Dunia sepak bola Indonesia mendapatkan kabar duka mendalam atas kepergian Elly Idris, legenda Persita Tangerang. Pendekar Cisadane dari Pulau Buru itu meninggal dunia pada Kamis (12/2).
Elly Idris, dikabarkan menghembuskan napas terakhirnya pada usia 62 tahun. Dia meninggal dunia di Rumah Sakit Cinta Kasih, Ciputat, Kamis (12/2) pukul 15.00 WIB.
Kepergian Elly Idris dikonfirmasi oleh Persita Tangerang. Almarhum adalah bagian penting Pendekar Cisadane selama bertahun-tahun, baik sebagai pemain dan juga pelatih.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah, Elly Idris, sosok yang pernah membela dan membesut Pendekar Cisadane baik sebagai pemain serta pelatih,” tulis Persita dalam Instagram resminya, Kamis (12/2).
“Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tambah pengumuman akun Persita.
Bagi penggemar sepak bola nasional lawas, profil Elly Idris tidak lah asing. Sebab almarhum termasuk legenda yang pernah jadi bagian penting dalam industri sepak bola Indonesia, baik di level tim nasional maupun klub.
Profil Elly Idris diketahui lahir pada 4 November 1962 di Pulau Buru, Provinsi Maluku. Dia sudah mengenal sepak bola sejak kecil dan meniti karier profesionalnya pada awal 1980-an.
Elly Idris merantau ke Jakarta untuk masuk tim junior PS Jayakarta, klub elite Galatama, kompetisi semi profesional Indonesia kala itu. Dia pun langsung masuk tim utama dan merasakan final konpetisi melawan Niac Mitra di Surabaya.
Walau belum menjadi juara, nama Elly Idris sudah harum. Dia pun masuk dalam daftar pemain yang dipanggil oleh pelatih Danurwindo untuk Liga Selection melawan Niac Mitra. Profilnya makin istimewa.
Elly Idris kemudian melanjutkan karier dengan bergabung ke klub Yanita Utama. Klub itu termasuk bergelimang harta dan dia berhasil mendapatkan gelar pertamanya saat menjuarai Galatama 1983–1984 dan 1984.
Yanita Utama lalu bubar tak lama setelahnya. Tapi dia tidak lantas menganggur, melainkan langsung jadi buruan banyak klub. Elly Idris bergabung dengan Kramayudha Tiga Berlian (KTB), klub raksasa Galatama. Di sana dia jadi juara lagi untuk musim 1985, 1986, dan 1987.
Setelah itu, Elly Idris terus berjaya dengan klub lain, yakni Pelita Jaya. Bersama klub milik Nirwan Bakrie tersebut, Elly merasakan gelar Galatama lagi, kali ini edisi 1988, 1989, dan 1990.Karier Elly Idris kemudian berlanjut di Persita Tangerang.
Di sini lah dia namanya makin harum hingga jadi legenda klub. Selama enam tahun Elly membela Pendekar Cisadane hingga akhirnya pensiun di usia 34 tahun pada 1996.
Sinar Elly Idris tak hanya di level klub. Bakat dan potensinya dilirik Timnas Indonesia. Dirinya merupakan anggota skuad Garuda periode 1985-1993.
Elly Idris adalah bagian dari Timnas Indonesia yang berhasil melaju ke babak semifinal Asian Games 1986. Kiprah terakhir dia bareng Garuda adalah dengan bermain di SEA Games 1993.
Selepas pensiun sebagai pemain, Elly Idris berlanjut jadi pelatih. Dia menangani Persibom Bolaang Mongondow pada 2002 hingga 2006.
Elly kemudian kembali ke Persita Tangerang pada musim 2007/2008 dengan menjabat sebagai asisten pelatih. Promosi didapatkan dua musim berikutnya dengan menjabat sebagai pelatih kepala.
Elly Idris sempat menganggur lama setelah berpisah dengan Persita pada 2013. Tapi dia kembali lagi pada musim 2017/2018. Terakhir dia sempat menangani Persitara Jakarta Utara pada musim 2021/2022.(jpc)


