Cuma kantongi 255 menit di Persebaya Surabaya, Diego Mauricio kini diproyeksikan menjadi juru selamat Semen Padang dari ancaman degradasi Super League 2025/2026. Langkah ini langsung mengundang tanda tanya sekaligus rasa penasaran publik sepak bola nasional.
Semen Padang kembali membuat gebrakan di bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026. Klub kebanggaan Ranah Minang itu belum ingin berhenti belanja demi keluar dari zona merah klasemen.
Ambisi besar untuk bertahan di kasta tertinggi membuat manajemen Semen Padang bergerak agresif. Sejumlah pemain asing baru dan wajah lama Super League sudah lebih dulu didatangkan ke Stadion Haji Agus Salim.
Namun, keputusan terbaru Semen Padang justru terasa janggal sekaligus berani. Mereka dikabarkan menampung penyerang asing yang minim menit bermain di Persebaya Surabaya, Diego Mauricio.
Kabar mengejutkan itu pertama kali diungkap akun Instagram seputar sepak bola Indonesia, @ngapakfootball, pada Rabu (4/2/2026).
Disebutkan, Semen Padang berhasil mengamankan tanda tangan Diego Mauricio untuk paruh kedua kompetisi.
Transfer Diego Mauricio ke Semen Padang terjadi dengan status free transfer. Kondisi tersebut membuat manajemen Kabau Sirah relatif minim risiko secara finansial, meski tantangan teknis tetap besar.
Nama Diego Mauricio bukan sosok asing di sepak bola Asia. Striker asal Brasil itu pernah menjadi predator menakutkan saat membela Odisha FC di Liga India.
Bersama Odisha FC, Diego Mauricio mencatatkan statistik impresif. Ia mengoleksi 57 gol dan 19 assist dari 110 pertandingan, sekaligus mengantarkan klubnya meraih gelar juara.
Rekam jejak tersebut kontras dengan kiprahnya di Persebaya Surabaya. Di klub berjuluk Green Force, Diego Mauricio hanya tampil tujuh kali tanpa satu pun gol.
Total menit bermain Diego Mauricio bersama Persebaya Surabaya hanya mencapai 225 hingga 255 menit. Angka itu terbilang jauh dari ekspektasi untuk ukuran pemain asing berposisi penyerang.
Situasi tersebut membuat Persebaya Surabaya akhirnya melepas sang pemain. Semen Padang pun datang memberi harapan baru bagi penyerang berusia 34 tahun itu.
Akun @ngapakfootball turut menyertakan ucapan selamat atas kepindahan Diego Mauricio.
“Dilepas Persebaya, Diego Mauricio digaet Semen Padang FC untuk sisa putaran kedua Super League. Di Persebaya, Diego Mauricio bermain 7x di putaran pertama tanpa mencetak gol. Selamat Diego, semoga sukses di Semen Padang FC,” tulis akun tersebut.
Semen Padang menilai pengalaman panjang Diego Mauricio sebagai modal penting. Jam terbang di berbagai negara diharapkan mampu membantu tim keluar dari tekanan degradasi.
Menurut data Transfermarkt, Diego Maurício Machado de Brito lahir di Rio de Janeiro pada 25 Juni 1991. Ia memiliki tinggi badan 1,83 meter dan berposisi sebagai penyerang tengah dengan kaki dominan kanan.
Sebelum tanpa klub, Diego Mauricio tercatat membela banyak tim lintas benua. Kariernya mencakup Brasil, Portugal, Rusia, Korea Selatan, China, Qatar, Arab Saudi, hingga India.
Statistiknya menunjukkan performa yang fluktuatif di setiap klub. Namun, beberapa periode mencatatkan kontribusi signifikan, khususnya saat membela Al-Shahania SC dan Odisha FC.
Di Al-Shahania SC, Diego Mauricio mencetak enam gol dari enam pertandingan. Catatan itu menjadi salah satu fase paling produktif dalam kariernya.
Saat membela Mumbai City FC, ia juga tampil cukup tajam. Dari 11 laga, Diego Mauricio mampu mencetak lima gol dan membantu lini depan tim.
Pengalaman panjang tersebut menjadi alasan utama Semen Padang berani mengambil risiko. Klub berharap sentuhan pengalaman mampu mengangkat performa tim yang sedang terpuruk.
Semen Padang kini berada dalam situasi genting di papan bawah klasemen. Setiap poin menjadi krusial untuk menjaga peluang bertahan di Super League.
Kehadiran Diego Mauricio diharapkan memberi variasi di lini serang Kabau Sirah. Selain naluri gol, pengalamannya diharapkan mampu menenangkan permainan rekan-rekannya.
Tekanan besar tentu langsung berada di pundak sang striker. Publik Ranah Minang menanti pembuktian setelah kegagalannya bersinar di Persebaya Surabaya
Bagi Diego Mauricio, Semen Padang menjadi panggung pembuktian terakhir. Kesempatan ini bisa mengubah narasi dari pemain minim menit menjadi pahlawan penyelamat degradasi.
Waktu adaptasi yang singkat menjadi tantangan tersendiri. Namun, status free transfer membuat ekspektasi publik tetap realistis.
Semen Padang kini menaruh harapan besar pada insting predator Diego Mauricio. Dari hanya 255 menit di Persebaya Surabaya, Kabau Sirah berharap lahir cerita kebangkitan di paruh musim.(jpc)


