Perayaan ulang tahun ke-11 tak berakhir manis bagi Bali United. Menjamu Persija Jakarta pada pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026, Serdadu Tridatu justru harus mengakui keunggulan tamunya dengan skor tipis 0-1, Minggu (15/2/2026) malam WIB.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Bali United sebenarnya tampil agresif sejak menit awal.
Tekanan demi tekanan dilancarkan melalui sektor sayap untuk membongkar pertahanan Macan Kemayoran. Namun, rapatnya lini belakang tim tamu membuat sejumlah peluang belum membuahkan hasil.
Persija justru mampu mencuri gol lebih dulu pada menit kedelapan. Berawal dari skema serangan cepat, umpan terukur dari sisi kanan disambut tandukan Gustavo Almeida yang tak mampu dijangkau kiper Bali United.
Gol cepat tersebut membuat ritme pertandingan berubah. Tim tuan rumah dipaksa bermain lebih terbuka demi mengejar ketertinggalan.
Selepas gol itu, Bali United meningkatkan intensitas serangan. Beberapa kali kombinasi lini tengah mampu menembus sepertiga akhir pertahanan Persija.
Sayangnya, penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah. Hingga babak pertama usai, skor 0-1 tetap bertahan.
Memasuki babak kedua, laga berjalan lebih ketat. Persija tak lagi sekadar bertahan, tetapi juga berusaha menjaga penguasaan bola untuk meredam tekanan.
Pergantian pemain yang dilakukan kedua pelatih membuat tempo pertandingan sempat meningkat di pertengahan babak.
Bali United sempat memperoleh peluang emas melalui situasi bola mati. Namun, kiper Persija tampil sigap di bawah mistar dan berhasil mengamankan gawangnya dari kebobolan. Di sisi lain, serangan balik cepat Persija beberapa kali mengancam, meski tak berbuah gol tambahan.
Memasuki 10 menit akhir, tuan rumah terus menggempur pertahanan lawan. Atmosfer stadion kian memanas, apalagi momen ini bertepatan dengan perayaan hari jadi klub. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, tak ada gol balasan yang tercipta.
Hasil ini membuat Persija membawa pulang tiga poin penting dari kandang lawan dan terus menjaga persaingan di papan atas klasemen BRI Super League. Sementara itu, Bali United harus menelan kekalahan pahit di momen spesial mereka.
Kekalahan ini tentu menjadi catatan evaluasi bagi Bali United, terutama dalam hal efektivitas penyelesaian akhir. Di tengah atmosfer perayaan HUT ke-11, hasil di lapangan justru menjadi pengingat bahwa konsistensi tetap menjadi kunci dalam persaingan kompetisi musim ini.(jpc)


