Peluang terbaik Brasil berikutnya hadir pada menit ke-78 melalui Raphinha. Winger Barcelona tersebut berhasil melepaskan tembakan dari posisi ideal, tetapi Bono menggunakan kakinya untuk menggagalkan kesempatan emas itu.
Vinicius Junior juga memperoleh peluang di penghujung laga. Namun percobaannya mampu diblok rapat oleh lini pertahanan Maroko yang tampil disiplin sepanjang 90 menit.
Maroko bahkan hampir mencuri kemenangan pada masa akhir pertandingan. Neil El Aynaoui melepaskan tendangan jarak jauh yang sempat membuat pendukung Brasil menahan napas, meski akhirnya gagal mengubah skor.
Hingga peluit panjang dibunyikan, kedudukan tetap bertahan 1-1.
Hasil ini membuat persaingan Grup C terbuka lebar. Brasil dan Maroko sama-sama mengoleksi satu poin, sementara Haiti dan Skotlandia belum memainkan pertandingan pertama mereka.
Bagi Brasil, hasil imbang ini menjadi alarm bahwa status favorit tidak menjamin perjalanan mulus menuju fase gugur. Sementara bagi Maroko, satu poin dari laga kontra raksasa Amerika Selatan menjadi bukti bahwa mereka kembali layak diperhitungkan sebagai salah satu kuda hitam berbahaya di Piala Dunia 2026.
Susunan Pemain
Brasil: Alisson Becker; Roger Ibanez (Danilo 46′), Marquinhos, Gabriel Magalhaes, Douglas Santos; Casemiro (Fabinho 46′), Bruno Guimaraes (Danilo Santos 80′), Lucas Paqueta (Luiz Henrique 62′); Raphinha, Vinicius Junior, Igor Thiago (Matheus Cunha 62′).
Maroko:Â Yassine Bono; Noussair Mazraoui (Salah-Eddine 80′), Chadi Riad, Mouhamadou Diop, Achraf Hakimi; Neil El Aynaoui, Bouaddi, Bilal El Khannous (Amaimouni 80′); Azzedine Ounahi (El Mourabet 65′), Ismail Saibari (Rahimi 89′), Brahim Diaz (Talbi 65′). (jpg)


