SAHUR adalah aktivitas yang sangat krusial dalam rangkaian pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadan.
Selain mendapatkan pahala bagi yang melaksanakannya karena merupakan bagian dari sunah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, sahur juga berfungsi sebagai fondasi untuk mempertahankan cadangan energi, menjaga daya fokus, serta menyeimbangkan kadar gula dalam darah selama seharian penuh berpuasa.
Namun, sangat penting bagi setiap individu untuk tidak sembarangan dalam memilih asupan makanan saat sahur, karena terdapat beberapa kategori hidangan yang jika dikonsumsi justru akan mempercepat munculnya rasa lapar serta dahaga di tengah ibadah.
Berikut adalah rincian mengenai jenis-jenis asupan yang perlu diwaspadai:
- Teh Manis
Banyak masyarakat di Indonesia, menyeduh teh manis sudah menjadi tradisi saat bersantap sahur.
Namun faktanya, mengonsumsi asupan yang mengandung kadar gula tinggi sangat tidak disarankan pada waktu tersebut.
Karena lonjakan kadar gula darah akan memicu pelepasan hormon insulin secara masif, yang kemudian mengakibatkan kadar glukosa merosot di bawah ambang batas normal.
Kondisi inilah yang menjadi pemicu munculnya rasa haus, letih, hingga kantuk yang berlebihan.
Lebih jauh lagi, teh memiliki karakteristik diuretik yang mendorong frekuensi buang air kecil meningkat.
Kehilangan banyak cairan melalui urine ini berisiko membuat tubuh mengalami dehidrasi sehingga rasa haus akan lebih cepat datang.
- Mi Instan
Hidangan yang memiliki memiliki rasa terlalu asin juga merupakan jenis makanan yang harus dibatasi penggunaannya selama Ramadan.
Ketidakseimbangan kadar natrium yang disebabkan oleh makanan asin dapat menghambat proses penyerapan cairan di dalam tubuh.
Dampaknya, seseorang akan merasa lebih cepat haus selama menjalani puasa.
Maka dari itu, sangat dianjurkan untuk menjauhi konsumsi mi instan, keripik, telur asin, maupun ikan asin dalam porsi berlebihan agar tubuh terhindar dari risiko kekurangan cairan dan ibadah puasa dapat berjalan dengan lebih bugar.
- Produk Olahan Sosis dan Nugget
Dua jenis makanan tersebut sering kali menjadi solusi praktis ketika waktu sahur hampir habis, namun jika ditinjau dari sisi nutrisi, keduanya tidak ideal untuk mendukung puasa berdurasi panjang.
Sosis dan nugget umumnya mengandung kadar natrium yang cukup tinggi yang efeknya memicu rasa haus lebih awal.
Selain itu, dua makanan tersebut hampir tidak memiliki kandungan serat sama sekali, sehingga sistem pencernaan akan merasa kosong dalam waktu yang relatif singkat.
- Hidangan Bercita Rasa Pedas
Mengingat kecintaan masyarakat Indonesia terhadap rasa pedas, hidangan jenis ini sering kali muncul di meja makan saat sahur.
Walaupun menggugah selera, kebiasaan ini sebaiknya ditinggalkan karena dapat memantik berbagai gangguan pada sistem pencernaan, mulai dari kenaikan asam lambung, rasa mulas, nyeri perut, hingga risiko diare.
Apabila seseorang terserang diare, tubuh akan kehilangan cairan dalam jumlah besar secara cepat, yang berujung pada kondisi dehidrasi yang lemas.
- Minuman yang Memiliki Kandungan Kafein
Selain pengaturan makanan, jenis minuman yang dikonsumsi sepanjang bulan suci juga membutuhkan perhatian khusus.
Sangat disarankan untuk membatasi minuman yang kaya akan kafein seperti kopi, teh pekat, maupun minuman bersoda.
Kafein memiliki efek diuretik yang kuat yang merangsang tubuh untuk lebih sering mengeluarkan air seni, sehingga memperbesar peluang terjadinya dehidrasi di siang hari.
- Aneka Gorengan
Berbagai jenis gorengan seperti bakwan, risol, pastel, dan cireng cenderung membebani kerja lambung sehingga terasa sangat berat.
Mengonsumsi gorengan saat sahur juga dapat memicu fenomena energy crash, yakni sebuah kondisi di mana tubuh tiba-tiba mengalami penurunan energi secara drastis, rasa kantuk yang berat, gangguan konsentrasi, serta memburuknya suasana hati beberapa jam setelah makan, meskipun pada awalnya perut terasa sangat kenyang. (*)


