Wastra Nusantara Jadi Gaya Busana Kasual Anak Muda Indonesia

Kesan kaku dan terlalu formal pada kain tradisional kini perlahan memudar di mata anak muda. Wastra Nusantara mulai dari batik, tenun Pahikung, hingga lurik, kian diminati sebagai bagian dari gaya busana harian generasi Z hingga generasi milenial.

Batik telah menjadi bagian penting Indonesia di mata dunia. Batik bahkan sudah diakui sebagai warisan tak benda oleh Unesco pada 2 Oktober 2009. Dan kini, setiap 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Nah, tingginya tren busana wastra oleh muda-mudi tanah air diungkapkan Desainer Elegan Batik, Nurul Sihabudin. Nurul mengungkapkan, saat ini apresiasi anak muda terhadap kain nusantara mengalami peningkatan positif. Kendati demikian, edukasi dan inovasi desain tetap harus terus digenjot agar wastra semakin dekat dengan aktivitas keseharian mereka.

Baca Juga :  Barbie Awliya Berjuang Agar Wastra Nusantara Dapat Diterima dan Dicintai Secara Global

“Tren fashion saat ini semuanya menggemari wastra Nusantara. Maka dari itu kami berusaha menampilkan wastra yang modern dan berkarakter untuk anak muda hingga segala usia, baik untuk acara formal maupun non-formal,” ujar Nurul di Surabaya, Minggu (11/10).

Nurul mengungkapkan, pakaian berbahan wastra Nusantara yang paling digemari anak muda adalah koleksi berkonsep kasual-modern. Di antaranya dengan memadukan kombinasi kain lurik dan tenun Pahikung yang disulap menjadi busana serbaguna.

Untuk lini pakaian pria, misalnya, dikembangkan jaket stylish berbahan dasar lurik dan tenun Pahikung. Sementara untuk wanita, dihadirkan outer-outer cantik yang dipadupandakan dengan bawahan kain panjang yang dililit menyerupai celana.

“Jadi outer atau jaketnya itu kalau dipakai nongkrong di kafe masih sangat oke. Kain batik atau tenun bisa dipasangkan simpel dengan celana jeans dan atasan kaos putih,” paparnya.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Perawatan Kombinasi untuk Kulit Lebih Sehat dan Awet Muda

Dilihat dari segi warna, Nurul mengungkapkan, palet monokrom serta earth tone yang saat ini menjadi warna favorit dan paling dicari oleh konsumen muda.(jpc)

Kesan kaku dan terlalu formal pada kain tradisional kini perlahan memudar di mata anak muda. Wastra Nusantara mulai dari batik, tenun Pahikung, hingga lurik, kian diminati sebagai bagian dari gaya busana harian generasi Z hingga generasi milenial.

Batik telah menjadi bagian penting Indonesia di mata dunia. Batik bahkan sudah diakui sebagai warisan tak benda oleh Unesco pada 2 Oktober 2009. Dan kini, setiap 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Nah, tingginya tren busana wastra oleh muda-mudi tanah air diungkapkan Desainer Elegan Batik, Nurul Sihabudin. Nurul mengungkapkan, saat ini apresiasi anak muda terhadap kain nusantara mengalami peningkatan positif. Kendati demikian, edukasi dan inovasi desain tetap harus terus digenjot agar wastra semakin dekat dengan aktivitas keseharian mereka.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Barbie Awliya Berjuang Agar Wastra Nusantara Dapat Diterima dan Dicintai Secara Global

“Tren fashion saat ini semuanya menggemari wastra Nusantara. Maka dari itu kami berusaha menampilkan wastra yang modern dan berkarakter untuk anak muda hingga segala usia, baik untuk acara formal maupun non-formal,” ujar Nurul di Surabaya, Minggu (11/10).

Nurul mengungkapkan, pakaian berbahan wastra Nusantara yang paling digemari anak muda adalah koleksi berkonsep kasual-modern. Di antaranya dengan memadukan kombinasi kain lurik dan tenun Pahikung yang disulap menjadi busana serbaguna.

Untuk lini pakaian pria, misalnya, dikembangkan jaket stylish berbahan dasar lurik dan tenun Pahikung. Sementara untuk wanita, dihadirkan outer-outer cantik yang dipadupandakan dengan bawahan kain panjang yang dililit menyerupai celana.

“Jadi outer atau jaketnya itu kalau dipakai nongkrong di kafe masih sangat oke. Kain batik atau tenun bisa dipasangkan simpel dengan celana jeans dan atasan kaos putih,” paparnya.

Baca Juga :  Perawatan Kombinasi untuk Kulit Lebih Sehat dan Awet Muda

Dilihat dari segi warna, Nurul mengungkapkan, palet monokrom serta earth tone yang saat ini menjadi warna favorit dan paling dicari oleh konsumen muda.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru