26.1 C
Jakarta
Sunday, January 18, 2026

Kebiasaan Canggung Sering Dilakukan Para Jomblo di Aplikasi Kencan Membuat Mereka Tetap Sendiri

Banyak orang mengira bahwa semakin dewasa, semakin matang pula cara seseorang mencari pasangan.Namun kenyataannya, justru di usia 40-an, banyak orang terjebak pada kebiasaan yang tanpa disadari merusak peluang cinta mereka sendiri.

Mulai dari cara menulis profil hingga cara bersikap saat chatting dan kencan pertama, ada pola-pola yang terlihat sepele, tapi berdampak besar.

Dikutip dari laman Global English Editing, Rabu (14/01), berikut ini sembilan kebiasaan canggung yang sering dilakukan para jomblo usia 40-an di aplikasi kencan dan mengapa itu membuat mereka tetap sendiri.

  1. Menulis profil seperti novel

Alih-alih ringkas dan menarik, sebagian orang menulis bio seperti autobiografi lengkap. Profil sepanjang ratusan kata tentang perceraian, karier, dan rencana hidup lima tahun ke depan justru membuat orang malas membaca. Sedikit misteri jauh lebih menarik daripada terlalu banyak informasi.

  1. Menggunakan foto jadul yang tidak relevan

Mengunggah foto dari 10–15 tahun lalu sama saja dengan “iklan palsu”. Keaslian jauh lebih menarik daripada mencoba terlihat seperti versi diri di masa lalu. Orang ingin bertemu dengan siapa Anda sekarang, bukan siapa Anda dulu.

  1. Membuka profil dengan “bagasi emosional”
Baca Juga :  Perilaku Halus yang Dimiliki Orang Jomblo Tapi Mereka Sangat Bahagia

Menulis “baru bercerai, punya dua anak, mantan menyebalkan, trauma, tapi siap mencari cinta” bukanlah pembuka yang ideal. Kerentanan itu penting, tapi tempatnya bukan di bio profil. Simpan cerita dalam untuk saat hubungan sudah mulai terbangun.

  1. Daftar kriteria seperti kontrak kerja

“Harus tinggi, mapan, pintar, romantis, suka traveling, tapi juga rumahan.” Semakin panjang daftar tuntutan, semakin kecil peluang bertemu orang yang cocok. Banyak hubungan terbaik justru lahir dari ketidaksempurnaan.

Electronic money exchangers listing
  1. Langsung menghilang karena kesalahan kecil

Salah ketik, telat membalas, atau memilih tempat ngopi yang biasa saja sering jadi alasan untuk ghosting. Di usia 40-an, semua orang punya keunikan dan masa lalu. Jika menunggu yang sempurna, Anda bisa menunggu selamanya.

  1. Masih bermain “jual mahal” seperti usia 20-an
Baca Juga :  Stres Kelamaan Jomblo, Pria Ini Jalan Kaki 3 Km Setiap Hari

Sengaja lama membalas, berpura-pura sibuk, atau bersikap dingin agar terlihat misterius sudah tidak relevan. Di usia ini, sikap seperti itu justru dianggap tidak tertarik atau tidak dewasa.

  1. Mengubah kencan pertama seperti wawancara kerja

Menanyakan rencana lima tahun, kondisi keuangan, atau latar belakang keluarga secara intens bisa membunuh suasana. Kencan seharusnya terasa menyenangkan, bukan seperti tes seleksi.

  1. Menolak siapa pun yang mirip mantan

Hanya karena seseorang punya profesi, hobi, atau zodiak yang sama dengan mantan, bukan berarti ia akan mengulang cerita lama.

  1. Mengharapkan cinta instan

Banyak yang menolak calon pasangan hanya karena tidak ada “getaran” di awal. Padahal cinta sejati sering tumbuh perlahan lewat perhatian kecil dan konsistensi, bukan ledakan emosi sesaat.(jpc)

Banyak orang mengira bahwa semakin dewasa, semakin matang pula cara seseorang mencari pasangan.Namun kenyataannya, justru di usia 40-an, banyak orang terjebak pada kebiasaan yang tanpa disadari merusak peluang cinta mereka sendiri.

Mulai dari cara menulis profil hingga cara bersikap saat chatting dan kencan pertama, ada pola-pola yang terlihat sepele, tapi berdampak besar.

Dikutip dari laman Global English Editing, Rabu (14/01), berikut ini sembilan kebiasaan canggung yang sering dilakukan para jomblo usia 40-an di aplikasi kencan dan mengapa itu membuat mereka tetap sendiri.

Electronic money exchangers listing
  1. Menulis profil seperti novel

Alih-alih ringkas dan menarik, sebagian orang menulis bio seperti autobiografi lengkap. Profil sepanjang ratusan kata tentang perceraian, karier, dan rencana hidup lima tahun ke depan justru membuat orang malas membaca. Sedikit misteri jauh lebih menarik daripada terlalu banyak informasi.

  1. Menggunakan foto jadul yang tidak relevan

Mengunggah foto dari 10–15 tahun lalu sama saja dengan “iklan palsu”. Keaslian jauh lebih menarik daripada mencoba terlihat seperti versi diri di masa lalu. Orang ingin bertemu dengan siapa Anda sekarang, bukan siapa Anda dulu.

  1. Membuka profil dengan “bagasi emosional”
Baca Juga :  Perilaku Halus yang Dimiliki Orang Jomblo Tapi Mereka Sangat Bahagia

Menulis “baru bercerai, punya dua anak, mantan menyebalkan, trauma, tapi siap mencari cinta” bukanlah pembuka yang ideal. Kerentanan itu penting, tapi tempatnya bukan di bio profil. Simpan cerita dalam untuk saat hubungan sudah mulai terbangun.

  1. Daftar kriteria seperti kontrak kerja

“Harus tinggi, mapan, pintar, romantis, suka traveling, tapi juga rumahan.” Semakin panjang daftar tuntutan, semakin kecil peluang bertemu orang yang cocok. Banyak hubungan terbaik justru lahir dari ketidaksempurnaan.

  1. Langsung menghilang karena kesalahan kecil

Salah ketik, telat membalas, atau memilih tempat ngopi yang biasa saja sering jadi alasan untuk ghosting. Di usia 40-an, semua orang punya keunikan dan masa lalu. Jika menunggu yang sempurna, Anda bisa menunggu selamanya.

  1. Masih bermain “jual mahal” seperti usia 20-an
Baca Juga :  Stres Kelamaan Jomblo, Pria Ini Jalan Kaki 3 Km Setiap Hari

Sengaja lama membalas, berpura-pura sibuk, atau bersikap dingin agar terlihat misterius sudah tidak relevan. Di usia ini, sikap seperti itu justru dianggap tidak tertarik atau tidak dewasa.

  1. Mengubah kencan pertama seperti wawancara kerja

Menanyakan rencana lima tahun, kondisi keuangan, atau latar belakang keluarga secara intens bisa membunuh suasana. Kencan seharusnya terasa menyenangkan, bukan seperti tes seleksi.

  1. Menolak siapa pun yang mirip mantan

Hanya karena seseorang punya profesi, hobi, atau zodiak yang sama dengan mantan, bukan berarti ia akan mengulang cerita lama.

  1. Mengharapkan cinta instan

Banyak yang menolak calon pasangan hanya karena tidak ada “getaran” di awal. Padahal cinta sejati sering tumbuh perlahan lewat perhatian kecil dan konsistensi, bukan ledakan emosi sesaat.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru