SAAT sejumlah klub mempertanyakan kepastian pencairan dana subsidi,
Persipura Jayapura justru mengambil sikap berbeda. Manajemen tim berjuluk
Mutiara Hitam itu memastikan tidak akan mengambil jatah dana subsidi termin
kedua. Padahal, dana subsidi tersebut cukup besar, yakni mencapai Rp 520 juta.
Kalaupun dana itu memang cair, pihak Persipura sudah tahu ke mana uang bakal
disalurkan.
’’Saya minta (dana, Red) subsidi tahap kedua milik
Persipura ditransfer langsung ke tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19
Nasional sebagai sumbangan,’’ kata Ketua Umum Persipura Benhur Tomi Mano.
Bukan tanpa alasan manajemen Persipura mengambil langkah
tersebut. ’’Inilah bentuk kepedulian kami terhadap bencana nasional,’’ ujar
Benhur. Menurut dia, kondisi negara saat ini tidak stabil. Pandemi Covid-19
memukul segala sektor. Karena itu, Benhur meminta seluruh pihak membantu pemerintah
mengatasi Covid-19.
’’Bagi Persipura Jayapura, bangsa ini yang harus pulih
lebih dulu. Kalau bangsa kita pulih, otomatis sepak bola dengan sendirinya akan
pulih,’’ tutur pria yang juga menjabat wali kota Jayapura tersebut.
Sia-sia saja jika hanya berharap sepak bola segera
bangkit tanpa aksi nyata memberantas Covid-19. Sebab, Benhur menilai, kalau
kondisi pandemi tidak segera membaik, masa depan sepak bola malah terancam.
’’Bisa saja sampai lima tahun ke depan sepak bola kita tidak jalan. Jadi, mari
kita bantu dan doakan bangsa ini segera pulih,’’ tutur dia.
Benhur menyatakan, kondisi saat ini membuatnya mengelus
dada. Sebab, sepak bola Indonesia sudah terhenti dan tidak ada kejelasan
kompetisi. ’’Kami jelas prihatin dengan situasi saat ini. Karena itu, kita
harus berdampingan dengan pemerintah pusat untuk sama-sama berusaha
menanggulangi wabah korona ini,’’ tegasnya.
Terkait dengan kejelasan kompetisi, manajemen
Persipura sudah mengirimkan surat kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB). Benhur
menuturkan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepastian kompetisi kepada
PSSI dan PT LIB sebagai operator. ’’Kami berharap selanjutnya PSSI dapat
mengambil keputusan dengan arif dan bijaksana,’’ tandasnya.