30.5 C
Jakarta
Saturday, February 14, 2026

Siapkan 5 Tukang Jagal! Pelatih Persebaya Bernardo Tavares Siapkan Misi Khusus Redam Bhayangkara FC

Bernardo Tavares memberikan tugas khusus kepada skuad Persebaya Surabaya untuk meredam Bhayangkara Presisi Lampung pada pekan ke-21 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2/2026) malam.

Laga di Stadion Gelora Bung Tomo dipastikan berjalan panas sejak menit awal. Persebaya Surabaya bertekad mengamankan tiga poin di kandang sendiri demi menjaga momentum positif.

Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menegaskan timnya tidak akan mengubah identitas permainan hanya karena menghadapi lawan dengan kekuatan baru.Ia ingin anak asuhnya tetap bermain sesuai karakter dan kualitas yang dimiliki.

“Kami perlu bermain sesuai karakter pemain yang kami miliki, bukan karena lawan A, B, atau C lalu mengubah terlalu banyak,” kata Tavares saat konferensi pers prapertandingan di Stadion GBT Surabaya, Jumat.

Menurut pelatih asal Portugal tersebut, Persebaya Surabaya tetap mempertahankan hal-hal baik dari beberapa laga terakhir.

Namun, ia menekankan pentingnya pembenahan dalam transisi bertahan dan fokus sepanjang pertandingan.

Tavares menilai Bhayangkara kini tampil lebih solid setelah mendatangkan sejumlah pemain berpengalaman di Liga Indonesia.

Electronic money exchangers listing

Tim lawan juga dikenal mengandalkan transisi ofensif cepat serta keberanian melepas tembakan dari luar kotak penalti.

“Dengan begitu kami perlu meningkatkan transisi bertahan dan fokus, karena terlalu banyak memberi ruang dekat gawang,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan para pemain untuk waspada terhadap fleksibilitas skuad Bhayangkara. Beberapa pemain lawan bisa tampil di berbagai posisi dan berpotensi menjadi penentu hasil akhir.

Situasi internal Persebaya pun belum sepenuhnya ideal menjelang laga penting ini. Sejumlah pemain masih berkutat dengan sakit dan cedera.

Baca Juga :  Risto Mitrevski: Bek Baru Persebaya Surabaya yang Pernah Rasakan Tiga Juara Liga Eropa

“Sayangnya kami tidak 100 persen, ada pemain yang sakit dan ada yang cedera,” tuturnya.

Kendati demikian, Tavares tetap optimistis dengan kekuatan yang tersedia di skuadnya. Ia berharap dukungan penuh dari Bonek dan Bonita memenuhi Stadion Gelora Bung Tomo demi menciptakan atmosfer positif.

“Kami tahu besok pertandingan akan sangat sulit, tapi kami akan mencoba melakukan yang terbaik,” ucapnya.

Di balik instruksi taktis itu, ada lima pemain yang digadang-gadang menjadi tembok kokoh sekaligus tukang jagal di lini tengah dan belakang Persebaya Surabaya.

Mereka diharapkan mampu memutus aliran bola serta meredam agresivitas pemain baru Bhayangkara FC.

Nama pertama adalah Toni Firmansyah yang berposisi sebagai gelandang. Dari 15 pertandingan dengan total 1.019 menit bermain, ia mencatatkan 17 tekel dengan rata-rata 1,50 tekel per 90 menit.

Angka tersebut menunjukkan konsistensinya dalam duel-duel perebutan bola di lini tengah. Toni menjadi salah satu pemain dengan intensitas tinggi dalam menjaga keseimbangan tim.

Selanjutnya ada Arief Catur Pamungkas yang mengisi sektor bek. Dalam 20 laga dengan 1.721 menit bermain, ia juga mengoleksi 17 tekel dengan rata-rata 0,89 per 90 menit.

Perannya di lini belakang krusial untuk mematahkan serangan cepat lawan. Arief dikenal disiplin menjaga posisi sekaligus berani berduel satu lawan satu.

Nama ketiga adalah Leonardo Silva Lelis yang turut memperkuat lini pertahanan. Dari 14 pertandingan dan 982 menit bermain, ia mencatatkan sembilan tekel atau 0,82 per 90 menit.

Kontribusinya penting untuk menjaga kedalaman lini belakang Persebaya Surabaya. Ia kerap menjadi pilihan saat tim membutuhkan ketenangan sekaligus ketegasan dalam duel.

Baca Juga :  Tumbangkan Madura United, Persija Jakarta Melesat ke Posisi Kedua Klasemen Super League

Sosok berikutnya tak lain Rachmat Irianto yang beroperasi sebagai gelandang. Dalam 16 laga dengan 1.114 menit bermain, ia membukukan empat tekel dengan rata-rata 0,32 per 90 menit.

Meski angka tekelnya tak setinggi nama lain, perannya dalam menjaga ritme dan keseimbangan tim tetap vital. Rian juga tampil sebagai pemimpin di lapangan dengan determinasi tinggi.

“Intinya besok kita berjuang untuk tiga poin,” kata Rian, sapaan akrabnya.

Anak legenda sepak bola Indonesia, Bejo Sugiantoro, itu menilai kehadiran Bernardo Tavares membawa energi baru di ruang ganti. Semangat dan motivasi tim meningkat dalam beberapa pertandingan terakhir.

“Coach datang membawa motivasi dan semangat baru buat teman-teman,” tuturnya.

Nama kelima adalah Milos Raickovic yang juga berposisi sebagai gelandang. Dari 19 pertandingan dan 1.577 menit bermain, ia mencatatkan empat tekel dengan rata-rata 0,23 per 90 menit.

Perannya lebih banyak menjaga alur permainan dan distribusi bola dari lini tengah. Namun, dalam situasi bertahan, ia tetap siap turun membantu menghentikan laju lawan.

Kombinasi lima tukang jagal Persebaya Surabaya tersebut menjadi kunci untuk menjalankan misi khusus dari Bernardo Tavares. Mereka dituntut tampil disiplin, agresif, sekaligus fokus penuh sepanjang laga.

Jika transisi bertahan berjalan rapi dan ruang tembak lawan mampu ditekan, peluang Persebaya Surabaya mengamankan tiga poin di Gelora Bung Tomo terbuka lebar.

Dukungan penuh Bonek dan Bonita diharapkan menjadi energi tambahan untuk memastikan Bhayangkara FC pulang tanpa poin.(jpc)

Bernardo Tavares memberikan tugas khusus kepada skuad Persebaya Surabaya untuk meredam Bhayangkara Presisi Lampung pada pekan ke-21 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2/2026) malam.

Laga di Stadion Gelora Bung Tomo dipastikan berjalan panas sejak menit awal. Persebaya Surabaya bertekad mengamankan tiga poin di kandang sendiri demi menjaga momentum positif.

Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menegaskan timnya tidak akan mengubah identitas permainan hanya karena menghadapi lawan dengan kekuatan baru.Ia ingin anak asuhnya tetap bermain sesuai karakter dan kualitas yang dimiliki.

Electronic money exchangers listing

“Kami perlu bermain sesuai karakter pemain yang kami miliki, bukan karena lawan A, B, atau C lalu mengubah terlalu banyak,” kata Tavares saat konferensi pers prapertandingan di Stadion GBT Surabaya, Jumat.

Menurut pelatih asal Portugal tersebut, Persebaya Surabaya tetap mempertahankan hal-hal baik dari beberapa laga terakhir.

Namun, ia menekankan pentingnya pembenahan dalam transisi bertahan dan fokus sepanjang pertandingan.

Tavares menilai Bhayangkara kini tampil lebih solid setelah mendatangkan sejumlah pemain berpengalaman di Liga Indonesia.

Tim lawan juga dikenal mengandalkan transisi ofensif cepat serta keberanian melepas tembakan dari luar kotak penalti.

“Dengan begitu kami perlu meningkatkan transisi bertahan dan fokus, karena terlalu banyak memberi ruang dekat gawang,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan para pemain untuk waspada terhadap fleksibilitas skuad Bhayangkara. Beberapa pemain lawan bisa tampil di berbagai posisi dan berpotensi menjadi penentu hasil akhir.

Situasi internal Persebaya pun belum sepenuhnya ideal menjelang laga penting ini. Sejumlah pemain masih berkutat dengan sakit dan cedera.

Baca Juga :  Risto Mitrevski: Bek Baru Persebaya Surabaya yang Pernah Rasakan Tiga Juara Liga Eropa

“Sayangnya kami tidak 100 persen, ada pemain yang sakit dan ada yang cedera,” tuturnya.

Kendati demikian, Tavares tetap optimistis dengan kekuatan yang tersedia di skuadnya. Ia berharap dukungan penuh dari Bonek dan Bonita memenuhi Stadion Gelora Bung Tomo demi menciptakan atmosfer positif.

“Kami tahu besok pertandingan akan sangat sulit, tapi kami akan mencoba melakukan yang terbaik,” ucapnya.

Di balik instruksi taktis itu, ada lima pemain yang digadang-gadang menjadi tembok kokoh sekaligus tukang jagal di lini tengah dan belakang Persebaya Surabaya.

Mereka diharapkan mampu memutus aliran bola serta meredam agresivitas pemain baru Bhayangkara FC.

Nama pertama adalah Toni Firmansyah yang berposisi sebagai gelandang. Dari 15 pertandingan dengan total 1.019 menit bermain, ia mencatatkan 17 tekel dengan rata-rata 1,50 tekel per 90 menit.

Angka tersebut menunjukkan konsistensinya dalam duel-duel perebutan bola di lini tengah. Toni menjadi salah satu pemain dengan intensitas tinggi dalam menjaga keseimbangan tim.

Selanjutnya ada Arief Catur Pamungkas yang mengisi sektor bek. Dalam 20 laga dengan 1.721 menit bermain, ia juga mengoleksi 17 tekel dengan rata-rata 0,89 per 90 menit.

Perannya di lini belakang krusial untuk mematahkan serangan cepat lawan. Arief dikenal disiplin menjaga posisi sekaligus berani berduel satu lawan satu.

Nama ketiga adalah Leonardo Silva Lelis yang turut memperkuat lini pertahanan. Dari 14 pertandingan dan 982 menit bermain, ia mencatatkan sembilan tekel atau 0,82 per 90 menit.

Kontribusinya penting untuk menjaga kedalaman lini belakang Persebaya Surabaya. Ia kerap menjadi pilihan saat tim membutuhkan ketenangan sekaligus ketegasan dalam duel.

Baca Juga :  Tumbangkan Madura United, Persija Jakarta Melesat ke Posisi Kedua Klasemen Super League

Sosok berikutnya tak lain Rachmat Irianto yang beroperasi sebagai gelandang. Dalam 16 laga dengan 1.114 menit bermain, ia membukukan empat tekel dengan rata-rata 0,32 per 90 menit.

Meski angka tekelnya tak setinggi nama lain, perannya dalam menjaga ritme dan keseimbangan tim tetap vital. Rian juga tampil sebagai pemimpin di lapangan dengan determinasi tinggi.

“Intinya besok kita berjuang untuk tiga poin,” kata Rian, sapaan akrabnya.

Anak legenda sepak bola Indonesia, Bejo Sugiantoro, itu menilai kehadiran Bernardo Tavares membawa energi baru di ruang ganti. Semangat dan motivasi tim meningkat dalam beberapa pertandingan terakhir.

“Coach datang membawa motivasi dan semangat baru buat teman-teman,” tuturnya.

Nama kelima adalah Milos Raickovic yang juga berposisi sebagai gelandang. Dari 19 pertandingan dan 1.577 menit bermain, ia mencatatkan empat tekel dengan rata-rata 0,23 per 90 menit.

Perannya lebih banyak menjaga alur permainan dan distribusi bola dari lini tengah. Namun, dalam situasi bertahan, ia tetap siap turun membantu menghentikan laju lawan.

Kombinasi lima tukang jagal Persebaya Surabaya tersebut menjadi kunci untuk menjalankan misi khusus dari Bernardo Tavares. Mereka dituntut tampil disiplin, agresif, sekaligus fokus penuh sepanjang laga.

Jika transisi bertahan berjalan rapi dan ruang tembak lawan mampu ditekan, peluang Persebaya Surabaya mengamankan tiga poin di Gelora Bung Tomo terbuka lebar.

Dukungan penuh Bonek dan Bonita diharapkan menjadi energi tambahan untuk memastikan Bhayangkara FC pulang tanpa poin.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/