Hidup memang selalu penuh dengan kesibukan atau tugas-tugas yang tidak bisa ditinggalkan. Entah itu mengejar target kerja, mengejar kesejahteraan finansial, atau menyelesaikan tanggung jawab keluarga.
Tak jarang banyak orang merasakan kelelahan karena kesibukan yang mereka lakukan setiap harinya. Bahkan ada beberapa orang yang mengabaikan tanda kelelahan yang dikirimkan tubuh mereka karena sulit menyesuaikan waktu istirahat.
Dan jika seseorang terus memaksakan diri untuk tetap produktif, tanpa menyadari batasan tubuh, itu bisa menjadi tanda bahaya.
Ini karena orang yang kelelahan secara berlebihan akan susah untuk mendapatkan ketenangan dan menikmati waktu istirahat.
Ketika stres menumpuk tanpa adanya jeda, tubuh kita tidak akan tinggal diam, karena tubuh selalu akan mengirimkan sinyal-sinyal bahaya.
Dilansir dari Your Tango, ada sembilan tanda bahwa tubuh kita telah merasakan kelelahan berlebihan dan butuh istirahat total.
- Lelah Tidak Hilang Meski Sudah Tidur
Tanda tubuh dan pikiran telah mengalami kelelahan berlebihan adalah tidur tidak nyenyak dan selalu terlihat lelah.
Jika kita tetap merasa lunglai, mengantuk, dan kehabisan energi di pagi hari meski sudah tidur selama tujuh hingga delapan jam, segeralah mulai memprioritaskan diri sendiri.
Ini adalah gejala utama kelelahan berlebihan yang banyak orang abaikan karena dianggap sebagai kelelahan biasa.
Beberapa penelitian menjelaskan bahwa ini adalah kelelahan akibat stres kronis yang tidak bisa disembuhkan hanya dengan tidur semalam.
Ini karena sistem saraf kita yang terlalu tegang membutuhkan waktu libur atau istirahat mental dari pemicu stres utama untuk bisa benar-benar pulih.
- Gangguan Pencernaan atau Perut Tiba-Tiba
Jika kita sering merasa tidak enak di bagian perut atau pencernaan secara tiba-tiba, itu bisa saja tanda kelelahan.
Ini karena terdapat hubungan antara otak dan saluran pencernaan kita, sehingga menjadi tanda bahwa tubuh dan pikiran kita lelah.
Jika kita sering mengalami sakit perut, mual, kembung, atau perubahan nafsu makan secara mendadak tanpa alasan medis yang jelas, bisa jadi itu adalah alarm stres.
Oleh karena itu, penyakit lambung dan pencernaan merupakan reaksi fisik yang paling umum dialami oleh orang yang mengalami kelelahan mental akut.
- Sulit Fokus atau Tidak Bisa Berpikir Jernih
Kelelahan membuat seseorang merasa kesulitan untuk menjaga fokus dan tidak bisa berpikir jernih.
Dan jika kita pernah merasa linglung, sulit mengingat hal sederhana, atau mendadak kewalahan saat mengerjakan tugas, itu bisa jadi tanda kelelahan.
Kondisi ini membuat seseorang sulit untuk merasa santai atau bahagia karena kelelahan yang terlalu berlebihan.
Ketika stres kronis mengunci tubuh kita dalam mode bertahan hidup, energi otak kita cenderung habis terkuras.
Ini bisa berakibat pada fungsi kognitif kita hingga dapat melambat karena otak kehabisan daya untuk berpikir jernih.
- Mati Rasa secara Emosional
Mati rasa emosional adalah sebuah tanda bahwa tubuh kita sedang menetapkan pertahanan terakhir dari otak yang sudah terlalu lelah.
Ciri utamanya adalah kita mulai kehilangan minat pada pekerjaan, tidak lagi merasa termotivasi.
Atau bahkan kita mulai merasa asing dan dingin terhadap orang-orang tercinta di sekitar yang kita sayangi.
Ini karena pekerja yang menyebabkan kelelahan emosional membuat kita mati rasa dan kehilangan empati.
- Menjadi Sangat Sensitif, Mudah Marah, atau Tersinggung
Saat cadangan energi mental dan fisik kita berada di angka nol, ambang toleransi kita terhadap masalah kecil akan menurun drastis.
Bahkan hal-hal sepele yang biasanya bisa kita maklumi bisa menjadi faktor penyulut emosi kita.
Entah seperti salah ketik rekan kerja atau kemacetan di jalan, yang dapat memicu ledakan emosi atau rasa frustasi yang besar.
Sifat reaktif ini adalah cara tubuh kita untuk memberikan tanda dan menunjukkan bahwa kita perlu istirahat total.
- Selalu Merasa Cemas dan Khawatir Tanpa Alasan
Jika kita terus-menerus merasa gelisah, gugup, atau mencemaskan hal buruk yang belum tentu terjadi, itu tanda bahwa kita kelelahan berlebihan.
Ini karena hormon kortisol (hormon stres) di tubuh kita kemungkinan sedang melonjak tinggi.
Jadi, tingkat kecemasan yang konstan ini sangat berbahaya bagi kesehatan jangka panjang jika diabaikan.
Bahkan jika terus diabaikan dapat memicu detak jantung tidak teratur, sesak napas, hingga penurunan sistem imun secara drastis.
- Tubuh Terasa Pegal dan Nyeri
Stres emosional seringkali menjadi tanda yang diberikan oleh tubuh menjadi rasa sakit fisik yang sulit diobati dengan istirahat.
Ini karena ketegangan otot sangat erat kaitannya dengan kelelahan kerja yang berlebihan hingga sulit untuk beristirahat.
Tanda yang sering dialami adalah sakit kepala harian, rahang yang menegang saat tidur, nyeri leher, serta punggung kaku.
Oleh karena itu, jangan abaikan tanda ini karena bukti nyata bahwa tubuh kita sedang dalam kondisi tegang dan tidak tahu lagi caranya rileks.
- Tidak Bisa Melakukan Perawatan Diri
Ketika kelelahan berlebihan, tubuh kita akan memberikan tanda dengan beralih menjadi depresi ringan. Bahkan ini membuat aktivitas mendasar seperti mandi, menyikat gigi, atau memasak makanan sehat akan terasa seperti beban yang sangat berat.
- Menarik atau Mengisolasi Diri dari Lingkungan Sosial
Saat kelelahan berlebihan, bertemu dengan teman atau sekadar membalas pesan di grup WhatsApp yang biasanya menyenangkan bisa menjadi sulit.
Bahkan bisa saja berubah menjadi sebuah kewajiban yang melelahkan karena kita tidak memiliki energi sosial.
Ini karena kita terus merasa cemas, enggan, atau bahkan merasa bersalah karena mengisolasi diri.
Kita perlu tahu bahwa menarik diri karena lelah ini justru seringkali membuat pusaran stres menjadi semakin parah akibat hilangnya sistem dukungan.(jpc)


