29.6 C
Jakarta
Monday, January 19, 2026

Tavares : Persebaya Surabaya Akan Mencapai 100 Tahun, Kita Harus Berja Keras

Jelang 100 Tahun Persebaya Surabaya pada 2027, Bernardo Tavares paham apa yang diinginkan Bonek dan datang dengan kesadaran penuh atas besarnya sejarah klub. Momen pergantian tahun 2026 menjadi awal langkahnya sebagai pelatih kepala Green Force di tengah harapan besar suporter.

Bernardo mengambil alih Persebaya Surabaya saat kompetisi Super League 2025/2026 sudah berjalan setengah musim hingga pekan ke-16.

Tantangan langsung menantinya pada pekan ke-17 saat Persebaya Surabaya menghadapi Malut United dalam laga debutnya musim ini.

Sejak awal, pelatih asal Portugal itu menegaskan pentingnya peran suporter dalam perjalanan tim.

“Suporter bisa berada di sana (stadion dan mendukung kami), karena itu sangat penting. Mari kita pergi bersama-sama untuk membangun sesuatu yang istimewa.”

Ia memahami atmosfer sepak bola Indonesia sarat dengan tekanan dan ekspektasi tinggi. Bernardo melihat Persebaya Surabaya bukan sekadar klub besar, melainkan simbol kebanggaan dengan beban sejarah panjang.

“Kita tahu bahwa ada banyak tim dengan pemain yang bagus, dengan suporter yang bagus juga. Tapi Persebaya akan mencapai 100 tahun, tahun depan, jadi kita harus bekerja keras.”

Electronic money exchangers listing

“Dan suporter adalah bagian penting untuk membantu gigantis (tim raksasa) ini. Bagi saya, Persebaya adalah gigantis, karena kali terakhir mereka menang adalah tahun 2004.”

Pernyataan itu menjadi penegasan misi yang diembannya tidak ringan. Penantian panjang selama lebih dari dua dekade tanpa gelar liga menjadi latar tekanan yang ia pahami sepenuhnya.

Baca Juga :  Pantang Remehkan Calon Lawan, Patrick Kluivert Ungkap Sederet Kelebihan Tiongkok Harus Waspadai

Bernardo juga menyoroti aspek nonteknis yang menurutnya sudah dimiliki Persebaya Surabaya. Ia menilai fondasi klub cukup kuat untuk membangun prestasi secara berkelanjutan.

“Apa yang saya lihat adalah Persebaya memiliki fasilitas yang baik, dengan lingkungan yang baik, memiliki stadion, dan apa yang saya rasa kita butuhkan? Stabilitas.” Kata stabilitas menjadi benang merah dari seluruh pandangannya

Ia tidak menutup mata terhadap risiko kekalahan dan kesalahan yang pasti terjadi dalam proses. Bernardo meminta Bonek bersabar dan tetap berdiri bersama tim dalam situasi apa pun.

“Stabilitas. Saya akan kalah di pertandingan, pemain akan kalah di pertandingan, kita akan membuat kesalahan.”

“Sangat penting bagi suporter mendukung kita agar kita bisa menang, karena jika kita bisa menang, kadang-kadang kita juga akan kalah.”

Menurutnya, atmosfer positif menjadi energi utama untuk mengangkat performa tim. Dukungan yang konsisten diyakini mampu membantu pemain bangkit di saat sulit.

“Jadi kita harus membangun atmosfer yang baik. Kita harus membangun ini. Dan Persebaya yang saya lihat disini, titel terakhir adalah 2004. Sudah 22 tahun. 22 tahun. Jadi kita tidak bisa mengharapkan hal-hal akan berubah dengan cepat.”

Bernardo menekankan pentingnya langkah kecil yang terukur dibanding janji besar. Ia menyadari peta persaingan liga semakin ketat dengan kekuatan finansial banyak klub.

“Kita harus memulai langkah-langkah kecil. Di saat ini, kita harus melihat tim lain. Persija, Malut, tim lain, Dewa, juga memiliki finansial yang baik, juga memiliki pemain yang baik.”

Baca Juga :  WAYAHE COACH! Eduardo Perez Resmi Dipecat usai Persebaya Ditahan Imbang Arema FC

Dalam kondisi tersebut, strategi jangka panjang menjadi pilihan rasional. Menjaga pemain berkualitas dan merekrut talenta tepat menjadi pekerjaan rumah yang harus dilakukan bertahap.

“Jadi kita harus menjaga pemain yang baik dan mencoba menemukan pemain yang baik. Tapi kita juga harus mencari pemain dari akademi kita.”

Bagi Bernardo, akademi bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi budaya klub. Ia melihat pemain muda sebagai aset emas yang bisa membawa identitas Persebaya Surabaya ke masa depan.

“Ini penting untuk memiliki pemain jangka panjang tapi juga pemain baru dengan ambisi baru yang ingin menunjukkan karena ini adalah emas dari klub yang datang dari akademi. Begitulah cara kita membuat budaya.”

Pendekatan itu sejalan dengan harapan Bonek yang mendambakan Persebaya Surabaya berkarakter kuat. Klub tidak hanya dituntut menang, tetapi juga tumbuh dengan identitas jelas.

Laga melawan Malut United pun menjadi titik awal pembuktian visi tersebut. Hasil mungkin belum menentukan, tetapi arah permainan dan semangat tim akan menjadi sorotan utama

Bernardo datang bukan sebagai juru selamat instan. Ia hadir sebagai arsitek proses panjang menuju Persebaya Surabaya yang stabil dan kompetitif.

Jelang 100 tahun berdirinya Persebaya Surabaya, harapan dan realitas kini bertemu di satu titik. Bernardo Tavares paham apa yang diinginkan Bonek, dan perjalanan panjang Green Force. (jpc)

Jelang 100 Tahun Persebaya Surabaya pada 2027, Bernardo Tavares paham apa yang diinginkan Bonek dan datang dengan kesadaran penuh atas besarnya sejarah klub. Momen pergantian tahun 2026 menjadi awal langkahnya sebagai pelatih kepala Green Force di tengah harapan besar suporter.

Bernardo mengambil alih Persebaya Surabaya saat kompetisi Super League 2025/2026 sudah berjalan setengah musim hingga pekan ke-16.

Tantangan langsung menantinya pada pekan ke-17 saat Persebaya Surabaya menghadapi Malut United dalam laga debutnya musim ini.

Electronic money exchangers listing

Sejak awal, pelatih asal Portugal itu menegaskan pentingnya peran suporter dalam perjalanan tim.

“Suporter bisa berada di sana (stadion dan mendukung kami), karena itu sangat penting. Mari kita pergi bersama-sama untuk membangun sesuatu yang istimewa.”

Ia memahami atmosfer sepak bola Indonesia sarat dengan tekanan dan ekspektasi tinggi. Bernardo melihat Persebaya Surabaya bukan sekadar klub besar, melainkan simbol kebanggaan dengan beban sejarah panjang.

“Kita tahu bahwa ada banyak tim dengan pemain yang bagus, dengan suporter yang bagus juga. Tapi Persebaya akan mencapai 100 tahun, tahun depan, jadi kita harus bekerja keras.”

“Dan suporter adalah bagian penting untuk membantu gigantis (tim raksasa) ini. Bagi saya, Persebaya adalah gigantis, karena kali terakhir mereka menang adalah tahun 2004.”

Pernyataan itu menjadi penegasan misi yang diembannya tidak ringan. Penantian panjang selama lebih dari dua dekade tanpa gelar liga menjadi latar tekanan yang ia pahami sepenuhnya.

Baca Juga :  Pantang Remehkan Calon Lawan, Patrick Kluivert Ungkap Sederet Kelebihan Tiongkok Harus Waspadai

Bernardo juga menyoroti aspek nonteknis yang menurutnya sudah dimiliki Persebaya Surabaya. Ia menilai fondasi klub cukup kuat untuk membangun prestasi secara berkelanjutan.

“Apa yang saya lihat adalah Persebaya memiliki fasilitas yang baik, dengan lingkungan yang baik, memiliki stadion, dan apa yang saya rasa kita butuhkan? Stabilitas.” Kata stabilitas menjadi benang merah dari seluruh pandangannya

Ia tidak menutup mata terhadap risiko kekalahan dan kesalahan yang pasti terjadi dalam proses. Bernardo meminta Bonek bersabar dan tetap berdiri bersama tim dalam situasi apa pun.

“Stabilitas. Saya akan kalah di pertandingan, pemain akan kalah di pertandingan, kita akan membuat kesalahan.”

“Sangat penting bagi suporter mendukung kita agar kita bisa menang, karena jika kita bisa menang, kadang-kadang kita juga akan kalah.”

Menurutnya, atmosfer positif menjadi energi utama untuk mengangkat performa tim. Dukungan yang konsisten diyakini mampu membantu pemain bangkit di saat sulit.

“Jadi kita harus membangun atmosfer yang baik. Kita harus membangun ini. Dan Persebaya yang saya lihat disini, titel terakhir adalah 2004. Sudah 22 tahun. 22 tahun. Jadi kita tidak bisa mengharapkan hal-hal akan berubah dengan cepat.”

Bernardo menekankan pentingnya langkah kecil yang terukur dibanding janji besar. Ia menyadari peta persaingan liga semakin ketat dengan kekuatan finansial banyak klub.

“Kita harus memulai langkah-langkah kecil. Di saat ini, kita harus melihat tim lain. Persija, Malut, tim lain, Dewa, juga memiliki finansial yang baik, juga memiliki pemain yang baik.”

Baca Juga :  WAYAHE COACH! Eduardo Perez Resmi Dipecat usai Persebaya Ditahan Imbang Arema FC

Dalam kondisi tersebut, strategi jangka panjang menjadi pilihan rasional. Menjaga pemain berkualitas dan merekrut talenta tepat menjadi pekerjaan rumah yang harus dilakukan bertahap.

“Jadi kita harus menjaga pemain yang baik dan mencoba menemukan pemain yang baik. Tapi kita juga harus mencari pemain dari akademi kita.”

Bagi Bernardo, akademi bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi budaya klub. Ia melihat pemain muda sebagai aset emas yang bisa membawa identitas Persebaya Surabaya ke masa depan.

“Ini penting untuk memiliki pemain jangka panjang tapi juga pemain baru dengan ambisi baru yang ingin menunjukkan karena ini adalah emas dari klub yang datang dari akademi. Begitulah cara kita membuat budaya.”

Pendekatan itu sejalan dengan harapan Bonek yang mendambakan Persebaya Surabaya berkarakter kuat. Klub tidak hanya dituntut menang, tetapi juga tumbuh dengan identitas jelas.

Laga melawan Malut United pun menjadi titik awal pembuktian visi tersebut. Hasil mungkin belum menentukan, tetapi arah permainan dan semangat tim akan menjadi sorotan utama

Bernardo datang bukan sebagai juru selamat instan. Ia hadir sebagai arsitek proses panjang menuju Persebaya Surabaya yang stabil dan kompetitif.

Jelang 100 tahun berdirinya Persebaya Surabaya, harapan dan realitas kini bertemu di satu titik. Bernardo Tavares paham apa yang diinginkan Bonek, dan perjalanan panjang Green Force. (jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru