PERTEMUAN dengan Sofia
Balbi pada usia 15 tahun, membuat talenta Luis Suarez dapat berkembang
maksimal. Bahkan hadirnya sosok Balbi membuat kehidupan Suarez berubah total di
masa muda.
“Sebagai
pesepakbola, menikah terlalu muda adalah kesalahan yang paling umum,”
tutur Perdomo.
“Tapi kasus Luis
sangat spesial. Ketika dia berada di timku, aku ingat pernah melihat Sofia
menyaksikan pertandingan. Kini aku bahagia mereka masih bersama,” kata pelatih
tim junior Nacional, Ricardo Perdomo. Nacional merupakan tim yang pernah
diperkuat Suarez di masa lalu.
Kepindahannya ke
Groningen pun tidak lepas dari pengaruh Sofia. Sofia yang pada saat itu masih
menjadi pacarnya pindah ke Barcelona sebagai seorang model. Kepindahan Suarez
ke Eropa, membuat mereka menjadi lebih dekat.
Pengaruh Sofia pun
diakui Suarez membantu potensinya untuk terus tereksploitasi. “Aku tidak
berada pada jalan yang benar. Aku selalu pergi keluar di malam hari, aku tidak
nyaman untuk belajar, dan aku tidak mendedikasikan hidupku sepenuhnya untuk
sepakbola. Ketika aku masih kecil, banyak orang di sekitarku yang memberikan
pengaruh buruk,” katanya.
“Ketika aku
bertemu dengan Sofia, aku pikir semuanya telah berubah. Dia sangat penting
untukku karena dia yang mengarahkanku ke jalan yang aku inginkan,” kata
Suarez.
“Ketika aku masih
bujangan, aku sering keluar malam. Tapi ketika aku memiliki pacar, aku akan selalu
pergi ke rumahnya, sehingga aku memiliki tempat yang tenang di pikiranku. Dia
selalu memintaku untuk belajar dan terus fokus pada kemampuanku untuk bermain
sepakbola, dan aku melupakan segala sesuatunya,” ungkap Suarez.
Suarez mengakui jika Sofia tidak membantunya
untuk mengubah hidup, ia mungkin saja tidak akan seperti saat ini. Banyak orang
yang terlibat dalam kehidupan pemain kelahiran 24 Januari 1987 ini. Terutama
bagi para pelatihnya di tim junior Nacional. “Satu hal yang sangat
emosional melihat dirinya berkembang,” kata Perdomo. (net/jpnn)