan antusiasme yang tulus untuk setiap proyek, mereka yang mendapatkan ide baru di tengah-tengah menjelaskan ide terakhir, atau mereka yang mejanya terlihat seperti tabrakan dan bencana alam kecil.
- Ungu
Warna ungu berada di ujung terluar spektrum tampak dan satu langkah dari frekuensi yang sama sekali tidak dapat dijangkau oleh mata manusia.
Para peneliti menggambarkan warna ungu sebagai jembatan antara analitis dan intuitif.
Membuat warna ini mengalir melalui karya orang-orang yang beroperasi diantara apa yang ada saat ini dan apa yang belum ada.
Warna ungu cenderung menghasilkan reaksi yang kuat daripada reaksi yang ringan.
- Biru
Lingkungan biru menghasilkan output kreatif yang jauh lebih orisinal daripada lingkungan merah, demikian yang diungkapkan oleh sebuah studi dari Universitas British Columbia pada tahun 2009.
Bukan karena warna biru merangsang, tapi karena warna ini membuka.
Maksudnya, cukup menenangkan sistem saraf untuk menghasilkan keadaan ketersediaan mental yang tidak terburu-buru yang secara aktif dihalangi oleh urgensi.
Warna biru memberi penghargaan kepada mereka yang dapat mentolerir ketidakpastian atau mereka yang sedang menunggu jawaban yang tepat.
Pola pikir yang didukung warna biru adalah pola pikir yang membutuhkan ruang dan menolak untuk terburu-buru.
Biru adalah alasan mengapa hal terbaik di ruangan terkadang datang dari orang yang paling sedikit bicara.
- Orange
Warna orange paling mengaktifkan secara sosial.
Penelitian mengaitkannya dengan peningkatan oksigenasi otak dan kualitas antusiasme yang bergerak keluar daripada membara secara pribadi ke dalam.
Itu sebabnya warna orange sering dijadikan warna dinding pada ruangan yang dirancang supaya orang-orang dapat membuat sesuatu secara bersama-sama.
Warna orange tidak hanya memengaruhi orang yang melihatnya.
Tapi warna ini juga mengubah apa yang mungkin terjadi diantara orang-orang, meningkatkan suhu ruangan, mengubah pertemuan menjadi sesi, dan sesi menjadi sesuatu yang tidak direncanakan oleh siapa pun yang terlibat.
Orange selalu hadir dalam setiap kolaborasi dimana tak seorang pun dapat mengingat dengan pasti siapa yang pertama kali memiliki ide atau setiap proyek yang menghasilkan sesuatu yang tidak mungkin dibuat oleh siapa pun sendirian. Warna ini terasa hangat dan akan selalu begitu.(jpc)


