PROKALTENG.CO-Marc Marquez bantah masalah ban membuatnya gagal mempertahankan performa impresif saat tampil dalam balapan utama MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika pada Minggu (11/10). Pebalap Ducati itu harus puas finis di posisi keenam setelah sebelumnya berhasil memenangi sprint race pada Sabtu (10/10) dan merebut posisi teratas klasemen sementara.
Sebelumnya, para rival seperti Jorge Martin dan Marco Bezzecchi menduga masalah tekanan ban turut memengaruhi performa The Baby Alien di lintasan. Jorge Martin mengaku mulai mencurigai adanya masalah ketika melihat jarak dengan para pebalap di belakangnya terus berubah. Martin sempat melihat selisih waktu sebesar 1,2 detik, kemudian meningkat menjadi 2,0 detik dan 2,8 detik.
Situasi itu membuatnya menduga ada sesuatu yang tidak berjalan normal dalam persaingan di belakangnya. Martin juga menerima informasi bahwa Marquez dan Pedro Acosta bergantian berada di posisi itu. Marco Bezzecchi pun ikut menyampaikan dugaan bahwa Marquez mungkin mengalami kendala.
Namun, Marquez membantah anggapan itu dan menyebut hasil balapan utama Mandalika tidak jauh berbeda dari performanya sepanjang akhir pekan. “Tidak ada masalah tekanan ban,” kata Marquez dikutip dari La Gazzetta dello Sport.
Menurut pebalap asal Spanyol itu, Ducati memang mengalami kesulitan di Mandalika. Sebelum memenangi sprint race, Marquez lebih sering berada di posisi kelima hingga ketujuh. Hasil di luar perkiraan saat kualifikasi dan sprint race membuatnya mampu tampil lebih baik dari perkiraan awal.
“Sepanjang akhir pekan kami berada di posisi itu, antara kelima dan ketujuh. Dalam sprint race, kami melakukan sesuatu di luar rencana. Kami finis keempat saat kualifikasi, lalu memenangi balapan,” ujarnya.
Marquez mengaku karakter Sirkuit Mandalika menjadi salah satu penyebab kesulitan Ducati. Menurutnya, lintasan itu kurang cocok dengan karakter motor yang dikendarainya maupun gaya balapnya. “Kami tahu sirkuit ini lebih sulit bagi kami dan motor ini, termasuk dengan gaya balap saya,” kata Marquez.
Dalam balapan utama, performa Marquez memang tidak sekuat ketika memenangi sprint race. Catatan waktunya kurang konsisten, sedangkan agresivitas dan kecepatannya juga tidak terlihat seperti sehari sebelumnya.
Terlepas dari hasil finis keenam, Marquez tetap melihat sisi positif dari balapan itu. Pebalap berusia 33 tahun itu merasa masih mampu mempertahankan posisinya dalam perebutan gelar karena kehilangan poin yang relatif sedikit dibandingkan para pesaing utamanya. “Saya tidak pernah mengatakan ini, tetapi saya merasa seperti pemenang karena tidak kehilangan poin dari Martin dan hanya kehilangan tiga poin dari Bezzecchi,” ujar Marquez.
Marquez menjelaskan bahwa dirinya mengumpulkan 22 poin sepanjang akhir pekan di Indonesia. Jumlah tersebut sama dengan perolehan Martin, sementara Bezzecchi meraih 25 poin. “Pada akhir pekan ini, kami mengumpulkan 22 poin. Martin meraih 22 poin dan Bezzecchi 25 poin,” kata Marquez.(jpg)


