PELATIH Juventus Andrea
Pirlo mengatakan bahwa peluang timnya finis empat besar Serie A masih terbuka
lebar. Itu setelah Juventus menang secara dramatis melawan juara musim ini,
Inter Milan, dengan skor 3-2 di Stadion Allianz, dini hari tadi (16/5).
Juventus terancam tidak berpartisipasi di
Liga Champions untuk kali pertama dalam satu dasawarsa bila gagal finis di
empat besar Serie A musim ini. Sebelumnya, rentetan sembilan scudetto
berturut-turut yang dilakukan Juve juga terhenti musim ini.
Kemenangan atas Inter membuat Juve naik ke
posisi empat dengan koleksi poin 75. Walaupun, Napoli bisa menggeser mereka ke
peringkat lima bila mengalahkan Fiorentina pada Minggu.
“Menang itu penting untuk tetap punya
harapan. Kami memiliki kewajiban untuk mencapai tujuan kami dan kami berhasil
menang, meski ada beberapa kesulitan,†kata Pirlo kepada Sky Sport Italia usai
pertandingan.
“Kami tidak akan membicarakan perebutan
tempat keempat bila kami selalu memiliki determinasi yang sama seperti di
beberapa pertandingan terakhir,†kata Pirlo lagi.
“Namun, ketika Anda bermain untuk tempat
keempat pada akhir musim ini, berarti ada sesuatu yang hilang: kami kehilangan
terlalu banyak poin, terutama dalam pertandingan yang lebih mudah di atas
kertas,†ujarnya.
Cristiano Ronaldo membuat Juve unggul pada
menit ke-24. Dia memanfaatkan bola muntah setelah tendangan penaltinya berhasil
ditepis Samir Handanovic.
Tetapi, Ronaldo ditarik keluar pada 20 menit
terakhir. Penyerang Portugal itu kembali ke ruang ganti sebelum pertandingan
usai. Meski begitu, Pirlo mengatakan bahwa tidak ada masalah dengan Ronaldo.
“Ini mungkin kali pertama dia senang diganti,
karena dia harus terus berlari selama sisa pertandingan karena kami bermain
dengan 10 orang. Dia senang di ruang ganti,†ucap Pirlo.
Setelah gol Ronaldo, Inter menyamakan
kedudukan lewat eksekusi penalti Romelu Lukaku pada menit ke-35. Penalti
diberikan setelah penyerang Inter Lautaro Martinez dilanggar oleh full back
kanan Juve, Danilo.
Pada menit ketiga tambahan waktu babak
pertama, tendangan keras Juan Cuadrado kembali membikin Juve unggul 2-1. Namun,
Juve harus bermain dengan 10 orang pada menit ke-55 setelah gelandang asal
Uruguay Rodrigo Bentancur mendapatkan kartu kuning kedua.
Kelebihan jumlah pemain, Inter tampil
dominan. Setelah terus melakukan tekanan, Inter akhirnya mampu menyamakan
kedudukan di menit ke-83 lewat gol bunuh diri Giorgio Chiellini.
Berada di ujung tanduk, Cuadrado menyelamatkan
tiga poin untuk Juve lewat eksekusi penalti pada menit ke-88. Penalti diberikan
wasit setelah Cuadrado dijatuhkan Ivan Perisic di area terlarang.
“Kami menikmati scudetto yang kami dapatkan.
Ke sini, kami berusaha menang dan kami bahagia dengan penampilan para pemain,â€
ucap asisten pelatih Inter Cristian Stellini dikutip dari Sky Sport Italia.
Hari ini, Stellini menggantikan posisi pelatih Inter Antonio Conte yang enggan
hadir pada konferensi pers.