Pernyataan senada juga disampaikan oleh penyerang Mesir Mostafa Ziko yang secara terang-terangan menilai keputusan wasit sangat merugikan. “Keputusan wasit itu tidak adil. Sungguh tidak adil, itu sangat jelas. Dia menyia-nyiakan segala usaha kami dengan keputusan-keputusannya. Kami sempat unggul 2-0, tetapi kami tidak bisa berbuat apa-apa. Semuanya bergantung pada kehendak Tuhan,” ujar Ziko.
Ziko bahkan menduga bahwa pemenang turnamen sudah ditentukan. “Kami sangat menyesal (kepada rakyat Mesir). Saya sangat menyesal. Kami ingin membuat Anda semua bahagia. Namun, takdir berkata lain. Itu ulah wasit. Piala itu memang diarahkan untuk Argentina,” tambahnya.
Pakar perwasitan dan mantan wasit Premier League, Graham Scott, turut memberikan pandangannya. Scott menyebut keputusan membatalkan gol Mesir sebenarnya tidak tepat karena kontak yang terjadi dalam proses gol tergolong normal dan tidak layak dianggap pelanggaran. “Intervensi VAR dalam situasi itu sangat berlebihan. Tidak ada pelanggaran yang cukup jelas untuk membatalkan gol,” jelas Scott.
Namun, terkait klaim penalti Mesir menjelang akhir pertandingan, Scott menilai keputusan wasit sudah tepat. Scott menyebut kontak terhadap Mohamed Salah terlalu ringan untuk dikategorikan sebagai pelanggaran. Hingga saat ini, FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait kontroversi itu.(jpg)
Pernyataan senada juga disampaikan oleh penyerang Mesir Mostafa Ziko yang secara terang-terangan menilai keputusan wasit sangat merugikan. “Keputusan wasit itu tidak adil. Sungguh tidak adil, itu sangat jelas. Dia menyia-nyiakan segala usaha kami dengan keputusan-keputusannya. Kami sempat unggul 2-0, tetapi kami tidak bisa berbuat apa-apa. Semuanya bergantung pada kehendak Tuhan,” ujar Ziko.
Ziko bahkan menduga bahwa pemenang turnamen sudah ditentukan. “Kami sangat menyesal (kepada rakyat Mesir). Saya sangat menyesal. Kami ingin membuat Anda semua bahagia. Namun, takdir berkata lain. Itu ulah wasit. Piala itu memang diarahkan untuk Argentina,” tambahnya.
Pakar perwasitan dan mantan wasit Premier League, Graham Scott, turut memberikan pandangannya. Scott menyebut keputusan membatalkan gol Mesir sebenarnya tidak tepat karena kontak yang terjadi dalam proses gol tergolong normal dan tidak layak dianggap pelanggaran. “Intervensi VAR dalam situasi itu sangat berlebihan. Tidak ada pelanggaran yang cukup jelas untuk membatalkan gol,” jelas Scott.
Namun, terkait klaim penalti Mesir menjelang akhir pertandingan, Scott menilai keputusan wasit sudah tepat. Scott menyebut kontak terhadap Mohamed Salah terlalu ringan untuk dikategorikan sebagai pelanggaran. Hingga saat ini, FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait kontroversi itu.(jpg)