26.2 C
Jakarta
Friday, March 6, 2026

Cara Unik Menikmati Kue Keranjang Khas Imlek

Nian Gao atau kue keranjang menjadi hidangan ikonik yang menghiasi meja keluarga selama perayaan Tahun Baru Imlek hingga Cap Go Meh. Camilan khas ini menyimpan simbol harapan.

Dalam bahasa Mandarin, kata “Gao” senada dengan “Gāo” yang berarti tinggi. Kue Keranjang bermakna harapan agar setiap langkah hidup kita di tahun yang baru membawa ke derajat lebih tinggi, baik dalam rezeki maupun kualitas hidup.

Tekstur kue keranjang yang lengket juga melambangkan hubungan keluarga yang erat, serta keberuntungan yang diharapkan terus melekat sepanjang tahun baru, dalam hal ini 2577 Kongzili Tahun Kuda Api.

Seiring berkembangnya tren kuliner, kue keranjang kini tak hanya disantap begitu saja, melainkan dikreasikan menjadi sajian yang lebih variatif, menarik, dan cocok untuk momen kebersamaan keluarga.

Baca Juga :  Bakal Ketagihan! Begini Cara Bikin Chiken Wings yang Crispy Abis

Pemilik usaha kue keranjang di Surabaya, Tjik Lidyana, membagikan cara menyajikan kue ini. Biasanya kue keranjang dibungkus plastik transparan dan berbentuk bulat seperti keranjang dan memiliki tekstur kenyal saat baru matang.

“Cara penyajiannya kalau masih kenyal bisa pakai kelapa, kelapa diparut kayak ongol-ongol, bisa juga dikasih taburan kacang yang sudah dihaluskan,” ucap Lidyana kepada JawaPos.com (grup prokalteng.co), Selasa (17/2).

Setelah beberapa minggu dibiarkan, tekstur Kue Keranjang akan sedikit mengeras. Jika tekstur Kue Keranjang sudah mengeras, Lidyana menyarankan untuk menggorengnya dengan adonan telur dan tepung.

Electronic money exchangers listing

“Kalau digoreng bisa juga, caranya dipotong-potong sesuai selera, digoreng dikasih telur, terigu. Tetapi tunggu Kue Keranjang teksturnya keras dulu, karena kalau lembek akan lengket,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kurma Tunisia Paling Diminati

Penyajian digoreng ini membuat Kue Keranjang tetap lembut di dalam, namun lapisan luarnya menjadi renyah. Sensasi gurih manis membuat Kue Keranjang lebih nikmat saat dimakan bersama keluarga.

Lidyana menyebut Kue keranjang yang terbuat dari tepung, gula, dan air ini sarat makna. Rasa manis melambangkan hal positif, sementara tekstur lengket dipercaya merekatkan hubungan keluarga dan relasi.

“(Kue keranjang) dimakan pas imlek ini penting. Pas kumpul keluarga. Maknanya harmoni, lengket, seperti syukur tambah satu tahun umur, sangat penting juga karena biasanya juga ada saat sembahyang,” tukas Lidyana. (jpc)

Nian Gao atau kue keranjang menjadi hidangan ikonik yang menghiasi meja keluarga selama perayaan Tahun Baru Imlek hingga Cap Go Meh. Camilan khas ini menyimpan simbol harapan.

Dalam bahasa Mandarin, kata “Gao” senada dengan “Gāo” yang berarti tinggi. Kue Keranjang bermakna harapan agar setiap langkah hidup kita di tahun yang baru membawa ke derajat lebih tinggi, baik dalam rezeki maupun kualitas hidup.

Tekstur kue keranjang yang lengket juga melambangkan hubungan keluarga yang erat, serta keberuntungan yang diharapkan terus melekat sepanjang tahun baru, dalam hal ini 2577 Kongzili Tahun Kuda Api.

Electronic money exchangers listing

Seiring berkembangnya tren kuliner, kue keranjang kini tak hanya disantap begitu saja, melainkan dikreasikan menjadi sajian yang lebih variatif, menarik, dan cocok untuk momen kebersamaan keluarga.

Baca Juga :  Bakal Ketagihan! Begini Cara Bikin Chiken Wings yang Crispy Abis

Pemilik usaha kue keranjang di Surabaya, Tjik Lidyana, membagikan cara menyajikan kue ini. Biasanya kue keranjang dibungkus plastik transparan dan berbentuk bulat seperti keranjang dan memiliki tekstur kenyal saat baru matang.

“Cara penyajiannya kalau masih kenyal bisa pakai kelapa, kelapa diparut kayak ongol-ongol, bisa juga dikasih taburan kacang yang sudah dihaluskan,” ucap Lidyana kepada JawaPos.com (grup prokalteng.co), Selasa (17/2).

Setelah beberapa minggu dibiarkan, tekstur Kue Keranjang akan sedikit mengeras. Jika tekstur Kue Keranjang sudah mengeras, Lidyana menyarankan untuk menggorengnya dengan adonan telur dan tepung.

“Kalau digoreng bisa juga, caranya dipotong-potong sesuai selera, digoreng dikasih telur, terigu. Tetapi tunggu Kue Keranjang teksturnya keras dulu, karena kalau lembek akan lengket,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kurma Tunisia Paling Diminati

Penyajian digoreng ini membuat Kue Keranjang tetap lembut di dalam, namun lapisan luarnya menjadi renyah. Sensasi gurih manis membuat Kue Keranjang lebih nikmat saat dimakan bersama keluarga.

Lidyana menyebut Kue keranjang yang terbuat dari tepung, gula, dan air ini sarat makna. Rasa manis melambangkan hal positif, sementara tekstur lengket dipercaya merekatkan hubungan keluarga dan relasi.

“(Kue keranjang) dimakan pas imlek ini penting. Pas kumpul keluarga. Maknanya harmoni, lengket, seperti syukur tambah satu tahun umur, sangat penting juga karena biasanya juga ada saat sembahyang,” tukas Lidyana. (jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru