Veda Ega Janji Bangkit di Jerman usai Gagal Finis di Moto3 Belanda 2026

PROKALTENG.CO-Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama meluapkan kekecewaannya setelah gagal total dalam balapan Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit Assen, Minggu (28/6). Namun, Veda tak ingin larut dalam kegagalan dan bertekad bangkit di seri balapan berikutnya yakni Moto3 Jerman 2026.

Akhir pekan Veda Ega di seri balapan Moto3 Belanda 2026 berujung pahit. Padahal, pembalap Honda Team Asia itu tampil impresif dalam sesi kualifikasi. Berjuang sejak kualifikasi pertama (Q1), dia sukses menembus Q2 sebelum akhirnya mengamankan posisi start ketujuh.

Namun, modal positif tersebut gagal berbuah manis di balapan utama. Saat tengah bersaing merangsek ke barisan terdepan, pembalap berusia 17 tahun itu mengalami kecelakaan di Tikungan 4 pada lap ketujuh. Insiden tersebut membuat Veda Ega gagal finisi sekaligus pulang tanpa tambahan poin dari Assen.

Baca Juga :  Kalahkan  Enrique Riquelme,  Florentino Perez Kembali Terpilih Sebagai Presiden Real Madrid

“Balapan hari ini (Minggu) benar-benar menjadi bencana karena saya gagal finis. Saya sangat kecewa. Setelah menjalani akhir pekan yang begitu baik dan memiliki perasaan yang sangat positif dengan motor, hasil seperti ini tentu sulit diterima,” ucap Veda dalam keterangan resmi Honda Team Asia, dikutip Senin (29/6).

Ambil Sisi Positif dari Insiden Moto3 Belanda 2026

Meski gagal total, Veda mengambil hikmah dari hasil minor tersebut. Dia semakin percaya diri dengan performa motornya dan kemampuannya karena mampu bertarung dengan pembalap lainnya di barisan depan.

“Saya mencoba melihat sisi positifnya karena feeling saya dengan motor benar-benar sangat baik. Saya mampu bersaing dengan para pembalap terdepan, bertarung di posisi depan, dan menunjukkan potensi yang saya miliki,” ujar Veda Ega.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Tuan Rumah Ukir Rekor Ganas

Veda menyebut dirinya perlu lebih cerdas dalam menghadapi situasi yang ada selama balapan. Kegagalan di Sirkuit Assen menjadi pelajaran penting dalam menatap seri-seri berikutnya.

“Mungkin saya harus sedikit lebih cerdas saat balapan dan bisa mengelola beberapa situasi dengan lebih baik. Insiden terjatuh itu juga merupakan kesalahan saya sendiri, jadi saya akan menjadikannya sebagai pelajaran,” tambah Veda Ega.

PROKALTENG.CO-Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama meluapkan kekecewaannya setelah gagal total dalam balapan Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit Assen, Minggu (28/6). Namun, Veda tak ingin larut dalam kegagalan dan bertekad bangkit di seri balapan berikutnya yakni Moto3 Jerman 2026.

Akhir pekan Veda Ega di seri balapan Moto3 Belanda 2026 berujung pahit. Padahal, pembalap Honda Team Asia itu tampil impresif dalam sesi kualifikasi. Berjuang sejak kualifikasi pertama (Q1), dia sukses menembus Q2 sebelum akhirnya mengamankan posisi start ketujuh.

Namun, modal positif tersebut gagal berbuah manis di balapan utama. Saat tengah bersaing merangsek ke barisan terdepan, pembalap berusia 17 tahun itu mengalami kecelakaan di Tikungan 4 pada lap ketujuh. Insiden tersebut membuat Veda Ega gagal finisi sekaligus pulang tanpa tambahan poin dari Assen.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Kalahkan  Enrique Riquelme,  Florentino Perez Kembali Terpilih Sebagai Presiden Real Madrid

“Balapan hari ini (Minggu) benar-benar menjadi bencana karena saya gagal finis. Saya sangat kecewa. Setelah menjalani akhir pekan yang begitu baik dan memiliki perasaan yang sangat positif dengan motor, hasil seperti ini tentu sulit diterima,” ucap Veda dalam keterangan resmi Honda Team Asia, dikutip Senin (29/6).

Ambil Sisi Positif dari Insiden Moto3 Belanda 2026

Meski gagal total, Veda mengambil hikmah dari hasil minor tersebut. Dia semakin percaya diri dengan performa motornya dan kemampuannya karena mampu bertarung dengan pembalap lainnya di barisan depan.

“Saya mencoba melihat sisi positifnya karena feeling saya dengan motor benar-benar sangat baik. Saya mampu bersaing dengan para pembalap terdepan, bertarung di posisi depan, dan menunjukkan potensi yang saya miliki,” ujar Veda Ega.

Baca Juga :  Tuan Rumah Ukir Rekor Ganas

Veda menyebut dirinya perlu lebih cerdas dalam menghadapi situasi yang ada selama balapan. Kegagalan di Sirkuit Assen menjadi pelajaran penting dalam menatap seri-seri berikutnya.

“Mungkin saya harus sedikit lebih cerdas saat balapan dan bisa mengelola beberapa situasi dengan lebih baik. Insiden terjatuh itu juga merupakan kesalahan saya sendiri, jadi saya akan menjadikannya sebagai pelajaran,” tambah Veda Ega.

Terpopuler

Artikel Terbaru