24.2 C
Jakarta
Sunday, April 6, 2025

Kebut Revisi PP, memungkinkan PON Dilaksanakan di Lebih dari Satu Prov

JAKARTA– Revisi Peraturan Pemerintah (PP) nomor
17 tahun 2007 yang menyebut PON harus dilaksanakan di satu provinsi, akhirnya
dilakukan. Menpora Zainudin Amali menyebut bahwa pengajuan revisi PP sudah
ditandatangani oleh pejabat terkait dan disetor ke Sekretariat Negara. Tinggal
menunggu respons Presiden Joko Widodo.

“Kalau PP itu sudah direvisi, maka
memungkinkan PON dilaksanakan di lebih dari satu provinsi,” ungkap Amali
setelah bertemu dengan Gubernur Papua Lukas Enembe dan KONI Pusat di Kemenpora,
kemarin (21/1).

”Gubernur (Lukas) sudah menyampaikan oke,
tidak ada masalah. Itu tetap menjadi bagian dari PON Papua. Hanya saja kami
belum memutuskan siapa tuan rumahnya, karena kami akan pertimbangkan berbagai
hal,” lanjut Amali.

Kabar ini bisa menjadi jawaban atas keresahan
cabor-cabor yang dicoret. Sebelumnya pemerintah sempat punya ide menggelar
semacam kejurnas serentak buat cabor-cabor tersebut. Namun itu bukan bagian
dari PON. Sehingga para juara tidak akan mendapat medali PON. Tentu gengsinya
jauh berkurang.

Baca Juga :  Lampard Resmi Melatih The Blues

Nah, jika PP sudah direvisi, cabor-cabor
tersebut bisa digelar di provinsi lain. Asal punya venue. Sejauh ini, Jawa
Timur sudah menyatakan kesanggupan menjadi host bagi mereka. Namun, Jatim dan juga
provinsi lain yang berminat, harus memenuhi beberapa kriteria. Salah
satunya,  ketersediaan dan kesiapan venue
tanpa harus membangun dari awal. “Lalu ketersediaan anggaran dari
pemerintah daerah,” kata Ketua KONI Pusat Marciano Norman.

Jatim sebenarnya kandidat host yang baik.
Provinsi terbesar di Jawa itu sudah memenuhi syarat terkait venue. Tetapi Jawa
Barat sebagai eks tuan rumah PON 2016 tidak bisa dikesampingkan. Begitu pula
dengan DKI Jakarta, yang punya banyak venue peninggalan Asian Games 2018.
Tinggal menunggu pemda mana yang bersedia merogoh kocek dalam-dalam untuk
menyelenggarakan PON.

Baca Juga :  PT LIB Menyatakan Siap Lanjutkan Kompetisi

 Di sisi lain, Lukas selaku Ketua Umum PB PON
menyatakan kesiapan untuk menyelenggarakan pesta olahraga terbesar di Indonesia
itu. Pihaknya menjamin semua pembangunan rampung Juli. Dia juga menjawab
kekhawatiran banyak daerah terkait keamanan Papua.

“Papua sama saja seperti Jakarta atau
Sumatra. Orang bilang kekhawatiran, itu tidak ada. TNI kita, POLRI kita
jumlahnya terbesar, kenapa ditakutkan,” tandas Lukas. ”Tidak ada masalah
untuk Papua. Papua siap menjadi tuan rumah, karena memang kita ini ada dalam
NKRI. Paling aman untuk dilaksanakan PON, dan pasti sukses,” tegas dia.
(feb/na/jpg/dar)

JAKARTA– Revisi Peraturan Pemerintah (PP) nomor
17 tahun 2007 yang menyebut PON harus dilaksanakan di satu provinsi, akhirnya
dilakukan. Menpora Zainudin Amali menyebut bahwa pengajuan revisi PP sudah
ditandatangani oleh pejabat terkait dan disetor ke Sekretariat Negara. Tinggal
menunggu respons Presiden Joko Widodo.

“Kalau PP itu sudah direvisi, maka
memungkinkan PON dilaksanakan di lebih dari satu provinsi,” ungkap Amali
setelah bertemu dengan Gubernur Papua Lukas Enembe dan KONI Pusat di Kemenpora,
kemarin (21/1).

”Gubernur (Lukas) sudah menyampaikan oke,
tidak ada masalah. Itu tetap menjadi bagian dari PON Papua. Hanya saja kami
belum memutuskan siapa tuan rumahnya, karena kami akan pertimbangkan berbagai
hal,” lanjut Amali.

Kabar ini bisa menjadi jawaban atas keresahan
cabor-cabor yang dicoret. Sebelumnya pemerintah sempat punya ide menggelar
semacam kejurnas serentak buat cabor-cabor tersebut. Namun itu bukan bagian
dari PON. Sehingga para juara tidak akan mendapat medali PON. Tentu gengsinya
jauh berkurang.

Baca Juga :  Lampard Resmi Melatih The Blues

Nah, jika PP sudah direvisi, cabor-cabor
tersebut bisa digelar di provinsi lain. Asal punya venue. Sejauh ini, Jawa
Timur sudah menyatakan kesanggupan menjadi host bagi mereka. Namun, Jatim dan juga
provinsi lain yang berminat, harus memenuhi beberapa kriteria. Salah
satunya,  ketersediaan dan kesiapan venue
tanpa harus membangun dari awal. “Lalu ketersediaan anggaran dari
pemerintah daerah,” kata Ketua KONI Pusat Marciano Norman.

Jatim sebenarnya kandidat host yang baik.
Provinsi terbesar di Jawa itu sudah memenuhi syarat terkait venue. Tetapi Jawa
Barat sebagai eks tuan rumah PON 2016 tidak bisa dikesampingkan. Begitu pula
dengan DKI Jakarta, yang punya banyak venue peninggalan Asian Games 2018.
Tinggal menunggu pemda mana yang bersedia merogoh kocek dalam-dalam untuk
menyelenggarakan PON.

Baca Juga :  PT LIB Menyatakan Siap Lanjutkan Kompetisi

 Di sisi lain, Lukas selaku Ketua Umum PB PON
menyatakan kesiapan untuk menyelenggarakan pesta olahraga terbesar di Indonesia
itu. Pihaknya menjamin semua pembangunan rampung Juli. Dia juga menjawab
kekhawatiran banyak daerah terkait keamanan Papua.

“Papua sama saja seperti Jakarta atau
Sumatra. Orang bilang kekhawatiran, itu tidak ada. TNI kita, POLRI kita
jumlahnya terbesar, kenapa ditakutkan,” tandas Lukas. ”Tidak ada masalah
untuk Papua. Papua siap menjadi tuan rumah, karena memang kita ini ada dalam
NKRI. Paling aman untuk dilaksanakan PON, dan pasti sukses,” tegas dia.
(feb/na/jpg/dar)

Terpopuler

Artikel Terbaru