26.1 C
Jakarta
Wednesday, March 4, 2026

Tak Sekadar Sunnah, Ini Manfaat Kurma untuk Kesehatan saat Berbuka

PROKALTENG.CO-Kurma hampir selalu hadir saat azan Magrib berkumandang di bulan Ramadan. Buah manis ini bukan sekadar tradisi turun-temurun, tetapi juga memiliki landasan sunnah sekaligus manfaat kesehatan yang relevan bagi tubuh setelah seharian berpuasa.

Dalam sebuah hadis disebutkan: “Rasulullah SAW berbuka puasa dengan Ruthob (kurma segar) sebelum sholat. Jika dia tidak punya ruthab maka dengan timr (kurma kering), jika dia tidak punya maka dengan beberapa teguk air.” (HR. Sunan Abu Dawud No.2356). Hadis ini menunjukkan bahwa kurma menjadi pilihan utama Rasulullah SAW saat berbuka, bahkan sebelum menunaikan salat Magrib.

Dari sisi kesehatan, pilihan tersebut selaras dengan ilmu gizi modern. Setelah sekitar 12–14 jam berpuasa, kadar gula darah cenderung menurun. Kurma mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa yang mudah diserap tubuh. Mengonsumsi satu hingga tiga butir kurma saat berbuka dapat membantu mengembalikan energi secara cepat tanpa membuat sistem pencernaan “kaget”.

Baca Juga :  Komitmen Menuju Indonesia Sehat, Dinkes Kalteng Buka Posko CKG

Selain sebagai sumber energi instan, kurma juga kaya serat. Kandungan ini berperan menjaga kesehatan saluran cerna, terutama ketika pola makan berubah selama Ramadan. Serat membantu memperlancar buang air besar dan mencegah sembelit yang kerap terjadi akibat asupan cairan dan pola makan yang tidak teratur.

Kurma juga mengandung mineral penting seperti kalium, magnesium, dan zat besi. Kalium membantu menjaga keseimbangan cairan serta fungsi otot setelah tubuh kehilangan cairan selama puasa. Magnesium mendukung fungsi saraf dan otot, sedangkan zat besi berperan dalam pembentukan sel darah merah sehingga tubuh tidak mudah lemas.

Tak kalah penting, kandungan antioksidan dalam kurma membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dan mendukung daya tahan tubuh. Di tengah perubahan pola tidur dan aktivitas selama Ramadan, asupan nutrisi yang menunjang imunitas menjadi hal yang krusial.

Baca Juga :  Resep Siomay Ayam Udang

Dari segi pencernaan, kurma termasuk makanan yang ringan dan mudah dicerna. Mengawali berbuka dengan kurma dan air putih memberi waktu bagi lambung untuk beradaptasi sebelum menerima makanan utama yang lebih berat. Pola ini membantu menekan risiko gangguan pencernaan seperti kembung atau rasa tidak nyaman akibat makan berlebihan.

Electronic money exchangers listing

Meski demikian, konsumsinya tetap perlu dibatasi. Walaupun mengandung gula alami, kurma tetap menyumbang kalori. Mengonsumsinya dalam jumlah wajar sebagai pembuka sebelum makanan utama merupakan pilihan yang bijak.

Dengan demikian, anjuran berbuka dengan kurma sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga membawa manfaat kesehatan yang nyata. Sunnah ini menunjukkan bahwa ajaran Islam selaras dengan prinsip menjaga kesehatan tubuh, menjadikan kurma sebagai pilihan ideal untuk mengawali momen berbuka puasa. (sry/fir/jpg)

 

PROKALTENG.CO-Kurma hampir selalu hadir saat azan Magrib berkumandang di bulan Ramadan. Buah manis ini bukan sekadar tradisi turun-temurun, tetapi juga memiliki landasan sunnah sekaligus manfaat kesehatan yang relevan bagi tubuh setelah seharian berpuasa.

Dalam sebuah hadis disebutkan: “Rasulullah SAW berbuka puasa dengan Ruthob (kurma segar) sebelum sholat. Jika dia tidak punya ruthab maka dengan timr (kurma kering), jika dia tidak punya maka dengan beberapa teguk air.” (HR. Sunan Abu Dawud No.2356). Hadis ini menunjukkan bahwa kurma menjadi pilihan utama Rasulullah SAW saat berbuka, bahkan sebelum menunaikan salat Magrib.

Dari sisi kesehatan, pilihan tersebut selaras dengan ilmu gizi modern. Setelah sekitar 12–14 jam berpuasa, kadar gula darah cenderung menurun. Kurma mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa yang mudah diserap tubuh. Mengonsumsi satu hingga tiga butir kurma saat berbuka dapat membantu mengembalikan energi secara cepat tanpa membuat sistem pencernaan “kaget”.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Komitmen Menuju Indonesia Sehat, Dinkes Kalteng Buka Posko CKG

Selain sebagai sumber energi instan, kurma juga kaya serat. Kandungan ini berperan menjaga kesehatan saluran cerna, terutama ketika pola makan berubah selama Ramadan. Serat membantu memperlancar buang air besar dan mencegah sembelit yang kerap terjadi akibat asupan cairan dan pola makan yang tidak teratur.

Kurma juga mengandung mineral penting seperti kalium, magnesium, dan zat besi. Kalium membantu menjaga keseimbangan cairan serta fungsi otot setelah tubuh kehilangan cairan selama puasa. Magnesium mendukung fungsi saraf dan otot, sedangkan zat besi berperan dalam pembentukan sel darah merah sehingga tubuh tidak mudah lemas.

Tak kalah penting, kandungan antioksidan dalam kurma membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dan mendukung daya tahan tubuh. Di tengah perubahan pola tidur dan aktivitas selama Ramadan, asupan nutrisi yang menunjang imunitas menjadi hal yang krusial.

Baca Juga :  Resep Siomay Ayam Udang

Dari segi pencernaan, kurma termasuk makanan yang ringan dan mudah dicerna. Mengawali berbuka dengan kurma dan air putih memberi waktu bagi lambung untuk beradaptasi sebelum menerima makanan utama yang lebih berat. Pola ini membantu menekan risiko gangguan pencernaan seperti kembung atau rasa tidak nyaman akibat makan berlebihan.

Meski demikian, konsumsinya tetap perlu dibatasi. Walaupun mengandung gula alami, kurma tetap menyumbang kalori. Mengonsumsinya dalam jumlah wajar sebagai pembuka sebelum makanan utama merupakan pilihan yang bijak.

Dengan demikian, anjuran berbuka dengan kurma sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga membawa manfaat kesehatan yang nyata. Sunnah ini menunjukkan bahwa ajaran Islam selaras dengan prinsip menjaga kesehatan tubuh, menjadikan kurma sebagai pilihan ideal untuk mengawali momen berbuka puasa. (sry/fir/jpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru