27.9 C
Jakarta
Thursday, January 15, 2026

Tiba di Surabaya, Bernardo : Saya Datang untuk Bekerja, Bukan untuk Liburan

“Saya Tidak Bisa Berjanji Apa-apa!” menjadi kalimat pertama yang langsung mencuri perhatian saat Bernardo Tavares memperkenalkan diri sebagai pelatih baru Persebaya Surabaya. Pernyataan itu menegaskan sikap realistis sekaligus menjadi gambaran awal langkah pertama Bernardo bersama Green Force di Super League 2025/2026.

Bernardo Tavares tiba di Surabaya pada Minggu (4/1/2026) malam dengan membawa semangat kerja yang tegas dan lugas.

Pelatih asal Portugal tersebut menolak datang dengan janji manis, tetapi memilih berbicara lewat proses dan kerja keras.

Kedatangan Bernardo ke Kota Pahlawan tidak dilakukan seorang diri. Mantan pelatih PSM Makassar itu membawa Renato Duarte yang akan bertugas sebagai asisten pelatih di Persebaya Surabaya.

Di Persebaya Surabaya, Bernardo juga langsung menyatu dengan struktur kepelatihan yang sudah ada.

Ia akan bekerja bersama Uston Nawawi, Shin Sang-gyu, dan Felipe Americo Martins Goncalves yang bertugas sebagai pelatih penjaga gawang.

Dalam pernyataan perdananya, Bernardo menegaskan dirinya tidak datang membawa janji gelar atau target instan. “Saya tidak berjanji apa-apa, saya tidak berjanji titel, saya berjanji untuk bekerja,” ucapnya dengan nada tegas, Minggu (4/1/2026).

Electronic money exchangers listing

Ia melanjutkan pernyataannya dengan kalimat yang langsung disambut antusias Bonek. “Saya datang untuk bekerja, saya tidak datang untuk liburan,” kata Bernardo, menegaskan komitmen penuh pada Persebaya Surabaya.

Langkah pertama yang ingin dilakukan Bernardo adalah memahami kondisi internal klub secara menyeluruh. “Di saat ini kita harus mengetahui rumah yang kita miliki,” ujarnya saat menjelaskan filosofi awal membangun tim.

Baca Juga :  Akankah Gomes Bertahan Setelah Kalteng Turun Keliga 2? Ini Jawabannya

Baginya, rumah Persebaya Surabaya bukan hanya tim utama, tetapi juga mencakup akademi dan pemain muda. “Akademi, pemain muda, tim utama kita,” ucap Bernardo, menandakan fokus jangka panjang yang ingin ia bangun.

Bernardo mengaku sudah melakukan analisis sebelum resmi menangani Green Force. “Saya sudah menganalisa banyak pertandingan,” katanya, menunjukkan keseriusan sebelum memulai tugas di Surabaya.

Ia juga mengamati pemain Persebaya Surabaya yang tersebar di klub lain dengan berbagai peran.

“Saya juga melihat beberapa pemain yang berada di sini, dan yang bermain di klub lain, di posisi lain,” ujarnya untuk memetakan potensi tim.

 

Analisis tersebut dilakukan untuk menentukan arah perubahan yang dibutuhkan. Bernardo menyebut ingin mengetahui apa saja yang bisa dimaksimalkan dan apa yang harus diperbaiki di skuad Persebaya Surabaya.

Soal persaingan liga, Bernardo memilih bersikap jujur dan realistis. “Kita juga tahu bahwa di saat ini, posisi kita harus lebih rendah dari mereka,” katanya saat membandingkan Persebaya Surabaya dengan tim papan atas lainnya.

Ia menyebut nama Persija Jakarta, Persib Bandung, Borneo FC, dan Malut United sebagai contoh kekuatan pesaing. “Mereka adalah tim dengan 37, 36, 35 poin,” ucap Bernardo tanpa ragu.

Dengan kondisi tersebut, Bernardo menolak mengumbar ambisi juara di awal kedatangannya. “Sangat sulit untuk mengatakan bahwa kita akan menjadi juara,” katanya secara terbuka.

Menurut Bernardo, janji juara justru bisa menjadi bumerang jika diucapkan terlalu dini. “Jika saya mengatakan hal ini sekarang, Anda akan menganggap saya pembual,” ujarnya dengan jujur.

Baca Juga :  Janji Eduardo ke Bonek, Persebaya Surabaya Berftekad Tumbangkan Persik Kediri

Fokus utama Bernardo adalah membangun tim lewat kerja bersama. “Jadi apa yang perlu kita katakan adalah, mari kita bekerja bersama, mari kita lihat apa yang kita punya,” ucapnya penuh makna.

Ia menegaskan tidak membeda-bedakan usia pemain di Persebaya Surabaya. “Pemain muda, bagi saya, pemain muda yang berumur 15 tahun, atau pemain yang berumur 37 tahun, yang terbaik adalah yang bermain,” katanya.

Bernardo menuntut pemain menunjukkan kualitas lewat latihan dan pertandingan. “Harus menunjukkan aktivitas (latihan) yang baik,” ujarnya sebagai standar utama.

Selain itu, ia ingin permainan Persebaya Surabaya mencerminkan keinginan publik Surabaya. “Harus menunjukkan hal-hal yang orang di sini ingin melihat di permainan,” kata Bernardo.

Baginya, perjuangan di lapangan lebih penting dari sekadar hasil akhir. “Karena kita harus menunjukkan kepada orang bahwa semua pertandingan yang kita inginkan, kita berikan semuanya untuk mencoba untuk menang,” tuturnya.

Bernardo juga realistis dengan dinamika sepak bola. “Kadang-kadang kita akan menang, kadang-kadang kita akan kalah,” katanya sambil mengingatkan hakikat permainan.

Ia menutup pandangannya dengan filosofi sederhana. “Tapi kita harus menunjukkan di lapangan,” ujar Bernardo, menegaskan kerja keras sebagai identitas Persebaya Surabaya.

Tugas Bernardo Tavares di Persebaya Surabaya jelas tidak ringan dengan ekspektasi besar dari Bonek.

Namun dengan profesionalisme, pengalaman juara bersama PSM Makassar, dan pendekatan kerja yang jujur, harapan baru mulai tumbuh di Gelora Bung Tomo.(jpc)

 

“Saya Tidak Bisa Berjanji Apa-apa!” menjadi kalimat pertama yang langsung mencuri perhatian saat Bernardo Tavares memperkenalkan diri sebagai pelatih baru Persebaya Surabaya. Pernyataan itu menegaskan sikap realistis sekaligus menjadi gambaran awal langkah pertama Bernardo bersama Green Force di Super League 2025/2026.

Bernardo Tavares tiba di Surabaya pada Minggu (4/1/2026) malam dengan membawa semangat kerja yang tegas dan lugas.

Pelatih asal Portugal tersebut menolak datang dengan janji manis, tetapi memilih berbicara lewat proses dan kerja keras.

Electronic money exchangers listing

Kedatangan Bernardo ke Kota Pahlawan tidak dilakukan seorang diri. Mantan pelatih PSM Makassar itu membawa Renato Duarte yang akan bertugas sebagai asisten pelatih di Persebaya Surabaya.

Di Persebaya Surabaya, Bernardo juga langsung menyatu dengan struktur kepelatihan yang sudah ada.

Ia akan bekerja bersama Uston Nawawi, Shin Sang-gyu, dan Felipe Americo Martins Goncalves yang bertugas sebagai pelatih penjaga gawang.

Dalam pernyataan perdananya, Bernardo menegaskan dirinya tidak datang membawa janji gelar atau target instan. “Saya tidak berjanji apa-apa, saya tidak berjanji titel, saya berjanji untuk bekerja,” ucapnya dengan nada tegas, Minggu (4/1/2026).

Ia melanjutkan pernyataannya dengan kalimat yang langsung disambut antusias Bonek. “Saya datang untuk bekerja, saya tidak datang untuk liburan,” kata Bernardo, menegaskan komitmen penuh pada Persebaya Surabaya.

Langkah pertama yang ingin dilakukan Bernardo adalah memahami kondisi internal klub secara menyeluruh. “Di saat ini kita harus mengetahui rumah yang kita miliki,” ujarnya saat menjelaskan filosofi awal membangun tim.

Baca Juga :  Akankah Gomes Bertahan Setelah Kalteng Turun Keliga 2? Ini Jawabannya

Baginya, rumah Persebaya Surabaya bukan hanya tim utama, tetapi juga mencakup akademi dan pemain muda. “Akademi, pemain muda, tim utama kita,” ucap Bernardo, menandakan fokus jangka panjang yang ingin ia bangun.

Bernardo mengaku sudah melakukan analisis sebelum resmi menangani Green Force. “Saya sudah menganalisa banyak pertandingan,” katanya, menunjukkan keseriusan sebelum memulai tugas di Surabaya.

Ia juga mengamati pemain Persebaya Surabaya yang tersebar di klub lain dengan berbagai peran.

“Saya juga melihat beberapa pemain yang berada di sini, dan yang bermain di klub lain, di posisi lain,” ujarnya untuk memetakan potensi tim.

 

Analisis tersebut dilakukan untuk menentukan arah perubahan yang dibutuhkan. Bernardo menyebut ingin mengetahui apa saja yang bisa dimaksimalkan dan apa yang harus diperbaiki di skuad Persebaya Surabaya.

Soal persaingan liga, Bernardo memilih bersikap jujur dan realistis. “Kita juga tahu bahwa di saat ini, posisi kita harus lebih rendah dari mereka,” katanya saat membandingkan Persebaya Surabaya dengan tim papan atas lainnya.

Ia menyebut nama Persija Jakarta, Persib Bandung, Borneo FC, dan Malut United sebagai contoh kekuatan pesaing. “Mereka adalah tim dengan 37, 36, 35 poin,” ucap Bernardo tanpa ragu.

Dengan kondisi tersebut, Bernardo menolak mengumbar ambisi juara di awal kedatangannya. “Sangat sulit untuk mengatakan bahwa kita akan menjadi juara,” katanya secara terbuka.

Menurut Bernardo, janji juara justru bisa menjadi bumerang jika diucapkan terlalu dini. “Jika saya mengatakan hal ini sekarang, Anda akan menganggap saya pembual,” ujarnya dengan jujur.

Baca Juga :  Janji Eduardo ke Bonek, Persebaya Surabaya Berftekad Tumbangkan Persik Kediri

Fokus utama Bernardo adalah membangun tim lewat kerja bersama. “Jadi apa yang perlu kita katakan adalah, mari kita bekerja bersama, mari kita lihat apa yang kita punya,” ucapnya penuh makna.

Ia menegaskan tidak membeda-bedakan usia pemain di Persebaya Surabaya. “Pemain muda, bagi saya, pemain muda yang berumur 15 tahun, atau pemain yang berumur 37 tahun, yang terbaik adalah yang bermain,” katanya.

Bernardo menuntut pemain menunjukkan kualitas lewat latihan dan pertandingan. “Harus menunjukkan aktivitas (latihan) yang baik,” ujarnya sebagai standar utama.

Selain itu, ia ingin permainan Persebaya Surabaya mencerminkan keinginan publik Surabaya. “Harus menunjukkan hal-hal yang orang di sini ingin melihat di permainan,” kata Bernardo.

Baginya, perjuangan di lapangan lebih penting dari sekadar hasil akhir. “Karena kita harus menunjukkan kepada orang bahwa semua pertandingan yang kita inginkan, kita berikan semuanya untuk mencoba untuk menang,” tuturnya.

Bernardo juga realistis dengan dinamika sepak bola. “Kadang-kadang kita akan menang, kadang-kadang kita akan kalah,” katanya sambil mengingatkan hakikat permainan.

Ia menutup pandangannya dengan filosofi sederhana. “Tapi kita harus menunjukkan di lapangan,” ujar Bernardo, menegaskan kerja keras sebagai identitas Persebaya Surabaya.

Tugas Bernardo Tavares di Persebaya Surabaya jelas tidak ringan dengan ekspektasi besar dari Bonek.

Namun dengan profesionalisme, pengalaman juara bersama PSM Makassar, dan pendekatan kerja yang jujur, harapan baru mulai tumbuh di Gelora Bung Tomo.(jpc)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru