26.4 C
Jakarta
Monday, January 19, 2026

Pembuktian Awal Bernardo Tavares, Persebaya Gilas Malut United di Hadapan Puluhan Ribu Bonek di GBT

Persebaya Surabaya menggilas Malut United 2-1 di Gelora Bung Tomo dalam laga penuh drama. Kemenangan krusial pada pekan 17 Super League 2025/2026 ini menjadi pembuktian awal sang juru taktik asal Portugal, Bernardo Tavares di hadapan puluhan ribu Bonek Mania.

Sabtu (10/1/2026) petang menjadi saksi sejarah baru bagi tim kebanggaan masyarakat Surabaya saat menjamu Laskar Kie Raha. Gelora Bung Tomo yang bergemuruh memberikan energi tambahan bagi skuat Green Force untuk tampil menekan sejak menit pertama.

Baru saja peluit tanda mulai ditiup, Malut United sebenarnya sempat memberikan ancaman melalui bomber maut mereka. Ciro Henrique Alves Ferreira E Silva melepaskan tembakan keras namun bola masih melenceng tipis dari sasaran.

David Aparecido Da Silva juga tidak tinggal diam dengan mencoba menciptakan peluang berbahaya di awal laga. Namun, lini pertahanan Persebaya yang dipimpin Leo Lelis tampil sangat disiplin menjaga area kotak penalti.

Memasuki menit ke-13, sorak sorai penonton pecah saat Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas mencatatkan namanya di papan skor.

Pemain asal Timor Leste ini berhasil menggetarkan jala gawang Angga Saputra melalui skema serangan yang sangat rapi.

Keunggulan 1-0 ini membuat kepercayaan diri pemain Persebaya meningkat drastis dalam menguasai jalannya pertandingan.

Electronic money exchangers listing

Bruno Moreira Soares menjadi aktor penting di balik gol tersebut dengan memberikan assist yang sangat memanjakan Gali Freitas.

Gali Freitas hampir saja menggandakan keunggulan sesaat setelah gol pertama lewat tembakan tepat sasaran lainnya.

Bruno Moreira juga terus merepotkan sisi sayap lawan dengan pergerakan eksplosif yang menciptakan banyak ruang bagi rekan setimnya.

Malut United mencoba merespons cepat ketertinggalan mereka melalui aksi individu David da Silva pada menit ke-15.

Sayangnya, tembakan on target pemain asal Brasil tersebut masih bisa dihalau dengan gemilang oleh Ernando Ari.

Igor Inocencio de Oliveira dan Yance Sayuri bergantian menggempur pertahanan tuan rumah demi mencari gol penyeimbang.

Namun, upaya Yance Sayuri harus kandas setelah tembakan kerasnya diblok dengan sempurna oleh barisan bek Persebaya.

Memasuki pertengahan babak pertama, intensitas pertandingan semakin tinggi dengan jual beli serangan dari kedua belah pihak.

David da Silva kembali mengancam di menit ke-20, namun lagi-lagi keberuntungan belum berpihak pada skuat asuhan Hendri Susilo.

Ciro Alves yang terus bergerak liar mencoba memberikan umpan matang kepada rekan-rekannya di lini depan.

Sementara itu, Wbeymar Angulo Mosquera juga mencoba peruntungan lewat tendangan jarak jauh meski masih mampu diblok lawan.

Baca Juga :  RUMOR PANAS Persebaya Surabaya, Victor Luiz dan Miljan Radovic Jadi Target Utama

Gali Freitas hampir mencetak gol keduanya di menit ke-29 setelah menerima umpan matang dari Malik Risaldi.

Namun kali ini, sepakan tajam pemain bernomor punggung lincah tersebut masih meleset dari bingkai gawang Malut United.

Ketegangan meningkat ketika bek Malut United, Nilson Barbosa Nascimento J Fialho, harus menerima kartu kuning pada menit ke-30.

Pelanggaran keras dilakukan demi menghentikan akselerasi cepat lini depan Green Force yang semakin tidak terbendung.

Yakob Sayuri sempat mendapatkan peluang emas setelah menerima operan dari Tri Setiawan di area kotak penalti.

Namun, akurasi tembakan pemain timnas ini masih jauh dari harapan dan hanya menghasilkan tendangan gawang.

Petaka bagi Malut United kembali datang pada menit ke-36 lewat aksi brilian Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas.

Gali Freitas sukses mencetak gol keduanya alias brace untuk membawa Persebaya Surabaya unggul meyakinkan 2-0.

Gol ini tercipta berkat kreativitas Francisco Israel Rivera Davalos yang jeli melihat posisi kosong di pertahanan lawan.

Bruno Moreira juga hampir menambah derita tim tamu jika tembakan on target miliknya tidak digagalkan Angga Saputra.

Menjelang akhir babak pertama, Malut United terus menekan melalui serangan bertubi-tubi dari sektor sayap.

Yance Sayuri dan Tri Setiawan melepaskan tembakan yang berulang kali membentur tembok kokoh pertahanan Persebaya Surabaya.

Tambahan waktu di babak pertama diwarnai aksi Igor Inocencio de Oliveira yang mencoba melakukan penetrasi berbahaya.

Skor 2-0 untuk keunggulan tuan rumah bertahan hingga wasit meniup peluit tanda istirahat babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Malut United melakukan perubahan strategi dengan memasukkan Manahati Lestusen untuk menggantikan Tri Setiawan.

Perubahan ini dilakukan Hendri Susilo guna memperkuat lini tengah dan meredam kreativitas gelandang Persebaya.

Yakob Sayuri langsung menggebrak di menit-menit awal babak kedua meski usahanya masih bisa diredam defender lawan.

Yance Sayuri pun terus mencoba mencari celah melalui tembakan-tembakan spekulasi dari luar kotak penalti yang cukup berbahaya.

Perjuangan tanpa lelah Laskar Kie Raha akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-61 melalui gol berkelas.

Ciro Henrique Alves Ferreira E Silva sukses memperkecil kedudukan menjadi 2-1 setelah memanfaatkan kelengahan di lini belakang Persebaya.

Gol Ciro Alves ini sempat membuat atmosfer di Stadion Gelora Bung Tomo menjadi sedikit tegang bagi pendukung tuan rumah.

Persebaya langsung bereaksi dengan melakukan pergantian pemain demi menjaga ritme dan mengamankan keunggulan tipis tersebut.

Bernardo Tavares memutuskan menarik keluar sang pahlawan Gali Freitas dan menggantikannya dengan Diego Maurício Machado de Brito.

Baca Juga :  Pertemuan Tertutup dengan PSSI, Setelah dari Pakansari Langsung ke Kor

Toni Firmansyah juga ditarik keluar untuk memberikan tempat bagi tenaga baru, Sadida Nugraha Putra, di lini tengah.

Malut United tidak mau kalah dengan memasukkan Taufik Rustam menggantikan Igor Inocencio demi menambah daya gedor.

Namun, Persebaya justru hampir menambah gol melalui Diego Maurício yang langsung nyetel dengan permainan tim setelah masuk.

Pertandingan semakin panas saat Yance Sayuri dan Bruno Moreira masing-masing mendapatkan kartu kuning dari sang pengadil lapangan.

Kedua pemain terlibat duel sengit yang membuat wasit harus bertindak tegas demi menjaga situasi tetap kondusif.

Bernardo Tavares kemudian memasukkan Koko Ari Araya untuk menggantikan Dejan Tumbas demi memperkuat sektor pertahanan samping.

Koko Ari bahkan sempat melepaskan tembakan on target yang memaksa kiper Malut United bekerja keras menyelamatkan gawang.

Memasuki sepuluh menit terakhir, Malut United mengurung pertahanan Persebaya guna mencari gol penyama kedudukan yang sangat dinanti.

Taufik Rustam dan Yakob Sayuri terus menebar ancaman, namun penyelesaian akhir mereka masih belum menemui sasaran yang tepat.

Malik Risaldi sempat memberikan harapan bagi Persebaya melalui peluang yang diciptakan untuk Bruno Moreira di menit ke-82.

Namun, sepakan Bruno masih melambung tipis di atas mistar gawang Angga Saputra sehingga skor tidak berubah.

Menjelang peluit panjang, drama pergantian pemain terus berlanjut dengan masuknya Randy Hanson dan Dimas Wicaksono di kubu Persebaya.

Sementara Malut United memasukkan Muhammad Dimas Drajad untuk menggantikan Tyronne Gustavo demi opsi serangan udara.

Tambahan waktu lima menit di masa injury time menjadi periode yang sangat krusial bagi kedua tim.

Gustavo Moreno de Franca hampir saja membuyarkan pesta tuan rumah lewat sundulan maut yang beruntung bisa diamankan Ernando Ari.

Manahati Lestusen juga mencoba peruntungan di detik-detik akhir namun tembakannya diblok rapat oleh lini pertahanan Green Force.

Taufik Rustam justru harus diganjar kartu kuning karena melakukan pelanggaran keras di tengah upaya mengejar ketertinggalan.

Hingga wasit meniup peluit panjang, skor tetap bertahan 2-1 untuk kemenangan pasukan Bernardo Tavares di laga debutnya.

Tiga poin ini menjadi modal berharga bagi Persebaya Surabaya untuk terus bersaing di papan atas klasemen sementara.

Kemenangan ini sekaligus membuktikan tangan dingin Bernardo Tavares mulai memberikan dampak positif bagi permainan tim kebanggaan Surabaya.

Publik kini menanti konsistensi Green Force dalam menghadapi laga-laga berat selanjutnya di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.(jpc)

Persebaya Surabaya menggilas Malut United 2-1 di Gelora Bung Tomo dalam laga penuh drama. Kemenangan krusial pada pekan 17 Super League 2025/2026 ini menjadi pembuktian awal sang juru taktik asal Portugal, Bernardo Tavares di hadapan puluhan ribu Bonek Mania.

Sabtu (10/1/2026) petang menjadi saksi sejarah baru bagi tim kebanggaan masyarakat Surabaya saat menjamu Laskar Kie Raha. Gelora Bung Tomo yang bergemuruh memberikan energi tambahan bagi skuat Green Force untuk tampil menekan sejak menit pertama.

Baru saja peluit tanda mulai ditiup, Malut United sebenarnya sempat memberikan ancaman melalui bomber maut mereka. Ciro Henrique Alves Ferreira E Silva melepaskan tembakan keras namun bola masih melenceng tipis dari sasaran.

Electronic money exchangers listing

David Aparecido Da Silva juga tidak tinggal diam dengan mencoba menciptakan peluang berbahaya di awal laga. Namun, lini pertahanan Persebaya yang dipimpin Leo Lelis tampil sangat disiplin menjaga area kotak penalti.

Memasuki menit ke-13, sorak sorai penonton pecah saat Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas mencatatkan namanya di papan skor.

Pemain asal Timor Leste ini berhasil menggetarkan jala gawang Angga Saputra melalui skema serangan yang sangat rapi.

Keunggulan 1-0 ini membuat kepercayaan diri pemain Persebaya meningkat drastis dalam menguasai jalannya pertandingan.

Bruno Moreira Soares menjadi aktor penting di balik gol tersebut dengan memberikan assist yang sangat memanjakan Gali Freitas.

Gali Freitas hampir saja menggandakan keunggulan sesaat setelah gol pertama lewat tembakan tepat sasaran lainnya.

Bruno Moreira juga terus merepotkan sisi sayap lawan dengan pergerakan eksplosif yang menciptakan banyak ruang bagi rekan setimnya.

Malut United mencoba merespons cepat ketertinggalan mereka melalui aksi individu David da Silva pada menit ke-15.

Sayangnya, tembakan on target pemain asal Brasil tersebut masih bisa dihalau dengan gemilang oleh Ernando Ari.

Igor Inocencio de Oliveira dan Yance Sayuri bergantian menggempur pertahanan tuan rumah demi mencari gol penyeimbang.

Namun, upaya Yance Sayuri harus kandas setelah tembakan kerasnya diblok dengan sempurna oleh barisan bek Persebaya.

Memasuki pertengahan babak pertama, intensitas pertandingan semakin tinggi dengan jual beli serangan dari kedua belah pihak.

David da Silva kembali mengancam di menit ke-20, namun lagi-lagi keberuntungan belum berpihak pada skuat asuhan Hendri Susilo.

Ciro Alves yang terus bergerak liar mencoba memberikan umpan matang kepada rekan-rekannya di lini depan.

Sementara itu, Wbeymar Angulo Mosquera juga mencoba peruntungan lewat tendangan jarak jauh meski masih mampu diblok lawan.

Baca Juga :  RUMOR PANAS Persebaya Surabaya, Victor Luiz dan Miljan Radovic Jadi Target Utama

Gali Freitas hampir mencetak gol keduanya di menit ke-29 setelah menerima umpan matang dari Malik Risaldi.

Namun kali ini, sepakan tajam pemain bernomor punggung lincah tersebut masih meleset dari bingkai gawang Malut United.

Ketegangan meningkat ketika bek Malut United, Nilson Barbosa Nascimento J Fialho, harus menerima kartu kuning pada menit ke-30.

Pelanggaran keras dilakukan demi menghentikan akselerasi cepat lini depan Green Force yang semakin tidak terbendung.

Yakob Sayuri sempat mendapatkan peluang emas setelah menerima operan dari Tri Setiawan di area kotak penalti.

Namun, akurasi tembakan pemain timnas ini masih jauh dari harapan dan hanya menghasilkan tendangan gawang.

Petaka bagi Malut United kembali datang pada menit ke-36 lewat aksi brilian Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas.

Gali Freitas sukses mencetak gol keduanya alias brace untuk membawa Persebaya Surabaya unggul meyakinkan 2-0.

Gol ini tercipta berkat kreativitas Francisco Israel Rivera Davalos yang jeli melihat posisi kosong di pertahanan lawan.

Bruno Moreira juga hampir menambah derita tim tamu jika tembakan on target miliknya tidak digagalkan Angga Saputra.

Menjelang akhir babak pertama, Malut United terus menekan melalui serangan bertubi-tubi dari sektor sayap.

Yance Sayuri dan Tri Setiawan melepaskan tembakan yang berulang kali membentur tembok kokoh pertahanan Persebaya Surabaya.

Tambahan waktu di babak pertama diwarnai aksi Igor Inocencio de Oliveira yang mencoba melakukan penetrasi berbahaya.

Skor 2-0 untuk keunggulan tuan rumah bertahan hingga wasit meniup peluit tanda istirahat babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Malut United melakukan perubahan strategi dengan memasukkan Manahati Lestusen untuk menggantikan Tri Setiawan.

Perubahan ini dilakukan Hendri Susilo guna memperkuat lini tengah dan meredam kreativitas gelandang Persebaya.

Yakob Sayuri langsung menggebrak di menit-menit awal babak kedua meski usahanya masih bisa diredam defender lawan.

Yance Sayuri pun terus mencoba mencari celah melalui tembakan-tembakan spekulasi dari luar kotak penalti yang cukup berbahaya.

Perjuangan tanpa lelah Laskar Kie Raha akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-61 melalui gol berkelas.

Ciro Henrique Alves Ferreira E Silva sukses memperkecil kedudukan menjadi 2-1 setelah memanfaatkan kelengahan di lini belakang Persebaya.

Gol Ciro Alves ini sempat membuat atmosfer di Stadion Gelora Bung Tomo menjadi sedikit tegang bagi pendukung tuan rumah.

Persebaya langsung bereaksi dengan melakukan pergantian pemain demi menjaga ritme dan mengamankan keunggulan tipis tersebut.

Bernardo Tavares memutuskan menarik keluar sang pahlawan Gali Freitas dan menggantikannya dengan Diego Maurício Machado de Brito.

Baca Juga :  Pertemuan Tertutup dengan PSSI, Setelah dari Pakansari Langsung ke Kor

Toni Firmansyah juga ditarik keluar untuk memberikan tempat bagi tenaga baru, Sadida Nugraha Putra, di lini tengah.

Malut United tidak mau kalah dengan memasukkan Taufik Rustam menggantikan Igor Inocencio demi menambah daya gedor.

Namun, Persebaya justru hampir menambah gol melalui Diego Maurício yang langsung nyetel dengan permainan tim setelah masuk.

Pertandingan semakin panas saat Yance Sayuri dan Bruno Moreira masing-masing mendapatkan kartu kuning dari sang pengadil lapangan.

Kedua pemain terlibat duel sengit yang membuat wasit harus bertindak tegas demi menjaga situasi tetap kondusif.

Bernardo Tavares kemudian memasukkan Koko Ari Araya untuk menggantikan Dejan Tumbas demi memperkuat sektor pertahanan samping.

Koko Ari bahkan sempat melepaskan tembakan on target yang memaksa kiper Malut United bekerja keras menyelamatkan gawang.

Memasuki sepuluh menit terakhir, Malut United mengurung pertahanan Persebaya guna mencari gol penyama kedudukan yang sangat dinanti.

Taufik Rustam dan Yakob Sayuri terus menebar ancaman, namun penyelesaian akhir mereka masih belum menemui sasaran yang tepat.

Malik Risaldi sempat memberikan harapan bagi Persebaya melalui peluang yang diciptakan untuk Bruno Moreira di menit ke-82.

Namun, sepakan Bruno masih melambung tipis di atas mistar gawang Angga Saputra sehingga skor tidak berubah.

Menjelang peluit panjang, drama pergantian pemain terus berlanjut dengan masuknya Randy Hanson dan Dimas Wicaksono di kubu Persebaya.

Sementara Malut United memasukkan Muhammad Dimas Drajad untuk menggantikan Tyronne Gustavo demi opsi serangan udara.

Tambahan waktu lima menit di masa injury time menjadi periode yang sangat krusial bagi kedua tim.

Gustavo Moreno de Franca hampir saja membuyarkan pesta tuan rumah lewat sundulan maut yang beruntung bisa diamankan Ernando Ari.

Manahati Lestusen juga mencoba peruntungan di detik-detik akhir namun tembakannya diblok rapat oleh lini pertahanan Green Force.

Taufik Rustam justru harus diganjar kartu kuning karena melakukan pelanggaran keras di tengah upaya mengejar ketertinggalan.

Hingga wasit meniup peluit panjang, skor tetap bertahan 2-1 untuk kemenangan pasukan Bernardo Tavares di laga debutnya.

Tiga poin ini menjadi modal berharga bagi Persebaya Surabaya untuk terus bersaing di papan atas klasemen sementara.

Kemenangan ini sekaligus membuktikan tangan dingin Bernardo Tavares mulai memberikan dampak positif bagi permainan tim kebanggaan Surabaya.

Publik kini menanti konsistensi Green Force dalam menghadapi laga-laga berat selanjutnya di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru