Adhyaksa FC memastikan Ade Suhendra tetap menjadi pelatih kepala untuk menghadapi kompetisi Super League musim 2026/2027. Keputusan ini menjadi bentuk kepercayaan manajemen terhadap pelatih lokal yang sukses membawa tim promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Ade Suhendra bukan sosok baru di Adhyaksa FC. Dia telah menangani tim sejak musim 2023/2024 dan perlahan membangun fondasi permainan yang membuat klub berkembang dari musim ke musim.
Puncaknya terjadi ketika Adhyaksa FC berhasil memenangi laga play-off promosi di kandang Persipura Jayapura sehingga mengamankan tiket ke Super League. Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting dalam perjalanan klub.
Selain menunjukkan kualitas tim, hasil itu juga menjadi bukti bahwa Ade Suhendra mampu memaksimalkan potensi skuad hingga mampu bersaing di level kompetisi yang lebih tinggi. Dengan kepastian bertahannya Ade Suhendra, Adhyaksa FC diharapkan bisa menjaga stabilitas tim menjelang musim baru.
Keberlanjutan program kepelatihan dinilai menjadi salah satu faktor penting agar proses adaptasi di Super League berjalan lebih baik. Selain mempertahankan pelatih, Adhyaksa FC juga dikabarkan akan mengalami perubahan markas.
Jika sebelumnya bermarkas di Serang, Banten, klub tersebut disebut-sebut akan menggunakan Palangka Raya, Kalimantan Tengah, sebagai kandang baru untuk musim depan. Kepindahan home base itu diyakini menjadi bagian dari rencana besar klub dalam menyambut persaingan di kasta tertinggi.
Kehadiran Adhyaksa FC di Kalimantan Tengah juga berpotensi menghadirkan atmosfer baru bagi pecinta sepak bola di wilayah tersebut. Di sisi lain, Adhyaksa FC juga disebut memiliki modal finansial yang cukup kuat.
Sebagai klub yang berada di bawah naungan institusi Kejaksaan RI, tim ini mendapat dukungan yang dinilai mampu menunjang kebutuhan operasional selama mengarungi kompetisi. Tak hanya itu, masuknya sponsor besar seperti Bank Kalteng juga dikabarkan menjadi tambahan kekuatan bagi klub dalam mempersiapkan musim baru.
Dukungan tersebut dapat membantu Adhyaksa FC dalam membangun skuad yang lebih kompetitif sekaligus memenuhi kebutuhan selama menjalani kompetisi yang diprediksi berlangsung ketat. Meski berstatus sebagai tim promosi, Adhyaksa FC diperkirakan tidak sekadar menjadi pelengkap di Super League.
Dengan mempertahankan pelatih yang sudah memahami karakter tim, ditambah dukungan finansial yang memadai, klub memiliki kesempatan untuk memberikan kejutan. Kini tantangan terbesar Ade Suhendra adalah membuktikan bahwa keberhasilan membawa Adhyaksa FC promosi bukan sekadar pencapaian sesaat.
Konsistensi performa di Super League akan menjadi ukuran berikutnya bagi pelatih lokal tersebut bersama tim yang tengah menatap babak baru dalam sejarah klub.(jpc)


