28.8 C
Jakarta
Saturday, June 15, 2024
spot_img

Ditimpa Badai Cedera

JAKARTA– Dalam satu dekade terakhir, Lindswell
Kwok menjadi kekuatan utama wushu Indonesia di setiap ajang multievent. Kini,
sepeninggal dia yang pensiun akhir tahun lalu, skuad taolu harus bekerja lebih
keras jika ingin merebut emas di SEA Games 2019 Filipina. Apalagi, saat ini
mereka menghadapi banyak masalah. 
Pertama, soal pemotongan kuota atlet. PB WI berencana mengurangi jumlah atlet
pelatnas dari 13 orang menjadi 8 orang saja. Ajang promosi-degradasi terdekat
adalah Piala Presiden di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, 22-27 Juni
mendatang. Kejuaraan yang sekaligus menjadi ajang kualifikasi PON 2020 itu
bakal jadi tolok ukur hasil latihan selama tiga bulan ini.
”Mereka harus juara jika ingin bertahan di pelatnas,” jelas Susyana Tjhan,
pelatih pelatnas taolu, ketika ditemui setelah sesi latihan di ex Gedung
Inasgoc, Senayan, Jakarta kemarin (17/6).
Kedua, skuad yang ada saat ini juga tidak sedang dalam kondisi prima. Beberapa
di antara mereka sedang atau baru sembuh dari cedera. Salah satunya, Edgar
Xavier Marvelo. Kemarin, Edgar menyebut dirinya baru mulai berlatih lagi.

Peraih perak Asian Games 2018 itu mengalami peradangan pada kedua pergelangan
kakinya. ”Ganggu banget. Akhirnya harus istiraha lama,” jelas Edgar. ”Baru
dua minggu ini saya mulai latihan lagi. Untuk sementara, saya masih harus
mengejar ketinggalan. Tapi tidak ada masalah berarti. Sakit ada, cuma ya
namanya atlet, harus tahan banting saja,” lanjut spesialis nomor changquan
itu.
Belum selesai berbincang dengan Edgar, hari itu juga pelatnas kehilangan satu
bintang lagi. Di akhir sesi latihan, pewushu putri Juwita Niza Wasni mengalami
cedera. Peraih emas SEA Games 2017 dari nomor nandao-nan gun itu salah posisi
ketika mendarat dengan kaki kanannya. Dia langsung dilarikan ke rumah sakit.

Terlepas dari kondisi beberapa atlet andalannya, program pelatnas wushu akan
terus digeber. Antara lain training camp di Tiongkok dan terjun di kejuaraan
dunia. Dari hasil latihan dan kejuaraan, akan dipilih lima orang yang mewakili
Indonesia di SEA Games. ”Kuotanya memang hanya segitu. Disesuaikan dengan
kelas pertandingan yang juga sedikit,” kata Yana, sapaan Susyana. (feb/na/jpg)

Baca Juga :  Berbagi Poin, Gol Kemenangan Dianulir Wasit

JAKARTA– Dalam satu dekade terakhir, Lindswell
Kwok menjadi kekuatan utama wushu Indonesia di setiap ajang multievent. Kini,
sepeninggal dia yang pensiun akhir tahun lalu, skuad taolu harus bekerja lebih
keras jika ingin merebut emas di SEA Games 2019 Filipina. Apalagi, saat ini
mereka menghadapi banyak masalah. 
Pertama, soal pemotongan kuota atlet. PB WI berencana mengurangi jumlah atlet
pelatnas dari 13 orang menjadi 8 orang saja. Ajang promosi-degradasi terdekat
adalah Piala Presiden di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, 22-27 Juni
mendatang. Kejuaraan yang sekaligus menjadi ajang kualifikasi PON 2020 itu
bakal jadi tolok ukur hasil latihan selama tiga bulan ini.
”Mereka harus juara jika ingin bertahan di pelatnas,” jelas Susyana Tjhan,
pelatih pelatnas taolu, ketika ditemui setelah sesi latihan di ex Gedung
Inasgoc, Senayan, Jakarta kemarin (17/6).
Kedua, skuad yang ada saat ini juga tidak sedang dalam kondisi prima. Beberapa
di antara mereka sedang atau baru sembuh dari cedera. Salah satunya, Edgar
Xavier Marvelo. Kemarin, Edgar menyebut dirinya baru mulai berlatih lagi.

Peraih perak Asian Games 2018 itu mengalami peradangan pada kedua pergelangan
kakinya. ”Ganggu banget. Akhirnya harus istiraha lama,” jelas Edgar. ”Baru
dua minggu ini saya mulai latihan lagi. Untuk sementara, saya masih harus
mengejar ketinggalan. Tapi tidak ada masalah berarti. Sakit ada, cuma ya
namanya atlet, harus tahan banting saja,” lanjut spesialis nomor changquan
itu.
Belum selesai berbincang dengan Edgar, hari itu juga pelatnas kehilangan satu
bintang lagi. Di akhir sesi latihan, pewushu putri Juwita Niza Wasni mengalami
cedera. Peraih emas SEA Games 2017 dari nomor nandao-nan gun itu salah posisi
ketika mendarat dengan kaki kanannya. Dia langsung dilarikan ke rumah sakit.

Terlepas dari kondisi beberapa atlet andalannya, program pelatnas wushu akan
terus digeber. Antara lain training camp di Tiongkok dan terjun di kejuaraan
dunia. Dari hasil latihan dan kejuaraan, akan dipilih lima orang yang mewakili
Indonesia di SEA Games. ”Kuotanya memang hanya segitu. Disesuaikan dengan
kelas pertandingan yang juga sedikit,” kata Yana, sapaan Susyana. (feb/na/jpg)

Baca Juga :  Berbagi Poin, Gol Kemenangan Dianulir Wasit
spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru