PROKALTENG.CO– PS Barito Putera kembali menghadapi persoalan klasik di sektor penyerangan saat ditahan imbang Persipura Jayapura pada lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026, Sabtu (17/1/2026).
Meski tampil dominan dan menciptakan banyak peluang, Laskar Antasari masih terkendala efektivitas penyelesaian akhir.
Pada laga tersebut, Barito Putera sejatinya memiliki sejumlah peluang emas sejak babak pertama. Tekanan bertubi-tubi ke lini pertahanan Persipura kerap memaksa lawan bertahan total.
Namun, peluang-peluang yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol hingga akhirnya Barito justru tertinggal lebih dulu.
Gol penyama kedudukan yang dicetak Alexsandro pada babak kedua memang menyelamatkan Barito dari kekalahan, namun catatan banyaknya peluang terbuang tetap menjadi evaluasi penting bagi tim pelatih.
Pelatih PS Barito Putera, Stefano “Teco” Cugurra, mengakui bahwa penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi oleh timnya.
“Di pertandingan kemarin, kita sudah menciptakan banyak peluang, terutama di babak pertama. Tapi memang finishing kita masih kurang. Kita harus lebih fokus, lebih konsentrasi, dan lebih tenang saat berada di peluang terakhir supaya bisa mencetak gol,” ujar Teco, Senin (19/1/2026).
Menurut pelatih asal Brasil itu, ketenangan dalam mengambil keputusan menjadi kunci utama agar dominasi permainan bisa berbuah hasil maksimal di papan skor.
“Kita cuma butuh sedikit lagi fokus dan ketenangan di penyelesaian akhir. Kalau itu bisa diperbaiki, peluang-peluang yang kita punya seharusnya bisa menjadi gol,” tambahnya.
Teco pun menaruh harapan besar pada kehadiran dua rekrutan anyar Barito Putera, Cornelius Stewart dan Ricky Ricardo Cawor, untuk meningkatkan daya gedor tim. Keduanya dinilai memiliki karakter yang bisa memberi variasi di lini depan.
“Stewart dan Ricky saya kira bisa membantu tim. Mereka bisa bermain sebagai winger maupun striker. Mudah-mudahan mereka cepat menyatu dengan tim dan bisa membantu kami lebih efektif di depan,” kata Teco.
Kehadiran Cornelius Stewart yang berpengalaman di kompetisi Indonesia serta Ricky Cawor dengan kecepatan dan agresivitasnya diharapkan menjadi jawaban atas minimnya konversi peluang Barito Putera dalam beberapa laga terakhir.
Dengan efektivitas lini depan yang terus diperbaiki dan tambahan amunisi baru, Barito Putera berharap bisa tampil lebih tajam di sisa kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026 demi menjaga peluang kembali ke Liga 1. (jpg)


