Penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru untuk Timnas Indonesia telah membawa harapan baru bagi perkembangan sepak bola nasional.
Pelatih yang berasal dari Inggris ini dikenal memiliki kemampuan komunikasi yang sangat baik, terutama dalam meyakinkan para pemain diaspora untuk memilih membela suatu negara.
Keahlian tersebut kini dianggap sangat relevan dengan kebutuhan Timnas Indonesia yang ingin memperkuat skuadnya.
Saat ini, Indonesia masih memiliki sejumlah pemain diaspora yang belum memutuskan untuk memperkuat tim Merah Putih.
Kehadiran Herdman diharapkan dapat membuka peluang, dengan pendekatan yang tepat dan berbasis proyek jangka panjang, untuk menarik minat para pemain tersebut agar mau bergabung.
Nama Herdman bukanlah sosok yang asing dalam dunia lobi pemain diaspora. Salah satu kisah sukses yang sering dibahas adalah saat ia berhasil meyakinkan gelandang FC Porto, Stephen Eustáquio, untuk memperkuat Timnas Kanada.
Eustáquio yang lahir di Ontario, Kanada, pada 21 Desember 1996, memiliki darah Portugal yang memungkinkannya untuk membela dua negara.
Perjalanan karier Eustáquio sangat menarik. Ia pernah membela Timnas Kanada U-17 pada tahun 2012, kemudian memperkuat Portugal U-21 pada periode 2017 hingga 2018. Situasi ini membuat Eustáquio berada di persimpangan pilihan.
Namun, pada tahun 2019, saat bermain untuk Cruz Azul di Meksiko, ia akhirnya memutuskan untuk membela Kanada.
Keputusan tersebut tidak terlepas dari peran John Herdman. Dengan pendekatan yang lugas dan visi yang jelas, Herdman berhasil meyakinkan Eustáquio bahwa Kanada memiliki proyek sepak bola yang serius dan menjanjikan.
Pilihan tersebut terbukti tepat, karena gelandang setinggi 1,77 meter ini menjadi pilar penting dalam tim dan sukses membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar, sebuah pencapaian bersejarah bagi negara tersebut.
Bagi Timnas Indonesia, rekam jejak Herdman ini menjadi sinyal positif. Ia tidak hanya menawarkan janji, tetapi juga rencana yang konkret serta kepercayaan kepada para pemain.
Herdman dikenal mampu membangun ikatan emosional dan profesional, yang sering kali dibutuhkan oleh pemain diaspora sebelum mengambil keputusan besar dalam karier internasional mereka.
Jika pendekatan yang sama diterapkan di Indonesia, peluang untuk mendatangkan pemain diaspora berkualitas akan terbuka lebar.
Dengan kombinasi komunikasi yang kuat, visi jangka panjang, dan dukungan dari federasi, John Herdman berpotensi menjadi sosok kunci dalam membangun Timnas Indonesia yang lebih kompetitif di level Asia dan dunia.(jpc)


