Mendengarkan adalah keterampilan penting dalam berbagai aspek kehidupan, apakah itu saat mendukung orang terdekat yang sedang menghadapi masalah kesehatan, berinteraksi dengan rekan kerja, atau dalam hubungan keluarga.
Sayangnya, banyak dari kita yang merasa kita kurang terampil dalam hal mendengarkan. Dengan menunjukkan bahwa kita benar-benar mendengarkan, orang yang berbicara dengan kita akan merasa lebih dihargai, dan kita juga akan memperoleh lebih banyak manfaat dari percakapan tersebut.
Tindakan ini dikenal sebagai mendengarkan aktif yang dapat membantu mencegah kesalahpahaman dan mengurangi potensi konflik. Dikutip dari bhf.org.uk, berikut ini beberapa tips menjadi pendengar yang baik supaya lawan bicara merasa dipahami, salah satunya hindari menyela pembicaraan.
- Memakai kontak mata
Hadapilah pembicara dan lakukan kontak mata, sebab cari ini merupakan elemen penting dalam percakapan langsung. Akan tetapi, terlalu banyak kontak mata bisa membuat dirimu merasa canggung, jadi sesuaikan durasinya dengan situasi yang ada.
Lepaskan kontak mata setiap lima detik atau lebih. Dalam menunjukkan perhatian, tatap satu mata selama lima detik, pindah ke mata lainnya, lalu alihkan pandangan ke mulut pembicara. Ketika mengalihkan pandangan, lebih baik melihat ke samping atau ke atas, daripada ke bawah yang bisa memberi kesan ingin mengakhiri percakapan.
Selain itu, pastikan postur tubuhmu terbuka dan tidak menyilangkan lengan atau kaki, di mana ini bisa memberi kesan defensif atau tertutup. Mencondongkan tubuh sedikit ke depan atau ke samping saat duduk bisa menunjukkan bahwa kamu mendengarkan, begitu pula dengan sedikit memiringkan kepala atau menyandarkan kepala di tanganmu.
- Perhatikan isyarat non-verbal
Ekspresi wajah, nada suara, dan gerakan tubuh umumnya memberikan informasi yang sama pentingnya dengan kata-kata yang diucapkan. Perhatikan bahasa tubuh lawan bicaramu apakah dia tersenyum atau menyilangkan tangan sebagai tanda bertahan.
Selain itu, lihat apabila mereka mengucek matanya yang dapat menunjukkan kelelahan atau kekesalan. Bahkan saat berbicara lewat telepon, suara lawan bicara bisa memberikan banyak petunjuk, apakah terdengar lembut, ceria, atau mungkin menunjukkan perasaan lainnya.
- Jangan menyela
Mengganggu percakapan dapat membuat orang lain merasa frustrasi, karena hal itu memberi kesan bahwa kamu menganggap dirimu lebih penting atau tidak punya waktu dalam mendengarkan apa yang ingin mereka katakan.
Jika kamu cenderung berbicara atau berpikir cepat, upayakan guna memperlambat tempo bicaramu agar orang lain punya waktu untuk mengungkapkan pendapat mereka. Ingat, diam sejenak selama beberapa detik tidak berartimu harus segera bertindak.
Memberikan ruang bagi orang lain berbicara akan membantumu lebih memahami pesan mereka. Bahkan interupsi yang merespons pernyataan mereka bisa mengganggu, terutama apabila itu mengalihkan percakapan dari apa yang sebenarnya hendak mereka sampaikan.
- Dengarkan tanpa menghakimi
Jika kamu mulai merespons secara emosional terhadap apa yang sedang dikatakan, hal itu bisa menghalangi kemampuan dirimu dalam menjadi seorang pendengar yang baik dan menangkap apa yang akan disampaikan berikutnya.
Cobalah tetap fokus pada proses mendengarkan tanpa membuat asumsi mengenai apa yang akan dikatakan selanjutnya. Jangan terburu-buru menyimpulkan atau menginterupsi, namun beri perhatian penuh pada setiap kata yang diucapkan supaya benar-benar memahami maksud pembicara.
- Jangan memaksa pendapat atau solusimu
Meskipun tidak mudah, mendengarkan dan memberi dukungan lebih bermanfaat dibanding memberikan saran. Ketika orang terdekat menghadapi masalah kesehatan, mereka lebih butuh berbicara tentang perasaan mereka daripada mendengar nasihat. Begitu pula, dalam banyak situasi, kebanyakan orang lebih memilih menemukan solusi mereka sendiri.
- Perlihatkan jika kamu mendengarkan lawan bicara
Anggukkan kepala, tersenyumlah, dan berikan respons singkat seperti “ya” atau “uh-huh” guna menunjukkan bahwa kamu sedang mendengarkan dan memberi dorongan agar pembicara melanjutkan. Hindari melihat jam tangan, tampak gelisah, atau bermain dengan rambut atau kukumu, sebab hal itu dapat memberi kesan bahwa kamu tidak benar-benar fokus pada percakapan.
- Tetap fokus
Apabila kamu kesulitan fokus pada pembicaraan, coba ulangi kata-kata mereka dalam pikiranmu saat mereka berbicara. Ini akan membantu memperkuat pemahamanmu dan meningkatkan konsentrasi. Upayakan mengabaikan gangguan, seperti percakapan lain di sekitarmu dan hindari melihat ponselmu.
- Lakukan refleksi
Proses ini yang sering dikenal sebagai refleksi, melibatkan pengulangan apa yang telah dikatakan untuk menegaskan bahwa kamu memahaminya. Walaupun bisa terasa canggung di awal, cara ini justru menunjukkan bahwa kamu benar-benar mendengarkan, serta memberi kesempatan pada pembicara untuk mengoreksi apabila ada pemahaman yang salah.(jpc)