Julian Quinones jadi Pencetak Gol Pertama di Piala Dunia 2026

Julián Quiñones mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola dunia setelah menjadi pencetak gol pertama di Piala Dunia 2026.

Penyerang tim nasional Meksiko itu membuka keunggulan negaranya saat menghadapi Afrika Selatan pada laga pembuka Grup A yang berlangsung di Stadion Azteca, Mexico City, 11 Juni 2026.

Gol tersebut tidak hanya membantu Meksiko meraih kemenangan 2-0, tetapi juga menempatkan Quiñones dalam daftar eksklusif pemain yang pernah mencetak gol pembuka sebuah edisi Piala Dunia.

Daftar tersebut dihuni sejumlah nama besar yang memiliki tempat khusus dalam sejarah turnamen paling bergengsi di dunia.

Sebelum Quiñones, rekor pencetak gol pertama dalam sebuah edisi Piala Dunia pernah dipegang oleh pemain-pemain legendaris seperti Pelé pada 1966, Paul Breitner pada 1974, Jürgen Klinsmann pada 1994, Philipp Lahm pada 2006, hingga Enner Valencia pada edisi 2022 di Qatar.

Bagi Quiñones, momen ini menjadi pencapaian istimewa dalam perjalanan kariernya. Lahir di Magüí Payán, Kolombia, pada 24 Maret 1997, ia memulai perjalanan profesionalnya di Liga Meksiko sebelum akhirnya memperoleh kewarganegaraan Meksiko dan memperkuat El Tri di berbagai pertandingan internasional.

Baca Juga :  Tengah Merenda Hubungan Asmara

Kariernya berkembang pesat bersama sejumlah klub Liga MX seperti Tigres UANL, Atlas, dan Club América. Penampilannya yang konsisten membuat namanya dikenal sebagai salah satu penyerang paling berbahaya di kawasan CONCACAF.

Electronic money exchangers listing

Pada 2024, Quiñones memutuskan menerima tantangan baru dengan bergabung ke klub Arab Saudi, Al-Qadsiah.

Kepindahan tersebut terbukti menjadi langkah yang tepat. Ia tampil produktif dan menjelma sebagai salah satu striker paling tajam di Saudi Pro League.

Musim 2025/2026 menjadi salah satu musim terbaik dalam kariernya. Quiñones berhasil keluar sebagai top skor liga sekaligus membantu Al-Qadsiah bersaing di papan atas kompetisi. Ketajamannya di level klub kemudian berlanjut bersama tim nasional Meksiko.

Gol ke gawang Afrika Selatan di Stadion Azteca menjadi gol ketiganya di ajang resmi bersama tim nasional Meksiko sekaligus salah satu gol paling penting dalam kariernya.

Baca Juga :  Ranking FIFA Peserta Piala Dunia 2026: Prancis Nomor Satu, Selandia Baru Paling Buncit

Selain membawa Meksiko meraih tiga poin pertama, gol tersebut akan selalu dikenang sebagai pembuka perjalanan Piala Dunia 2026.

Menariknya, Quiñones menjadi salah satu sedikit pemain kelahiran luar negeri yang mampu mencatatkan sejarah penting bersama Meksiko di Piala Dunia.

Kisahnya menunjukkan bagaimana kerja keras, konsistensi, dan kemampuan beradaptasi dapat mengantarkan seorang pemain menuju panggung terbesar sepak bola dunia.

Kini, namanya sejajar dengan para pemain yang pernah membuka lembaran sejarah setiap edisi Piala Dunia.

Dari Lucien Laurent pada 1930 hingga Enner Valencia pada 2022, daftar tersebut kini bertambah satu nama baru: Julián Quiñones.

Dengan usia yang masih berada dalam periode emas seorang pesepak bola, Quiñones berpeluang menambah catatan penting lainnya sepanjang turnamen berlangsung.

Jika mampu mempertahankan performanya, bukan tidak mungkin penyerang Meksiko itu akan menjadi salah satu sosok yang paling diperbincangkan sepanjang Piala Dunia 2026.(jpc)

Julián Quiñones mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola dunia setelah menjadi pencetak gol pertama di Piala Dunia 2026.

Penyerang tim nasional Meksiko itu membuka keunggulan negaranya saat menghadapi Afrika Selatan pada laga pembuka Grup A yang berlangsung di Stadion Azteca, Mexico City, 11 Juni 2026.

Gol tersebut tidak hanya membantu Meksiko meraih kemenangan 2-0, tetapi juga menempatkan Quiñones dalam daftar eksklusif pemain yang pernah mencetak gol pembuka sebuah edisi Piala Dunia.

Electronic money exchangers listing

Daftar tersebut dihuni sejumlah nama besar yang memiliki tempat khusus dalam sejarah turnamen paling bergengsi di dunia.

Sebelum Quiñones, rekor pencetak gol pertama dalam sebuah edisi Piala Dunia pernah dipegang oleh pemain-pemain legendaris seperti Pelé pada 1966, Paul Breitner pada 1974, Jürgen Klinsmann pada 1994, Philipp Lahm pada 2006, hingga Enner Valencia pada edisi 2022 di Qatar.

Bagi Quiñones, momen ini menjadi pencapaian istimewa dalam perjalanan kariernya. Lahir di Magüí Payán, Kolombia, pada 24 Maret 1997, ia memulai perjalanan profesionalnya di Liga Meksiko sebelum akhirnya memperoleh kewarganegaraan Meksiko dan memperkuat El Tri di berbagai pertandingan internasional.

Baca Juga :  Tengah Merenda Hubungan Asmara

Kariernya berkembang pesat bersama sejumlah klub Liga MX seperti Tigres UANL, Atlas, dan Club América. Penampilannya yang konsisten membuat namanya dikenal sebagai salah satu penyerang paling berbahaya di kawasan CONCACAF.

Pada 2024, Quiñones memutuskan menerima tantangan baru dengan bergabung ke klub Arab Saudi, Al-Qadsiah.

Kepindahan tersebut terbukti menjadi langkah yang tepat. Ia tampil produktif dan menjelma sebagai salah satu striker paling tajam di Saudi Pro League.

Musim 2025/2026 menjadi salah satu musim terbaik dalam kariernya. Quiñones berhasil keluar sebagai top skor liga sekaligus membantu Al-Qadsiah bersaing di papan atas kompetisi. Ketajamannya di level klub kemudian berlanjut bersama tim nasional Meksiko.

Gol ke gawang Afrika Selatan di Stadion Azteca menjadi gol ketiganya di ajang resmi bersama tim nasional Meksiko sekaligus salah satu gol paling penting dalam kariernya.

Baca Juga :  Ranking FIFA Peserta Piala Dunia 2026: Prancis Nomor Satu, Selandia Baru Paling Buncit

Selain membawa Meksiko meraih tiga poin pertama, gol tersebut akan selalu dikenang sebagai pembuka perjalanan Piala Dunia 2026.

Menariknya, Quiñones menjadi salah satu sedikit pemain kelahiran luar negeri yang mampu mencatatkan sejarah penting bersama Meksiko di Piala Dunia.

Kisahnya menunjukkan bagaimana kerja keras, konsistensi, dan kemampuan beradaptasi dapat mengantarkan seorang pemain menuju panggung terbesar sepak bola dunia.

Kini, namanya sejajar dengan para pemain yang pernah membuka lembaran sejarah setiap edisi Piala Dunia.

Dari Lucien Laurent pada 1930 hingga Enner Valencia pada 2022, daftar tersebut kini bertambah satu nama baru: Julián Quiñones.

Dengan usia yang masih berada dalam periode emas seorang pesepak bola, Quiñones berpeluang menambah catatan penting lainnya sepanjang turnamen berlangsung.

Jika mampu mempertahankan performanya, bukan tidak mungkin penyerang Meksiko itu akan menjadi salah satu sosok yang paling diperbincangkan sepanjang Piala Dunia 2026.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru