Kongres Biasa PSSI Kalteng Digelar Hybrid, Tiga Anggota Baru Dapat Hak Suara

Namun, waktu pasti pelaksanaan konsolidasi dan Kongres Pemilihan masih menunggu pengumuman dari PSSI Pusat.

“Untuk waktunya nanti PSSI Pusat yang akan mengumumkan. Tinggal kita persiapan nanti adalah persiapan pelaksanaan Kongres Pemilihan untuk menjaring bakal calon Asprov PSSI Kalteng,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Asprov PSSI Kalteng Eko Setyawan menyoroti persoalan pengembangan sumber daya manusia, khususnya wasit dan pelatih sepak bola.

Menurutnya, persoalan biaya kursus kepelatihan dan perwasitan masih menjadi salah satu keluhan yang dihadapi di berbagai daerah, termasuk Kalteng.

“Ini tentu tidak hanya di Kalteng. Terkait dengan wasit maupun kepelatihan itu hampir rata-rata sama di provinsi yang lain. Keluhannya sama, terkait dengan kepelatihan, kursus kepelatihan maupun perwasitan,” kata Eko.

Baca Juga :  Perempat Final Hylo Open 2025: Sabar-Reza Tantang Juara Dunia

Presiden Isen Mulang Kalteng FC ini juga menjelaskan, salah satu komponen biaya yang cukup besar berasal dari kebutuhan akomodasi peserta selama mengikuti kursus.

Karena itu, Asprov PSSI Kalteng berencana menghadirkan program kursus wasit gratis untuk mendorong semakin banyak masyarakat mengikuti pendidikan perwasitan.

Electronic money exchangers listing

“Kami dari provinsi Kalteng, PSSI kita akan membuat yang namanya kursus wasit gratis,” tegasnya.

Dalam program tersebut, Asprov PSSI Kalteng akan menyiapkan sejumlah kebutuhan utama, seperti ruang pertemuan dan lapangan.

Sementara untuk tempat tinggal, peserta diharapkan dapat memanfaatkan rumah saudara atau teman selama mengikuti kursus yang berlangsung sekitar satu hingga dua minggu.

“Kami dari Asprov masih bisa memberikan makan, sewa lapangan, kemudian menyiapkan ruang meeting terkait dengan teknikal taktikal,” jelas Eko.

Baca Juga :  Gubernur Kalteng Buka Dialog Moderasi Beragama, Dorong Pemuda Hindu Jadi Pelopor Toleransi

Ia optimistis program tersebut dapat meningkatkan jumlah wasit di Kalteng.

Menurutnya, jika saat ini jumlah wasit masih sekitar 100 orang, ke depan jumlah tersebut diharapkan dapat meningkat dua hingga tiga kali lipat.

“Kalau hari ini misalnya baru 100 wasit yang ada di Kalteng, mungkin di tahun 2028-2029 sudah sekitar 200 sampai 300 wasit pasti sudah ada,” pungkasnya.(hfz)

Namun, waktu pasti pelaksanaan konsolidasi dan Kongres Pemilihan masih menunggu pengumuman dari PSSI Pusat.

“Untuk waktunya nanti PSSI Pusat yang akan mengumumkan. Tinggal kita persiapan nanti adalah persiapan pelaksanaan Kongres Pemilihan untuk menjaring bakal calon Asprov PSSI Kalteng,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Asprov PSSI Kalteng Eko Setyawan menyoroti persoalan pengembangan sumber daya manusia, khususnya wasit dan pelatih sepak bola.

Electronic money exchangers listing

Menurutnya, persoalan biaya kursus kepelatihan dan perwasitan masih menjadi salah satu keluhan yang dihadapi di berbagai daerah, termasuk Kalteng.

“Ini tentu tidak hanya di Kalteng. Terkait dengan wasit maupun kepelatihan itu hampir rata-rata sama di provinsi yang lain. Keluhannya sama, terkait dengan kepelatihan, kursus kepelatihan maupun perwasitan,” kata Eko.

Baca Juga :  Perempat Final Hylo Open 2025: Sabar-Reza Tantang Juara Dunia

Presiden Isen Mulang Kalteng FC ini juga menjelaskan, salah satu komponen biaya yang cukup besar berasal dari kebutuhan akomodasi peserta selama mengikuti kursus.

Karena itu, Asprov PSSI Kalteng berencana menghadirkan program kursus wasit gratis untuk mendorong semakin banyak masyarakat mengikuti pendidikan perwasitan.

“Kami dari provinsi Kalteng, PSSI kita akan membuat yang namanya kursus wasit gratis,” tegasnya.

Dalam program tersebut, Asprov PSSI Kalteng akan menyiapkan sejumlah kebutuhan utama, seperti ruang pertemuan dan lapangan.

Sementara untuk tempat tinggal, peserta diharapkan dapat memanfaatkan rumah saudara atau teman selama mengikuti kursus yang berlangsung sekitar satu hingga dua minggu.

“Kami dari Asprov masih bisa memberikan makan, sewa lapangan, kemudian menyiapkan ruang meeting terkait dengan teknikal taktikal,” jelas Eko.

Baca Juga :  Gubernur Kalteng Buka Dialog Moderasi Beragama, Dorong Pemuda Hindu Jadi Pelopor Toleransi

Ia optimistis program tersebut dapat meningkatkan jumlah wasit di Kalteng.

Menurutnya, jika saat ini jumlah wasit masih sekitar 100 orang, ke depan jumlah tersebut diharapkan dapat meningkat dua hingga tiga kali lipat.

“Kalau hari ini misalnya baru 100 wasit yang ada di Kalteng, mungkin di tahun 2028-2029 sudah sekitar 200 sampai 300 wasit pasti sudah ada,” pungkasnya.(hfz)

Terpopuler

Artikel Terbaru