26 C
Jakarta
Thursday, January 22, 2026

Kabar Duka! Legenda Arema FC Kuncoro Meninggal Dunia Usai Kolaps di Pinggir Lapangan

Kuncoro saat jadi caretaker Arema FC. (I.League / LIB)

Kabar Duka! Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro Meninggal Dunia Usai Kolaps di Pinggir Lapangan

Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro tutup usia, sepak bola Indonesia berduka atas kepergian salah satu figur paling loyal di tubuh Singo Edan.

Kabar duka ini mengguncang Malang dan komunitas sepak bola nasional karena Kuncoro wafat saat masih aktif mendampingi tim kebanggaan Aremania.

Kabar yang diterima JawaPos.com (grup prokalteng.co) menyebutkan Kuncoro meninggal dunia usai kolaps di pinggir lapangan.

Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong hingga akhirnya dinyatakan wafat.

Kepergian mendadak ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Arema FC. Sosok Kuncoro selama ini dikenal rendah hati, pekerja keras, dan selalu siap berada di garis depan dalam kondisi apa pun.

Electronic money exchangers listing

Mendiang Kuncoro merupakan salah satu legenda Arema FC yang mengabdikan hidupnya untuk klub asal Malang tersebut. Ia juga sempat beberapa kali dipercaya menjadi caretaker atau pelatih interim di masa-masa krusial.

Berdasarkan data Transfermarkt, Kuncoro lahir di Malang pada 7 Maret 1973 dan wafat pada usia 52 tahun. Ia berkewarganegaraan Indonesia dan memiliki Lisensi Kepelatihan A Nasional.

Dalam catatan karier kepelatihannya, periode rata-rata Kuncoro sebagai pelatih tercatat 0,05 tahun. Ia dikenal menyukai formasi 4-3-3 Defending yang menekankan disiplin dan keseimbangan permainan.

Baca Juga :  Eman Sumusi Sebut Ada Permintaan Musorprovlub untuk Ditunda

Dedikasi Kuncoro bersama Arema FC terbilang luar biasa dan berlangsung lebih dari satu dekade. Sejak 2011, ia setia mengabdi dalam berbagai peran di panel kepelatihan Singo Edan.

Perjalanan panjangnya dimulai dari pelatih fisik sebelum kemudian dipercaya menjadi asisten pelatih utama. Peran tersebut dijalani dengan konsisten di tengah dinamika pergantian pelatih kepala yang cukup sering terjadi.

Sepanjang pengabdiannya, Kuncoro tercatat mendampingi puluhan pelatih kepala berbeda. Nama-nama besar seperti Rahmad Darmawan, Milomir Seslija, hingga Joel Cornelli pernah bekerja bersama sosok kelahiran Malang ini.

Kepercayaan manajemen Arema FC kepada Kuncoro terlihat dari perannya saat masa transisi. Ia kerap menjadi figur penenang di ruang ganti ketika klub berada dalam situasi sulit.

Peran sebagai pelatih interim menjadi salah satu catatan penting dalam kariernya. Kuncoro sering kali hadir sebagai solusi darurat ketika Arema FC kehilangan pelatih kepala.

Pengabdian terbarunya sebagai Pelatih Interim terjadi pada musim 2024/2025, tepatnya pada Desember 2024 hingga Januari 2025.

Dalam periode singkat tersebut, ia mencatatkan statistik impresif dengan rata-rata 3,00 poin per pertandingan dari dua laga.

Sebelumnya, Kuncoro juga sempat memimpin tim sementara pada musim 2023/2024. Ia juga pernah menjalankan peran serupa pada musim 2020/2021 dengan penuh tanggung jawab.

Capaian tersebut mempertegas kapasitas Kuncoro sebagai pelatih yang memahami karakter Arema FC. Ia mampu menjaga stabilitas tim meski bekerja dalam tekanan dan waktu terbatas.

Baca Juga :  Mat Solar Berpulang, Dunia Hiburan Berduka

Sebagai asisten pelatih utama, masa bakti terpanjangnya tercatat pada periode 2013 hingga 2022. Dalam rentang waktu tersebut, ia menjadi figur kunci dalam menjaga kesinambungan program latihan.

Kuncoro dikenal memiliki hubungan dekat dengan para pemain. Pendekatannya yang humanis membuatnya dihormati di ruang ganti dan di pinggir lapangan.

Selain itu, ia juga sempat dipercaya sebagai pelatih fisik pada musim 2022/2023. Tanggung jawab ini dijalani hampir satu tahun penuh bersama pelatih kepala seperti Eduardo Almeida dan Javier Roca.

Peran sebagai pelatih fisik menegaskan fleksibilitas dan komitmen Kuncoro terhadap kebutuhan tim. Ia selalu siap mengisi peran apa pun demi kepentingan Arema FC.

Di mata Aremania, Kuncoro bukan sekadar pelatih. Ia adalah simbol loyalitas, pengabdian tanpa pamrih, dan kecintaan mendalam terhadap klub kebanggaan Malang.

Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi Arema FC yang tengah berjuang menjaga konsistensi. Sosoknya sulit tergantikan karena pengalaman dan pemahamannya terhadap DNA klub.

Duka atas wafatnya Kuncoro juga dirasakan oleh komunitas sepak bola Indonesia. Banyak pihak mengenangnya sebagai figur pekerja di balik layar yang jarang tersorot, namun berperan besar.

Hingga kini, suasana haru menyelimuti keluarga besar Arema FC. Nama Kuncoro akan selalu dikenang sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan panjang Singo Edan.(jpc)

Kuncoro saat jadi caretaker Arema FC. (I.League / LIB)

Kabar Duka! Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro Meninggal Dunia Usai Kolaps di Pinggir Lapangan

Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro tutup usia, sepak bola Indonesia berduka atas kepergian salah satu figur paling loyal di tubuh Singo Edan.

Electronic money exchangers listing

Kabar duka ini mengguncang Malang dan komunitas sepak bola nasional karena Kuncoro wafat saat masih aktif mendampingi tim kebanggaan Aremania.

Kabar yang diterima JawaPos.com (grup prokalteng.co) menyebutkan Kuncoro meninggal dunia usai kolaps di pinggir lapangan.

Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong hingga akhirnya dinyatakan wafat.

Kepergian mendadak ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Arema FC. Sosok Kuncoro selama ini dikenal rendah hati, pekerja keras, dan selalu siap berada di garis depan dalam kondisi apa pun.

Mendiang Kuncoro merupakan salah satu legenda Arema FC yang mengabdikan hidupnya untuk klub asal Malang tersebut. Ia juga sempat beberapa kali dipercaya menjadi caretaker atau pelatih interim di masa-masa krusial.

Berdasarkan data Transfermarkt, Kuncoro lahir di Malang pada 7 Maret 1973 dan wafat pada usia 52 tahun. Ia berkewarganegaraan Indonesia dan memiliki Lisensi Kepelatihan A Nasional.

Dalam catatan karier kepelatihannya, periode rata-rata Kuncoro sebagai pelatih tercatat 0,05 tahun. Ia dikenal menyukai formasi 4-3-3 Defending yang menekankan disiplin dan keseimbangan permainan.

Baca Juga :  Eman Sumusi Sebut Ada Permintaan Musorprovlub untuk Ditunda

Dedikasi Kuncoro bersama Arema FC terbilang luar biasa dan berlangsung lebih dari satu dekade. Sejak 2011, ia setia mengabdi dalam berbagai peran di panel kepelatihan Singo Edan.

Perjalanan panjangnya dimulai dari pelatih fisik sebelum kemudian dipercaya menjadi asisten pelatih utama. Peran tersebut dijalani dengan konsisten di tengah dinamika pergantian pelatih kepala yang cukup sering terjadi.

Sepanjang pengabdiannya, Kuncoro tercatat mendampingi puluhan pelatih kepala berbeda. Nama-nama besar seperti Rahmad Darmawan, Milomir Seslija, hingga Joel Cornelli pernah bekerja bersama sosok kelahiran Malang ini.

Kepercayaan manajemen Arema FC kepada Kuncoro terlihat dari perannya saat masa transisi. Ia kerap menjadi figur penenang di ruang ganti ketika klub berada dalam situasi sulit.

Peran sebagai pelatih interim menjadi salah satu catatan penting dalam kariernya. Kuncoro sering kali hadir sebagai solusi darurat ketika Arema FC kehilangan pelatih kepala.

Pengabdian terbarunya sebagai Pelatih Interim terjadi pada musim 2024/2025, tepatnya pada Desember 2024 hingga Januari 2025.

Dalam periode singkat tersebut, ia mencatatkan statistik impresif dengan rata-rata 3,00 poin per pertandingan dari dua laga.

Sebelumnya, Kuncoro juga sempat memimpin tim sementara pada musim 2023/2024. Ia juga pernah menjalankan peran serupa pada musim 2020/2021 dengan penuh tanggung jawab.

Capaian tersebut mempertegas kapasitas Kuncoro sebagai pelatih yang memahami karakter Arema FC. Ia mampu menjaga stabilitas tim meski bekerja dalam tekanan dan waktu terbatas.

Baca Juga :  Mat Solar Berpulang, Dunia Hiburan Berduka

Sebagai asisten pelatih utama, masa bakti terpanjangnya tercatat pada periode 2013 hingga 2022. Dalam rentang waktu tersebut, ia menjadi figur kunci dalam menjaga kesinambungan program latihan.

Kuncoro dikenal memiliki hubungan dekat dengan para pemain. Pendekatannya yang humanis membuatnya dihormati di ruang ganti dan di pinggir lapangan.

Selain itu, ia juga sempat dipercaya sebagai pelatih fisik pada musim 2022/2023. Tanggung jawab ini dijalani hampir satu tahun penuh bersama pelatih kepala seperti Eduardo Almeida dan Javier Roca.

Peran sebagai pelatih fisik menegaskan fleksibilitas dan komitmen Kuncoro terhadap kebutuhan tim. Ia selalu siap mengisi peran apa pun demi kepentingan Arema FC.

Di mata Aremania, Kuncoro bukan sekadar pelatih. Ia adalah simbol loyalitas, pengabdian tanpa pamrih, dan kecintaan mendalam terhadap klub kebanggaan Malang.

Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi Arema FC yang tengah berjuang menjaga konsistensi. Sosoknya sulit tergantikan karena pengalaman dan pemahamannya terhadap DNA klub.

Duka atas wafatnya Kuncoro juga dirasakan oleh komunitas sepak bola Indonesia. Banyak pihak mengenangnya sebagai figur pekerja di balik layar yang jarang tersorot, namun berperan besar.

Hingga kini, suasana haru menyelimuti keluarga besar Arema FC. Nama Kuncoro akan selalu dikenang sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan panjang Singo Edan.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru