25.5 C
Jakarta
Monday, February 16, 2026

Keren! Persebaya Surabaya Borong 4 Penghargaan Dalam Satu Pekan

Borong 4 penghargaan dalam satu pekan, Persebaya Surabaya era Bernardo Tavares langsung mengingatkan Bonek pada masa emas Aji Santoso. Tren positif Green Force memantik euforia, sekaligus membangkitkan kenangan indah ketika penghargaan demi penghargaan rutin mampir ke Kota Pahlawan.

Sejak ditangani Bernardo Tavares pada awal Januari lalu, Persebaya Surabaya menunjukkan perubahan signifikan. Tidak hanya dari hasil akhir pertandingan, tetapi juga dari cara bermain, pola pikir, hingga mentalitas tim di lapangan.

Dalam empat laga awal bersama coach asal Portugal tersebut, Persebaya Surabaya meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Catatan itu menjadi sinyal kuat kebangkitan Green Force setelah sempat terseok.

Meski begitu, Tavares menolak disebut membawa keajaiban instan bagi timnya. Dia menegaskan hasil positif tersebut lahir dari kerja keras para pemain, bukan sentuhan “sihir” seorang pelatih.

“Saya tidak membuat apa-apa. Saya hanya memasang para pemain dan mereka membuat keajaiban,” jelasnya.

“Mereka menunjukkan attitude yang baik dan semangat yang tinggi di pertandingan terakhir, karena banyak pemain kami tidak 100 persen,” sambungnya.

Kondisi tim memang belum sepenuhnya ideal dalam beberapa pekan terakhir. Badai cedera dan penyakit memaksa sejumlah pemain tampil tidak dalam kondisi terbaik.

Electronic money exchangers listing

Tavares bahkan harus menggeser beberapa nama ke posisi yang tidak biasa demi menutup celah. Situasi sulit itu justru melahirkan karakter dan determinasi yang kuat dari skuad Green Force.

“Beberapa dari mereka sakit, beberapa terluka, dan banyak pemain bermain di posisi yang tidak biasa. Tapi mereka mencoba melakukan yang terbaik,” lanjutnya.

Baca Juga :  PSSI Butuh Leadership yang Jelas Track Recordnya

Pengorbanan itu menjadi fondasi penting dalam membangun konsistensi tim.

Menurut Tavares, kunci dari tren positif Persebaya Surabaya terletak pada sikap dan semangat juang. Ketika pemain menunjukkan usaha maksimal, peluang meraih hasil baik semakin terbuka lebar.

“Ketika kita melihat para pemain mencoba melakukan yang terbaik dan menunjukkan attitude yang baik, kemungkinan kita bisa berhasil adalah besar,” tegasnya.

Sikap tersebut menjadi identitas baru Persebaya Surabaya di bawah arahannya.

Puncak apresiasi datang pada pekan ke-20 ketika Persebaya Surabaya memborong empat penghargaan sekaligus. Dominasi itu menegaskan performa impresif Green Force dalam periode singkat bersama Tavares.

Bernardo Tavares dinobatkan sebagai Coach of The Week setelah sukses menjaga tren tak terkalahkan. Strateginya yang adaptif di tengah keterbatasan pemain mendapat pengakuan.

Francisco Rivera menyabet gelar Player of The Week berkat kontribusi krusialnya di lapangan. Kreativitas dan efektivitasnya menjadi motor permainan Persebaya Surabaya.

Gali Freitas turut mencuri perhatian lewat Assist of The Week yang memanjakan rekan setimnya. Sementara itu, Mihailo Perovic dan Francisco Rivera masuk dalam Best XI of The Week.

Empat penghargaan itu langsung disambut gegap gempita oleh Bonek di media sosial. Kanal fanbase @onlinepersebaya dipenuhi komentar penuh semangat dan nostalgia.

“Jaman pas onok taise pelatihe coach Aji. Hampir tiap pekan pemain Persebaya mlebu nominasi,” ujar salah satu Bonek.

Komentar itu merujuk pada periode ketika nama-nama Persebaya Surabaya rutin menghiasi daftar terbaik tiap pekan.

“Dadi eleng jama Marukawa – Bruno biyen , diborong kabeh,” timpal Bonek lainnya. Kenangan duet Taisei Marukawa dan Bruno Moreira kembali mencuat dalam perbincangan.

Baca Juga :  Simak Rahasia Duet Leo Lelis dan Risto Mitrevski

Meski euforia terasa kuat, ada juga suara yang mengingatkan agar tim tetap membumi. “etep konsisten dan tidak boleh jumawa! Perjalanan masih panjang semua pasti bisa,” tulis salah satu Bonek.

Nada serupa juga disampaikan pendukung lainnya yang berharap tren positif terus terjaga. “Tetap lah konsisten Jol.. salam satu nyali,” ujarnya.

Tak sedikit pula yang mengekspresikan kebanggaan secara spontan dan penuh semangat. “BOOROOONNGGGG,” tulis seorang Bonek dengan huruf kapital yang menggambarkan luapan emosi.

Memori publik Surabaya memang sulit dilepaskan dari era Aji Santoso. Pada periode 31 Oktober 2019 hingga 13 Agustus 2023, Persebaya Surabaya menjalani total 91 laga dengan warna prestasi yang konsisten.

Di masa tersebut, penghargaan individu kerap menjadi langganan pemain Green Force hampir setiap pekan. Performa kolektif yang solid membuat Persebaya Surabaya disegani, sekaligus dicintai karena gaya main atraktif.

Kini, atmosfer serupa mulai terasa di era Bernardo Tavares. Empat penghargaan dalam satu pekan menjadi simbol kebangkitan dan sinyal jika Persebaya Surabaya kembali ke jalur kompetitif.

Perjalanan masih panjang dan tantangan tentu tidak ringan. Namun, kombinasi attitude, kerja keras, serta dukungan penuh Bonek bisa menjadi energi tambahan untuk menjaga momentum.

Persebaya Surabaya era Bernardo Tavares belum genap sebulan berjalan, tetapi dampaknya sudah terasa nyata. Jika konsistensi terjaga, bukan tidak mungkin euforia seperti era Aji Santoso kembali terulang di Gelora Bung Tomo.(jpc)

 

Borong 4 penghargaan dalam satu pekan, Persebaya Surabaya era Bernardo Tavares langsung mengingatkan Bonek pada masa emas Aji Santoso. Tren positif Green Force memantik euforia, sekaligus membangkitkan kenangan indah ketika penghargaan demi penghargaan rutin mampir ke Kota Pahlawan.

Sejak ditangani Bernardo Tavares pada awal Januari lalu, Persebaya Surabaya menunjukkan perubahan signifikan. Tidak hanya dari hasil akhir pertandingan, tetapi juga dari cara bermain, pola pikir, hingga mentalitas tim di lapangan.

Dalam empat laga awal bersama coach asal Portugal tersebut, Persebaya Surabaya meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Catatan itu menjadi sinyal kuat kebangkitan Green Force setelah sempat terseok.

Electronic money exchangers listing

Meski begitu, Tavares menolak disebut membawa keajaiban instan bagi timnya. Dia menegaskan hasil positif tersebut lahir dari kerja keras para pemain, bukan sentuhan “sihir” seorang pelatih.

“Saya tidak membuat apa-apa. Saya hanya memasang para pemain dan mereka membuat keajaiban,” jelasnya.

“Mereka menunjukkan attitude yang baik dan semangat yang tinggi di pertandingan terakhir, karena banyak pemain kami tidak 100 persen,” sambungnya.

Kondisi tim memang belum sepenuhnya ideal dalam beberapa pekan terakhir. Badai cedera dan penyakit memaksa sejumlah pemain tampil tidak dalam kondisi terbaik.

Tavares bahkan harus menggeser beberapa nama ke posisi yang tidak biasa demi menutup celah. Situasi sulit itu justru melahirkan karakter dan determinasi yang kuat dari skuad Green Force.

“Beberapa dari mereka sakit, beberapa terluka, dan banyak pemain bermain di posisi yang tidak biasa. Tapi mereka mencoba melakukan yang terbaik,” lanjutnya.

Baca Juga :  PSSI Butuh Leadership yang Jelas Track Recordnya

Pengorbanan itu menjadi fondasi penting dalam membangun konsistensi tim.

Menurut Tavares, kunci dari tren positif Persebaya Surabaya terletak pada sikap dan semangat juang. Ketika pemain menunjukkan usaha maksimal, peluang meraih hasil baik semakin terbuka lebar.

“Ketika kita melihat para pemain mencoba melakukan yang terbaik dan menunjukkan attitude yang baik, kemungkinan kita bisa berhasil adalah besar,” tegasnya.

Sikap tersebut menjadi identitas baru Persebaya Surabaya di bawah arahannya.

Puncak apresiasi datang pada pekan ke-20 ketika Persebaya Surabaya memborong empat penghargaan sekaligus. Dominasi itu menegaskan performa impresif Green Force dalam periode singkat bersama Tavares.

Bernardo Tavares dinobatkan sebagai Coach of The Week setelah sukses menjaga tren tak terkalahkan. Strateginya yang adaptif di tengah keterbatasan pemain mendapat pengakuan.

Francisco Rivera menyabet gelar Player of The Week berkat kontribusi krusialnya di lapangan. Kreativitas dan efektivitasnya menjadi motor permainan Persebaya Surabaya.

Gali Freitas turut mencuri perhatian lewat Assist of The Week yang memanjakan rekan setimnya. Sementara itu, Mihailo Perovic dan Francisco Rivera masuk dalam Best XI of The Week.

Empat penghargaan itu langsung disambut gegap gempita oleh Bonek di media sosial. Kanal fanbase @onlinepersebaya dipenuhi komentar penuh semangat dan nostalgia.

“Jaman pas onok taise pelatihe coach Aji. Hampir tiap pekan pemain Persebaya mlebu nominasi,” ujar salah satu Bonek.

Komentar itu merujuk pada periode ketika nama-nama Persebaya Surabaya rutin menghiasi daftar terbaik tiap pekan.

“Dadi eleng jama Marukawa – Bruno biyen , diborong kabeh,” timpal Bonek lainnya. Kenangan duet Taisei Marukawa dan Bruno Moreira kembali mencuat dalam perbincangan.

Baca Juga :  Simak Rahasia Duet Leo Lelis dan Risto Mitrevski

Meski euforia terasa kuat, ada juga suara yang mengingatkan agar tim tetap membumi. “etep konsisten dan tidak boleh jumawa! Perjalanan masih panjang semua pasti bisa,” tulis salah satu Bonek.

Nada serupa juga disampaikan pendukung lainnya yang berharap tren positif terus terjaga. “Tetap lah konsisten Jol.. salam satu nyali,” ujarnya.

Tak sedikit pula yang mengekspresikan kebanggaan secara spontan dan penuh semangat. “BOOROOONNGGGG,” tulis seorang Bonek dengan huruf kapital yang menggambarkan luapan emosi.

Memori publik Surabaya memang sulit dilepaskan dari era Aji Santoso. Pada periode 31 Oktober 2019 hingga 13 Agustus 2023, Persebaya Surabaya menjalani total 91 laga dengan warna prestasi yang konsisten.

Di masa tersebut, penghargaan individu kerap menjadi langganan pemain Green Force hampir setiap pekan. Performa kolektif yang solid membuat Persebaya Surabaya disegani, sekaligus dicintai karena gaya main atraktif.

Kini, atmosfer serupa mulai terasa di era Bernardo Tavares. Empat penghargaan dalam satu pekan menjadi simbol kebangkitan dan sinyal jika Persebaya Surabaya kembali ke jalur kompetitif.

Perjalanan masih panjang dan tantangan tentu tidak ringan. Namun, kombinasi attitude, kerja keras, serta dukungan penuh Bonek bisa menjadi energi tambahan untuk menjaga momentum.

Persebaya Surabaya era Bernardo Tavares belum genap sebulan berjalan, tetapi dampaknya sudah terasa nyata. Jika konsistensi terjaga, bukan tidak mungkin euforia seperti era Aji Santoso kembali terulang di Gelora Bung Tomo.(jpc)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru