24.5 C
Jakarta
Monday, April 7, 2025

Dispora Diminta Tak Khawatir

PALANGKA RAYA-Musyawarah
olahraga provinsi (musorprov) KONI Kalteng yang berakhir deadlock alias menemui
jalan buntu membuat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalteng khawatir.
Karena kondisi ini mengancam persiapan kontingen asal Bumi Tambun Bungai
menyongsong Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020 mendatang.

Dispora Kalteng sehari
pascamusorprov tersebut, langsung mengeluarkan pernyataan sikap pemerintah
provinsi (pemprov) yang sangat menyayangkan dan kecewa dengan Musorprov yang
berakhir deadlock. Apalagi sampai khawatir dengan persiapan menghadapi PON.

Menyikapi kekhawatiran
Dispora itu. Dua bakal calon ketua KONI Kalteng yang maju bertarung pada
Musorprov beberapa waktu lalu sama-sama menyatakan optimistis. Kalteng tetap
bisa mengikuti multieven empat tahunan itu.

Terkait dengan ancaman
Tak ikut PON pada tahun 2020 di Papua nanti, Rahmadi G Lentam menuturkan bahwa
tidak begitu. Jika semuanya sadar dan cerdas, dari awal haris mengikuti aturan.

รขโ‚ฌล“Hal ini hanya
pemilihan ketua umum KONI. Yang ada sedikit permasalahan dan ketentuan juga
diatur dan ada BAORI yang akan bersedia bersidang nanti,รขโ‚ฌย terang Rahmadi saat
berbincang dengan Kalteng Pos, Senin (24/12).  

โ€œSaya malah tidak
sependapat dengan Bung Nanang (Wakil Ketua KONI Pusat). Ini hanya deadlock dan
tidak berhenti. Orang pusat juga harus belajar bagaimana berorganisasi. Saya
lihat semangatnya tidak begitu,โ€kata Rahmadi lagi.

Kemudian, Rahmadi juga
mempertanyakan mengenai pernyatakaan sikap yang dikeluarkan oleh Dispora yang
menyebut pemprov kecewa dengan Musorprov yang menemui jalan buntu.

โ€œHal ini perlu
diluruskan. Apakah apa yang disampaikan Kadispora merupakan pernyataan
gubernur? Jangan sampai membuat blunder yang macam-macam. Harus berhati-hati
dengan ucapannya,โ€kata Bakal calon Ketum KONI Kalteng Rahmadi G Lentam
kepada Kalteng Pos, Senin (24/12).

Baca Juga :  Mei, UEFA Cabut Larangan Sepak Bola Tanpa Penonton

Hal ini menurut Rahmadi
sangat tidak bagus karena suasana yang sudah kondusif, dibikin tambah kisruh.
Hasil Musorprov kata dia, sudah disetujui untuk diteruskan ke KONI Pusat
menilai dan menyelesaikan di Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI).

โ€œSelain itu untuk
tetap hati-hati. Jangan selalu mengatasnamakan pemerintah. Jangan sampai
sedikit-sedikit, mengatasnamakan gubernur. Itu sangat tidak elok,โ€tegas
pria yang juga sebagai pengacara tersebut.

Rahmadi juga
mempertanyakan kepada Kadispora. Yang didamaikan itu apa? Menurutnya tidak ada
persoalan yang terjadi. Kalau semuanya taat pada aturan dan AD ART, maka
semuanya akan berjalan aman dan lancar saja.

Sementara Bakal Calon
Ketua Umum KONI Kalteng Christian Sancho menyatakan, sangat optimistis Kalteng akan
tetap mengikuti PON, karena waktu yang masih cukup panjang.

โ€œKarena PON akan
diselenggarakan setelah pilkada serentak, sehingga kita optimistis aja Kalteng
akan tetap mengikuti PON di Papua nanti,โ€tuturnya.

Dijelaskannya, dengan
deadlock kemarin jika ada gugatan oleh bakal calon lain maka KONI juga akan
menjadi status GUO. Sehingga bisa saja akan diambil alih oleh satlak atau
Gubernur.

โ€œSaya rasa tidak
ada masalah dan intinya ini merupakan suatu yang terbaik buat KONI, karena
semua tentu membutuhkan perubahan. Dengan kejadian ini akan membuat pembinaan
demokrasi dalam pemilihan ketua KONI berdasarkan kehendak cabor dan ketum KONI
kabupaten kota,โ€tegasnya.

Sehingga dirinya
optimistis saja karena dalam olahraga perlu bersinergi dengan pemerintah,
maupun Dispora sebagai perpanjangan tangan pemerintah. Sehingga diharapkan akan
mendapatkan solusi terbaik jelang PON nanti.

Baca Juga :  Optimistis Raih Perak di Olimpiade Tokyo 2020

โ€œSehingga para
atlet tidak perlu khawatir dan gusar. Kuta optimistis untuk mengikuti PON
nanti,โ€tegas pria yang gemar menembak tersebut.

Sebelumnya, Kepala Dispora Kalteng Falery Tuwan mengungkapkan, Pemprov
Kalteng tidak bisa menyembunyikan kekecewaanya melihat hasil Musorprov yang
berlangsung 21 Desember lalu. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalteng sudah
melaporkan hasil ini kepada Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran.

รขโ‚ฌล“Pada intinya sangat
menyayangkan kesempatan yang baik untuk dapat menyusun kepengurusan KONI (belum
terlaksana). Mengingat waktu yang sudah sangat pendek menghadapi PON 2020 di
Papua mendatang,รขโ‚ฌย ucap Kadispora Kalteng Falery Tuwan menyampaikan sikap resmi
Pemprov Kalteng menyikapi hasil Musorprov kepada media di ruang kerjanya, Senin
(23/12).

Sebagaimana diketahui
bersama, lanjut Falery, kualifikasi PON atau Pra-PON sudah berjalan sangat baik,
dan perolehan medali untuk Kalteng sangat kelihatan mengalami peningkatan dari
tahun sebelumnya.

รขโ‚ฌล“Dari dayung juga sudah
ada beberapa emas. Ditambah dengan Menembak, Takraw, Volly Pantai, Dayung,
Sepakbola Putri, Softball, Panahan, Tinju, Atletik, Catur, Bulutangkis, Panjat
Tebing, Binaraga, Billiard, Sepeda, Golf, Bermotor dan Tenis Meja yang juga
meraih medali dan lolos PON,รขโ‚ฌย terangnya lagi.

Namun hal itu sangat
disayangkan karena tidak dibarengi dengan kinerja KONI provinsi, yang mengatur
para anggotanya sehingga akan sangat menghambat pembinaan olahraga di Kalteng.

รขโ‚ฌล“Bahkan kita
memprediksi bahwa Kalteng terancam tak dapat mengikuti PON tahun 2020, karena
semua persiapan jelang PON baik pendaftaran, pembinaan olahraga, pelatda dan
lain-lain pasti melalui KONI. Sementara KONI belum menghasilkan apa-apa,
terutama pada Musorprov yang lalu,รขโ‚ฌย tegasnya. (nue/ala)

PALANGKA RAYA-Musyawarah
olahraga provinsi (musorprov) KONI Kalteng yang berakhir deadlock alias menemui
jalan buntu membuat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalteng khawatir.
Karena kondisi ini mengancam persiapan kontingen asal Bumi Tambun Bungai
menyongsong Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020 mendatang.

Dispora Kalteng sehari
pascamusorprov tersebut, langsung mengeluarkan pernyataan sikap pemerintah
provinsi (pemprov) yang sangat menyayangkan dan kecewa dengan Musorprov yang
berakhir deadlock. Apalagi sampai khawatir dengan persiapan menghadapi PON.

Menyikapi kekhawatiran
Dispora itu. Dua bakal calon ketua KONI Kalteng yang maju bertarung pada
Musorprov beberapa waktu lalu sama-sama menyatakan optimistis. Kalteng tetap
bisa mengikuti multieven empat tahunan itu.

Terkait dengan ancaman
Tak ikut PON pada tahun 2020 di Papua nanti, Rahmadi G Lentam menuturkan bahwa
tidak begitu. Jika semuanya sadar dan cerdas, dari awal haris mengikuti aturan.

รขโ‚ฌล“Hal ini hanya
pemilihan ketua umum KONI. Yang ada sedikit permasalahan dan ketentuan juga
diatur dan ada BAORI yang akan bersedia bersidang nanti,รขโ‚ฌย terang Rahmadi saat
berbincang dengan Kalteng Pos, Senin (24/12).  

โ€œSaya malah tidak
sependapat dengan Bung Nanang (Wakil Ketua KONI Pusat). Ini hanya deadlock dan
tidak berhenti. Orang pusat juga harus belajar bagaimana berorganisasi. Saya
lihat semangatnya tidak begitu,โ€kata Rahmadi lagi.

Kemudian, Rahmadi juga
mempertanyakan mengenai pernyatakaan sikap yang dikeluarkan oleh Dispora yang
menyebut pemprov kecewa dengan Musorprov yang menemui jalan buntu.

โ€œHal ini perlu
diluruskan. Apakah apa yang disampaikan Kadispora merupakan pernyataan
gubernur? Jangan sampai membuat blunder yang macam-macam. Harus berhati-hati
dengan ucapannya,โ€kata Bakal calon Ketum KONI Kalteng Rahmadi G Lentam
kepada Kalteng Pos, Senin (24/12).

Baca Juga :  Mei, UEFA Cabut Larangan Sepak Bola Tanpa Penonton

Hal ini menurut Rahmadi
sangat tidak bagus karena suasana yang sudah kondusif, dibikin tambah kisruh.
Hasil Musorprov kata dia, sudah disetujui untuk diteruskan ke KONI Pusat
menilai dan menyelesaikan di Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI).

โ€œSelain itu untuk
tetap hati-hati. Jangan selalu mengatasnamakan pemerintah. Jangan sampai
sedikit-sedikit, mengatasnamakan gubernur. Itu sangat tidak elok,โ€tegas
pria yang juga sebagai pengacara tersebut.

Rahmadi juga
mempertanyakan kepada Kadispora. Yang didamaikan itu apa? Menurutnya tidak ada
persoalan yang terjadi. Kalau semuanya taat pada aturan dan AD ART, maka
semuanya akan berjalan aman dan lancar saja.

Sementara Bakal Calon
Ketua Umum KONI Kalteng Christian Sancho menyatakan, sangat optimistis Kalteng akan
tetap mengikuti PON, karena waktu yang masih cukup panjang.

โ€œKarena PON akan
diselenggarakan setelah pilkada serentak, sehingga kita optimistis aja Kalteng
akan tetap mengikuti PON di Papua nanti,โ€tuturnya.

Dijelaskannya, dengan
deadlock kemarin jika ada gugatan oleh bakal calon lain maka KONI juga akan
menjadi status GUO. Sehingga bisa saja akan diambil alih oleh satlak atau
Gubernur.

โ€œSaya rasa tidak
ada masalah dan intinya ini merupakan suatu yang terbaik buat KONI, karena
semua tentu membutuhkan perubahan. Dengan kejadian ini akan membuat pembinaan
demokrasi dalam pemilihan ketua KONI berdasarkan kehendak cabor dan ketum KONI
kabupaten kota,โ€tegasnya.

Sehingga dirinya
optimistis saja karena dalam olahraga perlu bersinergi dengan pemerintah,
maupun Dispora sebagai perpanjangan tangan pemerintah. Sehingga diharapkan akan
mendapatkan solusi terbaik jelang PON nanti.

Baca Juga :  Optimistis Raih Perak di Olimpiade Tokyo 2020

โ€œSehingga para
atlet tidak perlu khawatir dan gusar. Kuta optimistis untuk mengikuti PON
nanti,โ€tegas pria yang gemar menembak tersebut.

Sebelumnya, Kepala Dispora Kalteng Falery Tuwan mengungkapkan, Pemprov
Kalteng tidak bisa menyembunyikan kekecewaanya melihat hasil Musorprov yang
berlangsung 21 Desember lalu. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalteng sudah
melaporkan hasil ini kepada Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran.

รขโ‚ฌล“Pada intinya sangat
menyayangkan kesempatan yang baik untuk dapat menyusun kepengurusan KONI (belum
terlaksana). Mengingat waktu yang sudah sangat pendek menghadapi PON 2020 di
Papua mendatang,รขโ‚ฌย ucap Kadispora Kalteng Falery Tuwan menyampaikan sikap resmi
Pemprov Kalteng menyikapi hasil Musorprov kepada media di ruang kerjanya, Senin
(23/12).

Sebagaimana diketahui
bersama, lanjut Falery, kualifikasi PON atau Pra-PON sudah berjalan sangat baik,
dan perolehan medali untuk Kalteng sangat kelihatan mengalami peningkatan dari
tahun sebelumnya.

รขโ‚ฌล“Dari dayung juga sudah
ada beberapa emas. Ditambah dengan Menembak, Takraw, Volly Pantai, Dayung,
Sepakbola Putri, Softball, Panahan, Tinju, Atletik, Catur, Bulutangkis, Panjat
Tebing, Binaraga, Billiard, Sepeda, Golf, Bermotor dan Tenis Meja yang juga
meraih medali dan lolos PON,รขโ‚ฌย terangnya lagi.

Namun hal itu sangat
disayangkan karena tidak dibarengi dengan kinerja KONI provinsi, yang mengatur
para anggotanya sehingga akan sangat menghambat pembinaan olahraga di Kalteng.

รขโ‚ฌล“Bahkan kita
memprediksi bahwa Kalteng terancam tak dapat mengikuti PON tahun 2020, karena
semua persiapan jelang PON baik pendaftaran, pembinaan olahraga, pelatda dan
lain-lain pasti melalui KONI. Sementara KONI belum menghasilkan apa-apa,
terutama pada Musorprov yang lalu,รขโ‚ฌย tegasnya. (nue/ala)

Terpopuler

Artikel Terbaru