Banyak hubungan terasa mandek bukan karena kurang cinta, tetapi karena tidak punya arah yang jelas.
Pasangan sering berjalan bersama tanpa benar-benar menyepakati ke mana mereka ingin melangkah, sehingga perbedaan kecil pun mudah berubah menjadi sumber konflik.
Pasangan yang hubungannya sehat dan bertahan lama biasanya memandang tujuan sebagai alat untuk menyatukan langkah, bukan sebagai beban. Mereka memilih sasaran yang realistis, fleksibel, dan disepakati bersama.
Berikut 3 jenis tujuan hubungan yang biasanya didekati secara berbeda oleh pasangan yang sukses seperti dirangkum dari laman Your Tango!
- Tujuan Keluarga yang Disepakati Bersama
Perbedaan pandangan soal keluarga sering menjadi sumber ketegangan dalam hubungan. Karena itu, pasangan yang solid biasanya duduk bersama untuk menetapkan tujuan keluarga, setidaknya untuk satu tahun ke depan.
Tujuan ini membantu semua anggota keluarga merasa punya arah dan peran, bukan sekadar menjalani rutinitas harian.
Melibatkan anak-anak dalam proses ini juga bisa menjadi pengalaman yang bermakna. Dengan mengajak mereka berdiskusi dan bertukar ide, kamu bisa memahami minat, impian, atau hal-hal yang ingin mereka coba.
Tujuan sederhana seperti membuat kebun keluarga, menjalankan kegiatan sosial bersama, atau proyek kecil di rumah dapat memperkuat rasa kebersamaan dan membuat keluarga lebih kompak.
- Tujuan Keuangan yang Jujur dan Realistis
Masalah keuangan seringkali dihindari karena terasa rumit atau bisa ditunda. Padahal, pasangan yang berhasil justru berani membicarakannya lebih awal dan secara terbuka. Mereka menyadari bahwa ketidakpastian masa depan membuat perencanaan keuangan menjadi semakin penting.
Alih-alih menunggu waktu “yang tepat”, pasangan ini memilih duduk bersama untuk mengevaluasi kondisi keuangan mereka. Apa yang sudah berjalan baik, apa yang perlu diperbaiki, dan kebiasaan mana yang sebaiknya diubah.
Dengan menyepakati tujuan keuangan secara bersama, kamu dan pasangan bisa mengurangi potensi konflik sekaligus membangun rasa aman dalam hubungan.
- Tujuan Menyenangkan yang Menjaga Kedekatan
Di awal hubungan, kesenangan biasanya hadir secara alami. Namun, seiring bertambahnya tanggung jawab, pekerjaan, anak, dan urusan rumah tangga, waktu untuk bersenang-senang sering terabaikan.
Pasangan yang sukses menyadari bahwa kesenangan bukan kemewahan, melainkan kebutuhan dalam hubungan.
Menetapkan tujuan yang menyenangkan, seperti mencoba hobi baru atau aktivitas rutin berdua, dapat memperkuat ikatan emosional, memperlancar komunikasi, dan membantu menyelesaikan konflik dengan lebih sehat.
Namun, penting juga untuk memilih kegiatan yang tidak memicu persaingan berlebihan. Jika kesenangan berubah menjadi ajang menang-kalah, tujuan yang seharusnya mendekatkan justru bisa memicu pertengkaran.
Pilih aktivitas yang membuat kalian berdua merasa optimis dan nyaman. Pastikan tujuannya cukup fleksibel agar tidak menimbulkan rasa gagal jika tidak berjalan sempurna.
Tujuan yang terlalu kaku justru berisiko membuat kamu dan pasangan saling menyalahkan, sementara tujuan yang lentur memberi ruang untuk tumbuh bersama.(jpc)


