PELATIH Tottenham Hotspur
Jose Mourinho menyebut Pierre-Emile Hojbjerg sebagai “pemain
fenomenal” setelah membantu timnya menang pada derbi London Utara atas
Arsenal. Son Heung-min dan Harry Kane masing-masing mencetak satu gol saat Spurs
mencatatkan kemenangan 2-0.
Hojbjerg
dinilai memainkan peran penting dalam pertandingan tersebut. Gelandang asal
Denmark itu mencatatkan lebih banyak sentuhan (61), operan (44), operan
sukses (35), operan di area lawan (15) dan intersepsi (tiga) dibandingkan
pemain Spurs lainnya.
Penampilan
Hojbjerg dalam pertandingan tersebut tidak luput dari pujian Mourinho.
“Pierre,
pertama-tama, sangat cerdas. Ia membaca permainan dengan sangat baik. Ia pasti
akan menjadi pelatih suatu hari nanti,” kata Mourinho dalam konferensi
pers usai pertandingan yang dikutip Goal pada Senin (7/12).
“Ia
menyebalkan, mengajukan pertanyaan tentang mengapa kami melakukan ini dan
mengapa kami melakukan itu. Di lapangan, ia membaca situasi dengan sangat baik
dan orang-orang di sekitarnya sangat kompak, mereka membaca
permainan,”tambahnya.
Mourinho
menilai bahwa kesederhanaan permainan Hojbjerg adalah kekuatannya.
“Pemain
yang baik secara teknis adalah pemain yang melakukan sesuatu yang luar biasa.
Namun, ini bukan kata-kata saya. Ini adalah kata-kata dari para pelatih 30, 40
tahun yang lalu. Kesederhanaan itu jenius,”puji Mou.
Kemenangan
ini mengantarkan Tottenham kembali ke puncak klasemen dengan koleksi 24 poin,
menggusur Chelsea (22) yang tak sampai 24 jam menduduki posisi tersebut.
Sedangkan
Arsenal (13) kian tersisih ke peringkat ke-15 klasemen meski masih punya jarak
aman tujuh poin dari zona degradasi, demikian catatan laman resmi Liga Inggris.
Memasuki
pertandingan dengan status tak terkalahkan dalam sembilan laga sebelumnya, Tottenham
tampil cukup percaya diri dan mampu membuka keunggulan pada menit ke-13 melalui
gelombang serangan balik yang matang.
Kane
mengirim bola ke arah Son yang berada di sisi sayap kiri, memperdaya barisan
pertahanan Arsenal yang tak siap dan menyelesaikannya dengan tembakan cantik
dari luar kotak penalti ke pojok kanan atas gawang.
Keunggulan
itu membuat tim besutan Jose Mourinho kian percaya diri untuk mengendalikan
tempo permainan tanpa membiarkan Arsenal leluasa melancarkan serangan.
Pada
pengujung babak pertama, sebuah serangan balik lain yang dilakukan Tottenham
kembali berbuah manis ketika Son menarik bek Arsenal sebelum membalas budi dan
mengirim umpan terobosan yang diselesaikan dengan tembakan keras Kane ke mistar
sebelum bola melesak ke dalam gawang.
Gol itu
membuat Kane kini menjadi top skor Derbi London Utara dengan koleksi 11 gol
meninggalkan Emmanuel Adebayor dan Bobby Smith.
Tottenham
memimpin 2-0 berkat penampilan klinis mereka kendati hanya menguasai 38 persen
bola sepanjang babak pertama.
Arsenal
memasuki babak kedua dengan upaya membalas tetapi sundulan Alexandre Lacazette
mudah dijinakkan kiper Hugo Lloris, sedangkan peluang dari Pierre-Emerick
Aubameyang masih melenceng di sisi gawang.
Lloris
kembali dipaksa melakukan penyelamatan gemilang ketika Hector Bellering
mengirim umpan silang berbahaya yang bisa disambut Lacazette di area tiang
dekat pada menit ke-68. Selain Lloris, Serge Aurier dan Toby Alderweireld juga
berperan penting mengawal pertahanan Tottenham, meredam serangan Arsenal demi
menjaga skor 2-0 tetap ajeg hingga aba-aba bubaran.
Menang di Derbi London, Mou Sebut Hojbjerg Fenomenal

PELATIH Tottenham Hotspur
Jose Mourinho menyebut Pierre-Emile Hojbjerg sebagai “pemain
fenomenal” setelah membantu timnya menang pada derbi London Utara atas
Arsenal. Son Heung-min dan Harry Kane masing-masing mencetak satu gol saat Spurs
mencatatkan kemenangan 2-0.
Hojbjerg
dinilai memainkan peran penting dalam pertandingan tersebut. Gelandang asal
Denmark itu mencatatkan lebih banyak sentuhan (61), operan (44), operan
sukses (35), operan di area lawan (15) dan intersepsi (tiga) dibandingkan
pemain Spurs lainnya.
Penampilan
Hojbjerg dalam pertandingan tersebut tidak luput dari pujian Mourinho.
“Pierre,
pertama-tama, sangat cerdas. Ia membaca permainan dengan sangat baik. Ia pasti
akan menjadi pelatih suatu hari nanti,” kata Mourinho dalam konferensi
pers usai pertandingan yang dikutip Goal pada Senin (7/12).
“Ia
menyebalkan, mengajukan pertanyaan tentang mengapa kami melakukan ini dan
mengapa kami melakukan itu. Di lapangan, ia membaca situasi dengan sangat baik
dan orang-orang di sekitarnya sangat kompak, mereka membaca
permainan,”tambahnya.
Mourinho
menilai bahwa kesederhanaan permainan Hojbjerg adalah kekuatannya.
“Pemain
yang baik secara teknis adalah pemain yang melakukan sesuatu yang luar biasa.
Namun, ini bukan kata-kata saya. Ini adalah kata-kata dari para pelatih 30, 40
tahun yang lalu. Kesederhanaan itu jenius,”puji Mou.
Kemenangan
ini mengantarkan Tottenham kembali ke puncak klasemen dengan koleksi 24 poin,
menggusur Chelsea (22) yang tak sampai 24 jam menduduki posisi tersebut.
Sedangkan
Arsenal (13) kian tersisih ke peringkat ke-15 klasemen meski masih punya jarak
aman tujuh poin dari zona degradasi, demikian catatan laman resmi Liga Inggris.
Memasuki
pertandingan dengan status tak terkalahkan dalam sembilan laga sebelumnya, Tottenham
tampil cukup percaya diri dan mampu membuka keunggulan pada menit ke-13 melalui
gelombang serangan balik yang matang.
Kane
mengirim bola ke arah Son yang berada di sisi sayap kiri, memperdaya barisan
pertahanan Arsenal yang tak siap dan menyelesaikannya dengan tembakan cantik
dari luar kotak penalti ke pojok kanan atas gawang.
Keunggulan
itu membuat tim besutan Jose Mourinho kian percaya diri untuk mengendalikan
tempo permainan tanpa membiarkan Arsenal leluasa melancarkan serangan.
Pada
pengujung babak pertama, sebuah serangan balik lain yang dilakukan Tottenham
kembali berbuah manis ketika Son menarik bek Arsenal sebelum membalas budi dan
mengirim umpan terobosan yang diselesaikan dengan tembakan keras Kane ke mistar
sebelum bola melesak ke dalam gawang.
Gol itu
membuat Kane kini menjadi top skor Derbi London Utara dengan koleksi 11 gol
meninggalkan Emmanuel Adebayor dan Bobby Smith.
Tottenham
memimpin 2-0 berkat penampilan klinis mereka kendati hanya menguasai 38 persen
bola sepanjang babak pertama.
Arsenal
memasuki babak kedua dengan upaya membalas tetapi sundulan Alexandre Lacazette
mudah dijinakkan kiper Hugo Lloris, sedangkan peluang dari Pierre-Emerick
Aubameyang masih melenceng di sisi gawang.
Lloris
kembali dipaksa melakukan penyelamatan gemilang ketika Hector Bellering
mengirim umpan silang berbahaya yang bisa disambut Lacazette di area tiang
dekat pada menit ke-68. Selain Lloris, Serge Aurier dan Toby Alderweireld juga
berperan penting mengawal pertahanan Tottenham, meredam serangan Arsenal demi
menjaga skor 2-0 tetap ajeg hingga aba-aba bubaran.