AC Milan harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang 1-1 oleh tim papan bawah Genoa dalam lanjutan Serie A di Stadion San Siro pada Jumat (9/1).
Hasil imbang itu membuat I Rossoneri gagal memangkas jarak dengan pemuncak klasemen sementara, Inter Milan. AC Milan yang saat ini berada di posisi kedua tertahan dengan selisih tiga poin dari rival sekotanya yang baru memetik kemenangan 2-0 atas Parma sehari sebelumnya.
Milan memulai laga dengan membuka peluang emas pertama melalui sundulan Matteo Gabbia yang membentur tiang gawang setelah menerima umpan Christian Pulisic. Meski terus menekan, Genoa justru berhasil mencuri keunggulan terlebih dahulu.
Pada menit ke-28, Ruslan Malinovskyi melepaskan umpan silang yang diselesaikan dengan dingin oleh Lorenzo Colombo yang merupakan pemain pinjaman dari AC Milan.
Penyerang berusia 23 tahun itu memilih tidak merayakan golnya dan mengangkat tangan sebagai bentuk penghormatan kepada klub induknya.
Memasuki babak kedua, Milan sempat bersorak pada menit ke-59 saat Christian Pulisic menggetarkan jala gawang Genoa. Namun, kegembiraan itu sirna setelah wasit menganulir gol karena bola dianggap menyentuh lengan pemain asal Amerika Serikat itu sebelum masuk ke gawang.
Tekanan bertubi-tubi Milan baru membuahkan hasil di masa tambahan waktu. Rafael Leao menjadi penyelamat I Rossoneri lewat sundulan tajam memanfaatkan sepak pojok pada menit ke-90+2 yang mengubah skor menjadi 1-1.
Ketegangan mencapai puncaknya pada menit ke-90+5 ketika bek muda Milan Davide Bartesaghi melakukan pelanggaran fatal terhadap Mikael Ellertsson di dalam kotak penalti.
Wasit pun menghadiahi Genoa penalti yang dieksekusi oleh Nicolae Stanciu. Sayangnya, sang eksekutor gagal menjalankan tugasnya setelah tendangannya melambung tinggi di atas mistar gawang Mike Maignan.
Dilansir dari Associated Press, pertandingan yang berakhir imbang itu sekaligus mengukuhkan Massimiliano Allegri sebagai pelatih pertama dalam sejarah sepak bola Italia yang berhasil mencapai tonggak 200 laga bersama dua klub raksasa berbeda, yakni AC Milan dan Juventus.
Sebelum laga bersejarah itu, pelatih yang mempersembahkan gelar Scudetto 2010/2011 bagi I Rossoneri telah mengantongi catatan impresif dengan 104 kemenangan, 54 hasil imbang, dan 41 kekalahan.(jpc)


